- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- Kementerian UMKM Koordinasi Lintas Sektor Perkuat Integrasi Layanan Terpadu SAPA UMKM
- Kreatif Merdeka Carnival 2026 Ajak Generasi Muda Berkarya Lewat Animasi dan AI
- Cegah Pelanggaran Lingkungan, Pemkab Barito Utara Sosialisasikan Aturan Pengawasan dan Sanksi Terbaru
- EDRR Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Indonesia Bidik Jadi Pusat Teknologi Kebencanaan Dunia
- Tinjau Progres Pembangunan Infrastruktur Daerah, Bupati Harapkan Dukungan Dari Semua Pihak
- Pemkab dan DPRD Gelar Rapat Bersama Matangkan Pembahasan Anggaran Prioritas Daerah
- Pemkab Barito Utara Matangkan Program Pembangunan, Bupati Tekankan Efektivitas dan Ketepatan Sasaran
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- UMKM Naik Kelas, Kementerian UMKM dan OJK Bentuk Satgas Pembiayaan
SIAL Interfood 2026 Kembali Digelar di JIExpo Kemayoran, Perkuat Posisi Indonesia di Industri Pangan Global

Keterangan Gambar : Presiden Direktur Seven Event, Andy Wismarsyah, menegaskan bahwa efektivitas pertemuan bisnis menjadi fokus utama penyelenggaraan tahun ini.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta, – SIAL, jaringan inovasi pangan terkemuka dunia, kembali menegaskan komitmennya terhadap pasar Indonesia melalui penyelenggaraan SIAL Interfood 2026 yang akan berlangsung pada 4–6 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Pameran internasional business-to-business (B2B) tersebut didukung penuh oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan diselenggarakan oleh Seven Event bersama Comexposium.
Ajang ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat koneksi perdagangan pangan internasional sekaligus mendorong pertumbuhan industri makanan dan minuman nasional
Baca Lainnya :
Sebagai bagian dari jaringan global SIAL Network yang berdiri sejak 1964, SIAL Interfood dikenal sebagai salah satu barometer inovasi pangan dunia. Secara global, jaringan SIAL telah menghadirkan sekitar 17.000 peserta pameran dan menarik lebih dari 700.000 pengunjung profesional dari 205 negara.
Rangkaian pameran SIAL tersebar di berbagai negara, di antaranya SIAL Paris, SIAL Canada, SIAL China, Food & Drinks Malaysia by SIAL, Djazagro di Aljazair, hingga SIAL Vietnam.
Kehadiran SIAL di Indonesia dimulai sejak 2015 dengan melihat besarnya potensi pasar Asia Tenggara. Pada debut perdananya, SIAL Interfood berhasil menghadirkan lebih dari 800 perusahaan dari 22 negara.
Pada tahun 2026, SIAL Interfood kembali memilih Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran sebagai lokasi penyelenggaraan dengan menempati area hall B dan C. Lokasi strategis dan akses yang mudah menjadi alasan utama pemilihan venue tersebut.
CEO Food and Beverage Division of Comexposium, Rodolphe Lameyse, mengatakan penyelenggaraan tahun ini menjadi momentum penting bagi penguatan posisi SIAL di pasar global.
Menurutnya, jaringan SIAL kini memasuki babak baru dengan memperkuat posisi acara sebagai pusat pertemuan bisnis profesional di sektor pangan dunia.
“SIAL Interfood menjadi platform perdagangan nyata bagi industri makanan dengan tetap menjaga kualitas acara dan lokasi strategis demi mendukung pertumbuhan bisnis global,” ujarnya.
SIAL Interfood 2026 akan diikuti peserta dari lebih dari 25 negara yang mencakup kawasan Tiongkok, Asia Pasifik, Eropa hingga Timur Tengah. Para eksibitor akan memamerkan beragam inovasi produk dan teknologi di sektor makanan beku, kopi dan teh, hingga teknologi pengolahan pangan.
Selain pameran industri, SIAL Interfood 2026 juga menghadirkan berbagai program unggulan seperti SIAL Innovation, International Cooking Competition, Barista Championship, seminar industri, talkshow, hingga business matching yang mempertemukan eksibitor dengan pembeli potensial.
Presiden Direktur Seven Event, Andy Wismarsyah, menegaskan bahwa efektivitas pertemuan bisnis menjadi fokus utama penyelenggaraan tahun ini.
Ia berharap setiap interaksi bisnis yang tercipta selama pameran mampu menghasilkan kolaborasi nyata dan berkelanjutan bagi kemajuan industri makanan dan minuman Indonesia.
Penyelenggaraan SIAL Interfood 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat daya saing industri pangan nasional di tengah persaingan global, sekaligus membuka peluang ekspor dan transfer teknologi bagi pelaku industri Indonesia.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).


.jpg)













