- Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games 2026, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI
- Menkop: Penempatan Manajer KDKMP untuk Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah
- Meriahkan HUT ke-7, Kogabwilhan II Gelar Olahraga Bersama dan Aksi Sosial.
- Babinsa Ajak Warga Perkuat Keamanan dan Kerukunan Wilayah.
- Tradisi Korps, Kodim 0510/Tigaraksa Terima Warga Baru Letkol Inf Yudha Fuady Putra.
- Kodim 0506/Tgr Lalui Koramil Jajaran Salurkan Bantuan Air Bersih Paada Masyarakat.
- Apresiasi Wajib Pajak Teladan Bupati Blitar Rijanto Anugerahkan BliTaX Award 2026.
- Kodim 0808/Blitar Lakukan Droping Air Bersih Untuk Warga Sumberagung Panggungrejo.
- Fraksi DPRD Mulai Bedah RAPBD Barito Utara 2027, Arah Anggaran Jadi Sorotan
- Presiden Prabowo Minta Layanan BPJS Kesehatan Ditingkatkan, Antrean Pasien Harus Lebih Singkat
Dekranasda Bersama Kemenkop Bersinergi Bantu Usaha Lokal Di Kalbar Untuk Siap Ekspor

Keterangan Gambar : acara Heritage in Motion: Collective Culture, Craft & Culinary di Gedung Dekranasda Kalimantan Barat, Selasa (12/5).
MEGAPOLITANPOS.COM, Pontianak - Dekranas (Dewan Kerajinan Nasional) dan Kementerian Koperasi (Kemenkop) menggelar acara Heritage in Motion: Collective Culture, Craft & Culinary di Gedung Dekranasda Kalimantan Barat, Selasa (12/5). Agenda ini menekankan pentingnya koperasi sebagai wadah konsolidasi bagi pengrajin dan UMKM agar mampu menembus pasar ekspor.
Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas, Sita Ferry Juliantono, menegaskan bahwa produk wastra, kriya, dan kuliner bukan sekadar produk yang bernilai ekonomi, namun menjadi identitas budaya yang harus diberdayakan. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya ini memiliki potensi yang besar untuk kemudian dikelola agar dapat dipasarkan hingga ke manca negara.
“Kita ingin memastikan budaya tidak hanya dilestarikan, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Sita dalam sambutannya.
Baca Lainnya :
- Menkop: Penempatan Manajer KDKMP untuk Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah
- Kementerian UMKM dan Barantin Permudah Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor
- 14 Ribu Keluarga Penerima Manfaat Disiapkan Masuk Ekosistem Kewirausahaan Kementerian UMKM
- Wahana Edukasi Wisata Eco Park Joko Pangon 3,8 M Agkat Ekonomi Pelaku UMKM Kota Blitar.
- Kemenkop dan KSP Bahas Penguatan KDKMP Sebagai Simpul Distribusi Barang Bersubsidi
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Bidang Daya Saing Dekranas Danti Budi Santoso, Ketua Dewan Wanita Persatuan Kemenkop Siti Kuwati Zabadi, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Destry Anna Sari, Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto, Plt. Kepala Dinas Koperasi, UKM Provinsi Kalimantan Barat Ayub Barombo, Founder of Keling Kumang Agro Munaldus.
Acara tersebut terlaksana berkat dukungan dari Kementerian Perdagangan, dengan melibatkan Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat dan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan ini juga dilaksanakan bertepatan dengan kunjungan kerja SERUNI Kabinet Merah Putih di Provinsi Kalimantan Barat. Dengan sinergi lintas lembaga tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing produk lokal sekaligus membuka akses pasar internasional.
Sita menekankan bahwa koperasi menjadi solusi bagi UMKM yang selama ini harus menjadi Chief of Everything dalam usahanya. Pelaku UMKM kerap dihadapkan pada situasi dimana proses produksi, pemasaran, hingga mencari pembiayaan dilakukan secara mandiri.
“Melalui koperasi, pelaku usaha bisa lebih fokus pada produksi dan kualitas, sementara aspek pemasaran dan pembiayaan ditopang secara kolektif,” katanya.
Dalam acara ini peserta kegiatan mendapatkan pembekalan mengenai manajemen usaha, praktik baik penguatan anggota, serta strategi akses pasar. Selain itu juga ada Coaching Clinic dari LPDB. Pendampingan berkelanjutan juga dijanjikan agar manfaat koperasi benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Di tempat yang sama Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi yang juga selaku Ex Officio Manajemen Usaha Destry Anna Sari menegaskan bahwa Kemenkop berkepentingan untuk membangun ekosistem usaha yang terintegrasi mulai dari produksi, distribusi, hingga pemasaran, bagi UMKM mampu naik kelas. Bahkan diharapkan melalui ekosistem tersebut UMKM dapat menembus pasar ekspor.
Oleh karena itu salah satu wadah utama untuk memastikan ekosistem tersebut tercipta dengan baik adalah melalui koperasi. Koperasi dapat menjadi rumah besar UMKM dimana setiap pelaku usaha terkonsolidasi.
"Melalui koperasi diharapkan UMKM dapat meningkatkan usaha dan skala ekonomi melalui penguatan kelembagaan, akses permodalan, pemasaran serta penyediaan bahan baku," ujar Destry.
Dalam kegiatan ini sekitar 200 peserta yang terdiri dari Koperasi dan UMKM yang bergerak di bidang kriya, wastra, dan kuliner dilibatkan secara aktif. Sebagai bentuk keberpihakan nyata kepada Koperasi dan UMKM agar semakin produktif dan berkembang, Kemenkop melalui Dekranas memberikan bantuan berupa peralatan produksi seperti kompor, mixer, mesin jahit serta bantuan paket sembako.
"Semoga kegiatan ini memperkuat kolaborasi dan membawa manfaat bagi kemajuan Koperasi dan UMKM di Kalimantan Barat," katanya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).
















