- SMESCO Luncurkan SIAP 2026, Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Global
- Aksi 30 September, Ojol Tolak Turbo Maxim dan Tegaskan Ingin Tetap Jadi Mitra
- Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games 2026, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI
- Menkop: Penempatan Manajer KDKMP untuk Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah
- Meriahkan HUT ke-7, Kogabwilhan II Gelar Olahraga Bersama dan Aksi Sosial.
- Babinsa Ajak Warga Perkuat Keamanan dan Kerukunan Wilayah.
- Tradisi Korps, Kodim 0510/Tigaraksa Terima Warga Baru Letkol Inf Yudha Fuady Putra.
- Kodim 0506/Tgr Lalui Koramil Jajaran Salurkan Bantuan Air Bersih Paada Masyarakat.
- Apresiasi Wajib Pajak Teladan Bupati Blitar Rijanto Anugerahkan BliTaX Award 2026.
- Kodim 0808/Blitar Lakukan Droping Air Bersih Untuk Warga Sumberagung Panggungrejo.
Upaya Penurunan Stunting, Arief: Berikan Edukasi Mulai dari Pra Nikah

Keterangan Gambar : Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah, berikan arahan kepada Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS)
MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang - Menargetkan Zero Stunting di Kota Tangerang, Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah, berikan arahan kepada Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Tangerang dalam kegiatan Rapat Koordinasi yang bertempat di Ruang Al - Amanah Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (31/8).
"Kemarin kegiatan Dasawisma yang dibantu para kader, Puskesmas, Posyandu, kelurahan, Pemerintah Provinsi Banten mengapresiasi Pemkot Tangerang karena penurunan stunting paling besar se-Provinsi Banten," ungkap Arief.
Baca Lainnya :
- Presiden Prabowo Minta Layanan BPJS Kesehatan Ditingkatkan, Antrean Pasien Harus Lebih Singkat
- Dua Pelajar Majalengka Bikin Gebrakan di PENTAS PAI Jabar 2026
- Mang Jemy Maju Pilkades Burujul Wetan, Bawa Misi Desa Sejahtera
- Menhan Sjafrie Cek Yonif TP 338 di Majalengka, Prajurit Diminta Siap
- KNPI Majalengka Buka 2.789 Lowongan, 2.500 Pencari Kerja Bergerak
"Jadi untuk target zero stunting di Kota Tangerang mudah-mudahan bukan hal yang mustahil untuk dilakukan," imbuhnya.
Dalam kesempatannya, Arief, mengungkapkan, pada tahun 2021 dari angka 15,3% bisa turun 4% di tahun 2022 menjadi 11,8%, yang artinya bisa ditangani oleh para TPPS Kota Tangerang.
"Laporan terakhir saya terima di Bulan Juli dari 11,8% turun lagi menjadi 8%. Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh TPPS Stunting Kota Tangerang yang sudah membantu anak-anak Kota Tangerang menjadi lebih sehat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Arief, memberikan langkah antisipasi kepada TPPS agar angka stunting di Kota Tangerang bisa terus berkurang dan terjaga.
"Antisipasinya mulai dari pra nikah, sudah harus diberikan wawasan, bukan hanya tugas KUA tapi semua pihak termasuk RT/RW harus bisa memberikan edukasi kepada masyarakat kita," jabar Arief.
Sementara itu, Kepala DP3A2PKB Kota Tangerang, Jatmiko, menjelaskan, saat ini Pemkot Tangerang sudah membentuk Tim Pendamping Keluarga yang berjumlah 754 tim yang terdiri dari Kader PKK, Tenaga Kesehatan dan Kader Penggerak Masyarakat sebagai upaya optimalisasi dalam penanganan penurunan stunting di Kota Tangerang.
"Diharapkan seluruh TPPS dapat memberikan pelayanan pendampingan yang baik dan menghasilkan pemantauan dan pendataan yang spesifik, sehingga memiliki kekuatan data dan upaya pencegahan yang eksplisit berdasarkan data ril di lapangan," ujar Jatmiko. ** (Jhn)




.jpg)











