- Perkuat Ukhuwah, Subling ke-45 di Masjid Al-Mustaqim Dihadiri Ratusan Jamaah
- Pengurus Ranting Muslimat NU Desa Tumpang Kecamatan Talun Menggelar Pengajian dan Santunan Yatim Piatu
- Angkat Destinasi Wisata, Tan Ngi Hing Perjuangkan Akses Jembatan Garuda
- Mempererat Hubungan Kekeluargaan, PDI Perjuangan Buka Dapur Umum
- PTPN I Percepat Transformasi Digital dan Tata Kelola, Abdul Rivai Ras: Perkebunan Harus Berdaya Saing Global
- SDN Mirat III Ambruk, Mendadak Dapat Revitalisasi Rp 1 Miliar
- Menkop Ziarah ke Makam Bung Hatta dalam Rangkaian Menuju Puncak Harkopnas ke-79
- Bulog Andalkan Beras Kita sebagai Identitas Baru Beras Nasional, Target 2 Juta Ton
- Model Kemitraan PTPN I di Jember Dongkrak Pendapatan Petani dan Ekspor Tembakau
- Pakar Hukum Trisakti: Ancaman terhadap Polisi Saat Bertugas Tak Bisa Ditoleransi
Tour de Lebaran Belum Usai! Iing Misbahuddin: Perut Boleh Full, Silaturahmi Jalan Terus

Keterangan Gambar : Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H Iing Misbahuddin
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Kalau kamu merasa hari pertama Idul Fitri sudah cukup "menguras tenaga" karena bolak-balik makan opor, namun siap-siap karena hari kedua justru babak lanjutan!
Hal itu disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka, H. Iing Misbahuddin, lewat unggahan santai di media sosial. Minggu, (22/03/2026).
Menurutnya, setelah hari pertama fokus di keluarga inti, kini saatnya naik level: silaturahmi ke sanak saudara yang lebih jauh. Ibarat game, ini sudah masuk stage berikutnya dengan tantangan yang sama: makan lagi!
Baca Lainnya :
- SDN Mirat III Ambruk, Mendadak Dapat Revitalisasi Rp 1 Miliar
- Polres Majalengka Amankan Aksi Damai, Pemda Terima Aspirasi
- Gerindra Majalengka Gaspol Kaderisasi, 100 Calon Kader Dilepas
- Aspirasi Warga Tak Lagi Mandek, DPRD Majalengka Kebut Proyek Miliaran
- Aspirasi Warga Terealisasi 2026, Jembatan Cijurey Siliwangi Dibangun Rp 19 Miliar
"Hari kedua Idul Fitri, rute silaturahmi masih berlanjut," tulisnya.
Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu pun dengan gaya jenaka mengingatkan, jangan sampai Lebaran cuma jadi ajang "balas dendam" kuliner setelah puasa sebulan penuh.
"Bukan cuma soal opor yang ludes, "ujarnya," tapi obrolan hangat dan maaf yang tulus."
Kalimat ini langsung relatable karena di lapangan, sering kali niat silaturahmi berubah jadi "misi mencicipi semua menu". Dari ketupat, opor, sambal goreng, sampai kue kering yang entah sudah berapa toples.
Namun di balik candaan itu, Iing menegaskan satu hal penting: Lebaran adalah tentang kembali mendekatkan hati, bukan sekadar mengenyangkan perut.
Ia juga menyentil realita klasik: perjalanan silaturahmi yang kadang lebih melelahkan daripada mudik itu sendiri. Tapi tetap saja, semua terbayar ketika bertemu keluarga.
"Sejauh apa pun melangkah, keluarga dan sahabat adalah tempat pulang paling nyaman," pesannya.
Menutup unggahannya, Iing seolah memberi energi tambahan bagi warga yang masih melanjutkan "maraton Lebaran".
"Selamat melanjutkan silaturahmi!"
Jadi, kalau hari ini kamu sudah bilang "ini rumah terakhir" tapi ternyata masih ada undangan berikutnya, tenang... kamu tidak sendiri. Lebaran memang bukan soal kuat makan, tapi kuat jalan dan kuat hati untuk tetap tersenyum. ** (Agit)

















