- Tour de Lebaran Belum Usai! Iing Misbahuddin: Perut Boleh Full, Silaturahmi Jalan Terus
- Open House Idulfitri 1448 H, Bupati Barito Utara Pererat Silaturahmi dan Umumkan Juara Pawai Mobil Hias
- Bupati Barito Utara Sholat Idulfitri Bersama Warga di Masjid Raya Shirathal Mustaqim
- Takbir Bergema, Barito Utara Rayakan Malam Kemenangan Dengan Pawai Meriah
- Wasekjen PRSI Muhamad Ied Hadiri Halal Bihalal di Balai Kota DKI
- PRSI Hadiri Bukber di Kantor Staf Presiden, Dorong SDM Berbasis Teknologi
- H. Iing Misyahudin: Idul Fitri Momentum Sucikan Hati dan Bangkit Bangun Majalengka
- Idul Fitri 2026: Perempuan Jadi Pilar Ekonomi Keluarga di Masa Sulit
- Bupati Majalengka Resmi Lepas Takbir Keliling Sambut Idul Fitri 1447 H
- Politisi Muda Disabilitas BambsoesHadir dalam Buka Puasa Bersama IKAL Lemhannas RI di Kantor Staf Presiden
Tour de Lebaran Belum Usai! Iing Misbahuddin: Perut Boleh Full, Silaturahmi Jalan Terus

Keterangan Gambar : Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H Iing Misbahuddin
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Kalau kamu merasa hari pertama Idul Fitri sudah cukup "menguras tenaga" karena bolak-balik makan opor, namun siap-siap karena hari kedua justru babak lanjutan!
Hal itu disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka, H. Iing Misbahuddin, lewat unggahan santai di media sosial. Minggu, (22/03/2026).
Menurutnya, setelah hari pertama fokus di keluarga inti, kini saatnya naik level: silaturahmi ke sanak saudara yang lebih jauh. Ibarat game, ini sudah masuk stage berikutnya dengan tantangan yang sama: makan lagi!
Baca Lainnya :
- Tour de Lebaran Belum Usai! Iing Misbahuddin: Perut Boleh Full, Silaturahmi Jalan Terus
- H. Iing Misyahudin: Idul Fitri Momentum Sucikan Hati dan Bangkit Bangun Majalengka
- Bupati Majalengka Resmi Lepas Takbir Keliling Sambut Idul Fitri 1447 H
- Legislator DPR RI Ateng Sutisna Hadirkan Posko Mudik Gratis di Pantura Subang - Pamanukan
- Ateng Sutisna Soroti Target Nol Open Dumping 2026, Dorong Reformasi Total dan Solusi RDF Berbasis Desa
"Hari kedua Idul Fitri, rute silaturahmi masih berlanjut," tulisnya.
Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu pun dengan gaya jenaka mengingatkan, jangan sampai Lebaran cuma jadi ajang "balas dendam" kuliner setelah puasa sebulan penuh.
"Bukan cuma soal opor yang ludes, "ujarnya," tapi obrolan hangat dan maaf yang tulus."
Kalimat ini langsung relatable karena di lapangan, sering kali niat silaturahmi berubah jadi "misi mencicipi semua menu". Dari ketupat, opor, sambal goreng, sampai kue kering yang entah sudah berapa toples.
Namun di balik candaan itu, Iing menegaskan satu hal penting: Lebaran adalah tentang kembali mendekatkan hati, bukan sekadar mengenyangkan perut.
Ia juga menyentil realita klasik: perjalanan silaturahmi yang kadang lebih melelahkan daripada mudik itu sendiri. Tapi tetap saja, semua terbayar ketika bertemu keluarga.
"Sejauh apa pun melangkah, keluarga dan sahabat adalah tempat pulang paling nyaman," pesannya.
Menutup unggahannya, Iing seolah memberi energi tambahan bagi warga yang masih melanjutkan "maraton Lebaran".
"Selamat melanjutkan silaturahmi!"
Jadi, kalau hari ini kamu sudah bilang "ini rumah terakhir" tapi ternyata masih ada undangan berikutnya, tenang... kamu tidak sendiri. Lebaran memang bukan soal kuat makan, tapi kuat jalan dan kuat hati untuk tetap tersenyum. ** (Agit)
















