- Pemprov DKI Jakarta Resmi Cabut Izin Operasional B Fashion dan The Seven terkait Peredaran Narkotika
- Peserta UKW di Barito Utara Diberi Pembekalan, Wartawan Senior Tekankan Etika dan Verifikasi Berita
- Komitmen Hijau BNI: Konservasi Satwa Dilindungi hingga Pemberdayaan Desa Penyangga
- Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih di Jatim-Jateng, Tonggak Baru Ekonomi Desa
- Menikmati Sunrise dari Atas Awan, Nimo Highland Jadi Primadona Libur Panjang
- Dukung Suporter Indonesia di Thailand Open 2026, BNI Andalkan QRIS wondr by BNI
- Menkop Ajak Koperasi Tebu Rakyat Miliki Saham Pabrik Gula
- Ditreskrimum Polda Metro Siapkan Tim Buru Begal dan Kejahatan Jalanan 24 Jam
- Wujudkan Swasembada Gula Kementan Kerjasama CV Lang Buana Tanam Bibit Unggul Tebu Aas Agribun
- BNI Perkuat Dukungan untuk PBSI, Regenerasi Atlet Bulu Tangkis Indonesia Kian Bersinar
Suara dari Hutan Majalengka : Ketua Komisi III DPRD Ingatkan Arah Pembangunan Harus Tunduk pada SDGs

Keterangan Gambar : Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H Iing Misbahuddin,
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Di bawah rimbun pepohonan, di hadapan papan bertuliskan "Pentingnya Keberadaan Hutan bagi Kehidupan", H Iing Misbahuddin menyampaikan pesan yang lebih dari sekadar imbauan. Bagi Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka itu, hutan adalah penanda arah. Apakah pembangunan masih berpihak pada masa depan, atau mulai menggerusnya perlahan.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera tersebut menegaskan, isu kelestarian hutan tidak bisa dipisahkan dari agenda besar United Nations melalui Sustainable Development Goals (SDGs). Menurutnya, konsep pembangunan berkelanjutan bukan jargon global, melainkan panduan konkret bagi daerah yang sedang bertumbuh cepat seperti Majalengka.
"Dalam membangun, kita jangan lupa konsep pembangunan berkelanjutan dengan memperhatikan lingkungan atau SDGs. Pembangunan harus tetap berjalan, namun kelestarian lingkungan yang kita pinjam dari anak cucu harus kita kembalikan dalam kondisi yang lebih baik," tegasnya.
Baca Lainnya :
- BRI Life Hadirkan CSR Berkelanjutan: Dari Kesehatan Mata hingga Penguatan Ekonomi Desa
- Komisi III DPRD Bongkar Krisis Sampah Majalengka, DLH Disorot
- YPPM Ungkap Alasan Pilih Otong Syuhada Jadi Rektor UNMA
- DPR RI Bongkar Fakta Gudang Bulog Penuh, Beras Aman hingga 2027
- DPRD Majalengka Bongkar Dilema Galian C Ilegal : Lingkungan Rusak, Rakyat Terjepit
Sebagai pimpinan komisi yang membidangi infrastruktur dan lingkungan di DPRD Kabupaten Majalengka, Iing menyaksikan langsung bagaimana laju pembangunan kerap berhadapan dengan persoalan tata ruang, alih fungsi lahan, hingga menyusutnya ruang hijau.
Ia mengingatkan, kemajuan fisik tanpa kalkulasi ekologis adalah utang yang kelak ditagih alam dengan cara yang mahal: krisis air, udara tercemar, dan bencana ekologis.
Bagi Iing, keberhasilan pembangunan modern tak lagi cukup diukur dari panjang jalan, tinggi gedung, atau tebalnya beton yang dicor. Ukuran keberhasilan harus ikut menilai seberapa terjaganya hutan, sumber air, kualitas udara, dan keseimbangan ekosistem yang menopang kehidupan warga.
Ia mengajak pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat untuk menyatukan komitmen pada prinsip SDGs. Pembangunan dan kelestarian lingkungan, tegasnya, bukan dua kutub yang saling bertentangan.
"Pembangunan dan kelestarian lingkungan bukan dua hal yang bertentangan. Keduanya harus berjalan beriringan." Pesan dari ruang hijau itu menjadi refleksi penting bagi daerah yang tengah bergerak cepat.
Di tengah geliat investasi dan pembangunan, suara legislatif ini mengingatkan bahwa hutan bukan penghambat kemajuan melainkan fondasi keberlanjutan kehidupan.** (Agit)









1.jpg)







