- Warga Cium Bau Tak Sedap, Ustaz Latif Ditemukan Meninggal Diperkirakan Sudah 3 Hari
- Kementerian UMKM Gandeng Bank Sumut Salurkan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana
- Kemenkop Berikan Klarifikasi Terkait Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi.
- Intensifkan Patroli Malam, Babinsa bersama Komduk Sasar Lokasi Rawan.
- Kepala Kantah Kab Tangerang Ikuti Monitoring, Evaluasi dan Pembinaan Kinerja di Lingkungan Kanwil BPN Banten.
- Bedah Masalah, Sachrudin: Bahas Tuntas dan Segera Ditangani.
- HUT ke-31, Tirta Benteng Genjot Pelayanan dan Tawarkan Sambungan Baru Rp237 Ribu.
- Jiham Nur Hadiri Groundbreaking Jembatan Lahei, Dorong Infrastruktur Buka Akses Ekonomi Masyarakat
- Jembatan Lahei Dibangun, Plt Damang Apresiasi, Sebut Jembatan Jadi Kebutuhan Masyarakat
- Titiek Soeharto Dorong Pemerintah Serap Telur Peternak dan Atasi Kelangkaan Jagung
Serius Tangani Sampah, Gubernur Banten Tekankan Pengurangan Sampah Organik dari Sumber
Sampah Organik dari Sumber

Keterangan Gambar : Penanganan sampah
Megapolitanpos.com, Kota Tangsel – Upaya mengurangi sampah organik dari sumber terus digencarkan Gubernur Banten Andra Soni melalui langkah konkret di tingkat paling dasar. Salah satunya dengan mendistribusikan Toren Pupuk Organik Cair (POC) dan Biogas ke sejumlah TPS3R Tangsel dan bank sampah di Kota Tangerang Selatan.
Kebijakan ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Banten untuk mengurangi ketergantungan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Program pendistribusian Toren POC tersebut menyasar fasilitas pengelolaan sampah berbasis masyarakat, termasuk TPS3R di Kelurahan Pakulonan, Kecamatan Serpong Utara. Melalui fasilitas ini, sampah organik rumah tangga dapat diolah langsung di lingkungan warga sehingga volume residu yang dibuang ke TPA bisa ditekan secara signifikan.
Baca Lainnya :
- Warga Cium Bau Tak Sedap, Ustaz Latif Ditemukan Meninggal Diperkirakan Sudah 3 Hari
- Kementerian UMKM Gandeng Bank Sumut Salurkan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana
- Kemenkop Berikan Klarifikasi Terkait Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi.
- Intensifkan Patroli Malam, Babinsa bersama Komduk Sasar Lokasi Rawan.
- Kepala Kantah Kab Tangerang Ikuti Monitoring, Evaluasi dan Pembinaan Kinerja di Lingkungan Kanwil BPN Banten.
Lurah Pakulonan, Dwi Santoso, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Gubernur Banten kepada wilayahnya. Menurutnya, kehadiran fasilitas pengolah sampah organik ini menjadi penguat peran TPS3R sebagai garda terdepan pengelolaan sampah berbasis lingkungan.
“Alhamdulillah, kami menerima toren pengolah sampah organik dari Pak Gubernur. Mudah-mudahan ini menjadi fasilitas pendukung TPS3R di wilayah kami dalam mengurangi sampah organik,” ujar Dwi Santoso, Kamis (29/1/2026).
Seiring dengan penyaluran fasilitas, pendampingan dan edukasi masyarakat menjadi faktor kunci agar pengelolaan sampah berjalan berkelanjutan. Ketua Banksasuci Foundation, Ade Yunus, menegaskan bahwa alat tanpa pendampingan hanya akan menjadi simbol, bukan solusi jangka panjang.
Ia menilai, keseriusan Gubernur Andra Soni terlihat dari pendekatan menyeluruh yang tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan fisik, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah dari rumah.
“Bantuan toren Pengolah sampah dari Gubernur ini bentuk keseriusan untuk menangani sampah dari lingkup paling bawah. Targetnya jelas, menggeser kebiasaan warga agar bisa mengurangi residu ke TPA. Pendampingan itu maraton, bukan kegiatan sesaat,” ujar Ade.
Lebih lanjut, Ade menekankan pentingnya peran stakeholders terkait dalam melakukan pemantauan rutin terhadap TPS3R agar fasilitas yang diberikan benar-benar berfungsi optimal.
"Dengan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan warga, pengelolaan sampah organik dari sumber diyakini mampu menjadi solusi nyata atas darurat sampah di Tangerang Selatan," Tandasnya.
Melalui pendekatan ini, Pemerintah Provinsi Banten berharap pola pengelolaan sampah tidak lagi berorientasi buang-angkut, melainkan pengolahan mandiri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.[red]


.jpg)













