- Mulai 31 Agustus, Pemkot Jaktim Larang PKL Berjualan di Trotoar Jalan Raya Bogor Kramat Jati
- Semarak HUT RI Ke-81, PAUD Melati 08 Kalibata Gelar Aneka Lomba
- Karang Taruna RW 09 Kalibata Gelar Pesta Kemerdekaan Meriah pada 29 Agustus 2026
- Bupati Shalahuddin Tinjau Rumah Lanting di Sungai Barito yang Terdampak Surut
- Sebanyak 329 Rumah Tidak Layak Huni di Tangsel Tuntas Dibedah, Pondok Aren Terbanyak
- Kemenhub: Transportasi di Kalimantan Tetap Beroperasi di Tengah Karhutla.
- Polres Majalengka Kedepankan Langkah Preventif Tekan Knalpot Brong
- Gulkarmat Jakut Gencarkan Edukasi Cegah Kebakaran di Tengah Perayaan HUT ke-81 RI
- Lomba Kreasi Layang - Layang Ajarkan Generasi Muda Produktif dan Lebih Berkegiatan Positif
- Drakor di Tambang Batubara: Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban, Mafia Legal Formal,.
RT RW Bersama Warga Sepakat Dana Kompensasi dikelola Untuk Fasum Perumahan Jatinegara Baru

Keterangan Gambar : Musyawarah pengurus RW- RT bersama Warga perumahan Jatinegara Baru. (Foto: Lexi).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Beredarnya berita sepihak disalah satu media online dengan judul “Larang Material Masuk Komplek Taman Jatinegara Ketua RT06 dan RW 016 Diduga Peras Warga Rp3 Miliar", Ketua RW 016 dan RT 06 Perumahan Taman Jatinegara, Jakarta Timur, bakal mengajukan upaya hukum atas pemberitaan tersebut yang menurutnya merugikan pihaknya.
" Terkait dengan uang kompensasi digunakan untuk memperbaiki fasilitas sosial (Fasos) dan fasilitas umum (Fasum) di perumahan Jatinegara Baru, warga telah menyepakatinya bersama-sama," ujar Kun Hidayat, SH, Ketua RW 016 di Balai Warga Perumahan Taman Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu, 7 November 2024, didampingi Ketua RT 06, dan para pengurus lainnya.
“Berita itu menurut saya adalah tidak benar dan fitnah. Karena kami selalu Ketua RW tidak pernah melakukan pemerasan. Saya juga tidak melakukan penyalahgunaan kekuasaan, seperti yang dituduhkan dalam berita itu,” papar Kun Hidayat.
Baca Lainnya :
- PT. Perkebunan Karanganyar Lepas 80 Hektare ke Masyarakat
- PB. Formula: Hukum Cenderung Tajam Ke Bawah Tapi Tumpul Ke Atas
- Polemik Jabatan Ketua KONI Kota Blitar, Ini Kata Hendi Priono
- Kementerian ATR/BPN Tegaskan Dukungan terhadap Proses Hukum Kasus di Kantah Kota Serang
- Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani, Dinilai Provokatif dan Picu Perpecahan

Poto: Pengurus RT dan RW bersama warga dalam musyawarah di Balai perumahan Jatinegara Baru, nampak hadir perwakilan dari media online yang memberitakan, sempat ricuh namun terkendali.
Dikatakannya, uang kompensasi diberikan pemilik lahan di perumahan Jatinegara Baru. Sebab, lahan tersebut akan dikomersilkan.
“Jadi kompensasi tersebut berdasarkan musyawarah warga RW 016 pada Mei 2024. Semula warga sepakati kompensasi sebesar Rp3 miliar. Tapi disepakati dengan pemilik lahan menjadi Rp1,2 miliar,” terang Kun Hidayat kepada awak media.

Kun Hidayat menerangkan, uang kompensasi tersebut sudah diserahkan kepada warga melalui Ketua rukun tetangga (RT). Dan sudah digunakan untuk membangun gapura perumahan, perbaikan jalan di perumahan dan fasilitas umum(fasum) lainnya.
“Pak RW tidak bisa bisa memiliki rekening, jadi uang kompensasi disimpan di rekening atas nama pribadi,” urainya.
Ia juga mengungkapkan, uang kompensasi disepakati melalui musyawarah di tingkat kelurahan, Kecamatan hingga Walikota.
Masih kata Kun Hidayat, diterangkan selama komplek Perumahan Taman Jatinegara, Jakarta Timur ditinggalkan oleh pihak pengembang, maka warga bersama pengurus mengelola lingkungannya dengan biaya gorong royong dari iuran dan lainnya.

" Jadi tidak ada dana dari pemerintah, kami dananya dari swasembada masyarakat, katanya.
Lebih jauh Kun menyayangkan pihak media yang memberitakan tersebut tidak melakukan cek dan ricek, tidak konfirmasi ke pengurus dan dia menduga" ada yang memprovokasi".
" Saya dalami bahwa media yang memberitakan itu tidak jelas sumbernya, tidak berijin, maka kami tetap akan lakukan proses hukum," tutupnya.
Di tempat yang sama, Ketua RT. 06 Perumahan Taman Jatinegara, Jakarta Timur, Ridho Hakiki menambahkan, uang kompensasi dikelola secara terbuka dan disampaikan kepada warga.
“Uang kompensasi ini digunakan untuk perbaikan jalan. Karena dalam pembangunan pasti kendaraan pembawa material akan menyebabkan jalan rusak,” kata Ridho.
Ia mengatakan, dari uang kompensasi RT 06 telah menerima Rp300 juta. Dan digunakan untuk pembangunan kolam renang yang rusak, lapangan bulutangkis hingga lampu di seluruh perumahan.
Sementara itu, Ikhsan salah satu warga RT.06 yang juga dewan Masjid Al Jabbar mengaku uang kompensasi disepakati melalui musyawarah di tingkat kelurahan, kecamatan dan walikota.
“Jadi uang kompensasi disepakati tidak dengan paksaan. Dan kompensasi dimanfaatkan untuk kebaikan warga di perumahan, kami dan para warga lainnya merasakan manfaatnya dan tidak keberatan sama sekali,"pungkasnya. ( Reporter: Achmad Sholeh Alek).


.jpg)














