- Polres Majalengka Bongkar 20 Kasus, 40 Tersangka Diciduk!
- Sinergi Tegakkan Keamanan, Babinsa Gandeng Komduk Patroli Malam.
- Menkop Tekankan Percepatan Reforma Agraria Berbasis Koperasi
- Menteri Maman Ajak Mahasiswa Jadi Problem Solver, Bukan Sekadar Pencari Kerja
- Kartu Huma Betang Sejahtera Diserahkan, Pemprov dan Pemkab Perkuat Perlindungan Masyarakat
- Wagub Kalteng Serahkan Bantuan Pangan untuk Warga Terdampak Karhutla di Barito Utara
- Tak Hanya Beri Kepastian Hukum, Sertipikasi Rumah Ibadah Tegaskan Eksistensi Jemaat Gereja.
- Layanan Pengukuran Terjadwal, Masyarakat Dapatkan Kepastian Waktu Ukur Tanah dengan Cepat.
- Waspada Bencana Hidrometeorologi, Sachrudin Minta Aparat Wilayah Lebih Sigap.
- Maulid Nabi Jadi Momentum Sinergi Ulama dan Umaro, Sachrudin: Bangun Kota dengan Kepedulian.
Proyek Geothermal Halmahera Barat Disorot, Komisi XII DPR RI Dorong Evaluasi

Keterangan Gambar : Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PKS, H Ateng Sutisna,
MEGAPOLITANPOS.COM JAKARTA - Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PKS, H. Ateng Sutisna, mendesak pemerintah untuk meninjau ulang rencana proyek pengelolaan panas bumi di wilayah kerja panas bumi (WKP) Telaga Rano, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.
Desakan tersebut disampaikan menyusul sorotan publik terkait dugaan afiliasi perusahaan pengelola proyek, PT Ormat Geothermal Indonesia, dengan pihak yang memiliki keterkaitan dengan Israel. Isu tersebut memicu perhatian luas dan menjadi perbincangan di berbagai ruang publik.
Sebagai anggota Komisi XII DPR RI yang membidangi energi, sumber daya mineral, lingkungan hidup, dan investasi, Ateng menilai pemerintah perlu bersikap hati - hati serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut.
Baca Lainnya :
- Polres Majalengka Bongkar 20 Kasus, 40 Tersangka Diciduk!
- PWI Majalengka Menggema, Doa untuk 8 Orang Hilang di Krakatau
- Koramil 04/Ciledug Turun Tangan, Pasar Lembang Dibersihkan dari Sampah.
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
- Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang.
"Pemerintah perlu meninjau ulang proyek geothermal di Telaga Rano untuk memastikan tidak ada kepentingan yang merugikan bangsa, sekaligus menjawab sensitivitas publik terhadap isu yang berkembang," ujar Ateng. dikutip dari akun instagram miliknya. Jumat, (06/03/2026)
Menurutnya, pengelolaan sumber daya alam, termasuk energi panas bumi, harus dilakukan secara transparan serta mengutamakan kepentingan nasional. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam proyek strategis tersebut.
Proyek geothermal Telaga Rano sendiri merupakan bagian dari upaya pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia yang diharapkan mampu mendukung kebutuhan listrik nasional sekaligus memperkuat bauran energi bersih.
Namun, munculnya isu afiliasi perusahaan dengan Israel membuat sejumlah pihak meminta pemerintah melakukan kajian ulang secara komprehensif, baik dari sisi kerja sama internasional, aspek geopolitik, maupun kepentingan nasional.
Ateng berharap pemerintah dapat memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat agar polemik yang berkembang tidak menimbulkan kesalahpahaman serta dapat disikapi secara objektif dan proporsional. ** (Agit)


.jpg)
.jpg)












