- Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal.
- Wujud Nyata Koramil, Ciptakan Situasi Wilayah Aman dan Kondusif
- Maryono Apresiasi Kontribusi Ormas dalam Menjaga Trantibum.
- 20 Siswa Keracunan MBG SPPG Cik Ditiro Telan Korban Diduga Dari Makanan Rolade Telur.
- Kemenkop Fokus Perkuat KDKMP dan Tata Kelola Koperasi Nasional
- Temuan Botol Miras dan Dugaan Pungli di Kalijodo, Pramono: Sudah Saya Minta Dibersihkan
- Bupati Minta Kepala Perangkat Daerah Kawal Pelaksanaan APBD Perubahan 2026 Secara Bertanggung Jawab
- Paripurna APBD Perubahan 2026, Pemkab Barito Utara Tekankan Anggaran Berorientasi Kepentingan Masyarakat
- Nurhadi DPR RI: Keracunan Masal Puluhan Siswa di Blitar BGN, Dinas Kesehatan Investigasi Mendalam .
- Maryono: Jangan Ragu, Asalkan Benar dan Sesuai Aturan!
Menkop Sebut, Kopdes di NTT akan Menjadi Ekosistem Baru Ekonomi

Keterangan Gambar : Menkop Ferry Juliantono
MEGAPOLITANPOS.COM, Kupang, NTT - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono didampingi Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena meninjau dan berdiskusi bersama pengurus serta anggota Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Manulai II di Kupang, Sabtu (25/04/2026).
Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Kepala Dinas Koperasi NTT Linus Lusi, Ketua KKMP Manulai II Roby Dami, Staf Khusus Menteri Bidang Harmonisasi dan Kolaborasi Ekosistem Koperasi Wahyono, Direktur Bisnis LPDB Koperasi Oetje Koesoema Prasetia, dan sejumlah undangan lainnya.
Dalam diskusi tersebut Menkop menyampaikan bahwa koperasi adalah alat perjuangan bagi ekonomi yang lemah sekaligus menjadi sarana pemberdayaan masyarakat untuk tumbuh lebih mandiri dan berdaya saing. Dengan adanya KKMP Manulai II, maka hadir kekuatan baru. Dimulai dengan menjual barang-barang sederhana, Menkop yakin koperasi ini akan bisa berkembang beberapa tahun ke depan.
Baca Lainnya :
- Kemenkop Fokus Perkuat KDKMP dan Tata Kelola Koperasi Nasional
- Wamen UMKM Helvi Moraza Ungkap 3 Kunci UMKM Indonesia Tembus Pasar Global
- Kemenkop Kembali Tegaskan Isu Anggaran Rp103 Miliar Untuk Podcast Tidak Tepat
- Kementerian UMKM Dorong Pengusaha Perkuat Fundamental Sebelum Menembus Pasar Ekspor
- Kementerian UMKM Siapkan Insentif 50 Persen di Marketplace, Media Diminta Kawal UMKM Naik Kelas
“Tapi, yang lebih penting adalah ruhnya kita, semangatnya kita, dan saya yakin dengan semangat pak Ketua KKMP Manulai II Roby Dami, nanti bangunan fisik yang makin bagus itu akan membersamai semangat untuk membangun koperasi sebagai badan usaha milik masyarakat itu bisa berkembang menjadi kekuatan baru ekonomi masyarakat,” ujar Menkop.
Kemudian, nanti KKMP Manulai dilengkapi dengan barang dagangannya dan pembiayaannya bisa dibantu oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi.
Lebih lanjut Menkop menjelaskan bahwa Bapak Presiden menyampaikan keinginannya bahwa program strategis nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini adalah instrumen untuk menjadikan masyarakat jangan lagi hanya sebagai penerima manfaat, tapi masyarakat juga menjadi pelaku usaha.
Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menambahkan, seperti yang dikatakan Menkop Ferry bahwa kita tidak lagi hanya sekadar simpan pinjam. Jadi, harus kerja kolaborasi. Pihaknua siap melakukan kolaborasi dan menjadi bagian yang juga mendorong dan membesarkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
“Jadi, kita sekarang hidup pada era harus saling topang, saling dukung. Artinya, Kita jangan hanya sekadar produksi saja. Tapi sampai pada urusan hilirisasi, distribusi, pemasaran, dan bahkan sampai industri. Kita bisa main semua di situ,” ucap Gubernur NTT.
Ketua KKMP Manulai II Roby Dami, menjelaskan bahwa pihaknya di Manulai II sudah bisa memberanikan diri untuk memproduksi produk lokal asli NTT.
“Seperti yang kita lihat semua di sini bahwa telah ada gerai sembako. Ini hasil kerja sama dengan berbagai pihak. Ini adalah produk asli NTT sesuai arahan dari Bapak Gubernur dan Wagub NTT. Selanjutnya ada beras juga yang asli dari NTT,” ujar Roby.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).
















