- Hearing DPRD Barito Utara Hasilkan Dua Kesimpulan Penting, Percepatan Raperda P4GN dan Dukungan Anggaran
- Naruk Saritani Sepakat, Hasil Hearing P4GN Jadi Langkah Bersama Perangi Narkoba
- Dukung Relawan Antinarkoba, Taufik Minta Kesbangpol Rinci Kebutuhan Anggaran
- Wamendesa Dorong Produk Unggulan Desa Tembus Pasar Internasional.
- Sachrudin-Baznas, Perkuat Peran Masjid Melalui TBMM.
- Kementerian UMKM Salurkan Bantuan Alat Produksi untuk Pulihkan Usaha Pascabencana di Aceh
- Ekspor Makanan RI Tembus US$4,49 Miliar, 500 Merek dari 13 Negara Ramaikan SIAL 2026
- Bupati Hasbi Sambut Menhan Sjafrie di Lebak, Yonif TP 840 Diminta Dukung Pembangunan Daerah.
- Hadapi Cuaca Ekstrem, Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026 polres Blitar Apel Siaga Bencana.
- 30 Tahun ke Depan, Sachrudin Siapkan Arah Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan.
Menkop Sebut, Kopdes di NTT akan Menjadi Ekosistem Baru Ekonomi

Keterangan Gambar : Menkop Ferry Juliantono
MEGAPOLITANPOS.COM, Kupang, NTT - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono didampingi Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena meninjau dan berdiskusi bersama pengurus serta anggota Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Manulai II di Kupang, Sabtu (25/04/2026).
Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Kepala Dinas Koperasi NTT Linus Lusi, Ketua KKMP Manulai II Roby Dami, Staf Khusus Menteri Bidang Harmonisasi dan Kolaborasi Ekosistem Koperasi Wahyono, Direktur Bisnis LPDB Koperasi Oetje Koesoema Prasetia, dan sejumlah undangan lainnya.
Dalam diskusi tersebut Menkop menyampaikan bahwa koperasi adalah alat perjuangan bagi ekonomi yang lemah sekaligus menjadi sarana pemberdayaan masyarakat untuk tumbuh lebih mandiri dan berdaya saing. Dengan adanya KKMP Manulai II, maka hadir kekuatan baru. Dimulai dengan menjual barang-barang sederhana, Menkop yakin koperasi ini akan bisa berkembang beberapa tahun ke depan.
Baca Lainnya :
- Bangun Kedaulatan Ekonomi, Menkop Dorong Kolaborasi Cendekiawan dan Koperasi
- Jalan Sehat HPN 2026 Wujudkan Kebulatan Tekad Bina Jasmani dan Rokhani .
- Pastikan Pengelolaan Dana Akuntabel, LPDB Koperasi Perkuat sistem Keuangan
- Kongres Nasional Majelis Tahkim Syarikat Islam ke-42 di Surabaya, Resmi Dibuka
- Mendag Budi Santoso Serahkan UKM Pangan Award 2026, Buka Peluang Masuk Ritel Modern
“Tapi, yang lebih penting adalah ruhnya kita, semangatnya kita, dan saya yakin dengan semangat pak Ketua KKMP Manulai II Roby Dami, nanti bangunan fisik yang makin bagus itu akan membersamai semangat untuk membangun koperasi sebagai badan usaha milik masyarakat itu bisa berkembang menjadi kekuatan baru ekonomi masyarakat,” ujar Menkop.
Kemudian, nanti KKMP Manulai dilengkapi dengan barang dagangannya dan pembiayaannya bisa dibantu oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi.
Lebih lanjut Menkop menjelaskan bahwa Bapak Presiden menyampaikan keinginannya bahwa program strategis nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini adalah instrumen untuk menjadikan masyarakat jangan lagi hanya sebagai penerima manfaat, tapi masyarakat juga menjadi pelaku usaha.
Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menambahkan, seperti yang dikatakan Menkop Ferry bahwa kita tidak lagi hanya sekadar simpan pinjam. Jadi, harus kerja kolaborasi. Pihaknua siap melakukan kolaborasi dan menjadi bagian yang juga mendorong dan membesarkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
“Jadi, kita sekarang hidup pada era harus saling topang, saling dukung. Artinya, Kita jangan hanya sekadar produksi saja. Tapi sampai pada urusan hilirisasi, distribusi, pemasaran, dan bahkan sampai industri. Kita bisa main semua di situ,” ucap Gubernur NTT.
Ketua KKMP Manulai II Roby Dami, menjelaskan bahwa pihaknya di Manulai II sudah bisa memberanikan diri untuk memproduksi produk lokal asli NTT.
“Seperti yang kita lihat semua di sini bahwa telah ada gerai sembako. Ini hasil kerja sama dengan berbagai pihak. Ini adalah produk asli NTT sesuai arahan dari Bapak Gubernur dan Wagub NTT. Selanjutnya ada beras juga yang asli dari NTT,” ujar Roby.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).




.jpg)
.jpg)










