- DPMPTSP Barito Utara Kawal Promosi Potensi Daerah di APKASI Otonomi Expo 2026
- PWI Jaya Kembali Gelar UKW, Wartawan Dituntut Profesional dan Berintegritas
- Bank Mandiri Digugat karena Cairkan Kredit Rp200 Juta dengan Jaminan Aset Milik Orang Lain
- Sineas Indonesia Bongkar Formula Film Drama yang Masih Diminati Penonton
- Menkop Buka Kebumen Travel Mart dan Dorong IWAKK Walet Emas Jadi Koperasi
- Banpres Rp1,2 Triliun untuk UMKM Terdampak Bencana Sumatera Disalurkan Bertahap
- AiMOGA Mornine Raih Tiga Sertifikasi Uni Eropa, Siap Ekspansi ke Pasar Global
- BIMA Apresiasi DPR dan Botok, Dorong Pengesahan RUU Perampasan Aset Maksimal 15 Desember 2026
- Peran Penting Kemitraan dengan BRI Talun Dorong UMKM Usaha Fasiatin Naik Kelas dan Berkembang
- Canvas Gemilang 2026 Dapat Respon Positif dari Masyarakat, Wadah Anak Muda Tuangkan Gagasan
Pencuri di Lampung Tewas Usai Ditangkap Polisi, ini penjelasannya

Keterangan Gambar : Poto Istimewa
Megapolitanpos.com, Palembang - Jasad Firullazi (FRZ), warga Ogan Ilir, Sumsel, terduga pelaku pencurian ternak di Lampung, tiba di rumah dalam kondisi penuh luka memar dan lebam di sekujur tubuh. Ia tewas sehari setelah ditangkap polisi di rumahnya di Ogan Ilir Sumsel.
Pihak keluarga mempertanyakan kematian FRZ yang dinilai tak wajar. Keluarga sempat mengambil foto kondisi jasad korban saat dibawa ambulans, Jumat (27/1) malam.
Keponakan FRZ, Uli, mengatakan terdapat banyak luka di tubuh FRZ, di antaranya di kening, hidung, bibir, telinga, dan luka mirip bekas sundutan rokok. Selain itu, pergelangan kaki kanan kiri dan lutut patah serta luka bekas tembak di betis.
Baca Lainnya :
- Kepala Desa Sumberjo Ajarkan Generasi Muda Produktif Kreatif Apa Kiatnya
- Dari UMKM hingga Pantai Teluk Nipah, Relawan Bakti BUMN Tinggalkan Manfaat untuk Desa Bulok
- KTH Blitar Marah Kerahkan Massa Gruduk Perhutani Tuntut Penyelesaian Masalah 90 Hari
- Segenap Jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemerintah Kabupaten Tangerang mengucapkan Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia ke -81
- Ketum Asbanda Tekankan KUB Bukan Cuma Modal, tapi Sinergi IT dan SDM
Luka di kening memar, hidung patah, bibir luka, luka memar di telinga, di badan paman banyak luka seperti disundut rokok. Pergelangan kaki kanan dan kiri patah, lutut kanan patah, di betis ada beberapa luka gosong seperti bekas ditembak," ungkap Uli, seperti dilansir detikSumut, Minggu (29/1/2023).
Jasad FRZ tiba di rumah duka diantar ambulans tanpa didampingi polisi. Keluarga juga menanyakan hasil visum dan surat penyerahan jenazah, tapi tak ada. Pihak keluarga juga mempertanyakan prosedur penangkapan yang dilakukan polisi Lampung tersebut. Usai ditangkap, dalam 1x24 jam FRZ dikabarkan tewas. Keluarga menduga FRZ tewas dianiaya hingga ditembak di perjalanan dari Ogan Ilir menuju Lampung.
"Orang ditangkap itu kan ada prosesnya, diperiksa, disidang. Ini belum 1×24 jam sudah dinyatakan meninggal. Berarti waktu perjalanan dari Indralaya ke Lampung, paman saya disiksa di waktu itu," imbuh dia.
Itu orang, bukan seperti mengantar barang. Surat keterangan penyerahan jenazah, visumnya mana? Itu yang kami sesalkan, kami dari keluarga masih belum terima," katanya.
Sementara itu, keterangan dari pihak kepolisian membenarkan FRZ ditembak saat diamankan. Polisi menyebut FRZ mencoba melawan petugas dan mengeluarkan senjata api.
"Pada saat dilakukan penangkapan, kita sudah melakukan secara humanis, tiba-tiba dia melakukan perlawanan dengan mengeluarkan senjata. Ada indikasi pelaku itu saat diamankan petugas, mengeluarkan senjata yang membahayakan petugas," kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad, Minggu (29/1/2023).
Saat ditangkap, pelaku membawa senjata api, serta melawan petugas yang dapat membahayakan petugas dan orang lain," sambungnya.
FRZ ditangkap polisi karena kasus pencurian hewan ternak di Lampung yang menewaskan pemilik ternak. Pemilik ternak memergoki 4 pelaku, kemudian pelaku menembak pemilik ternak tersebut hingga tewas.
Bahwa dari hasil penyelidikan dan pengembangan pasca kejadian curas (kambing) di wilayah hukum Polres Lampung Utara yang mengakibatkan meninggalnya korban (pemilik kambing) yang ditembak oleh pelaku berjumlah 4 orang spesialis curi hewan ternak, tim gabungan langsung bergerak mengumpulkan bukti-bukti kuat yang mengarah kepada tersangka (Firullazi) dan 3 orang lainnya masih DPO (dalam pengembangan)," sebut Kapolres Lampung Utara AKBP Kurniawan Ismail.
Sementara itu Pengamat Kepolisian Bambang Rukminto ketika dimintai tanggapannya melalui telepon, Selasa(31/01) mengatakan,pihak kepolisian harus bisa menjelaskan sebab kematian tersebut dan menyampaikan hasil otopsi dari rumah sakit agar tidak menimbulkan kecurigaan pihak keluarga korban
"Ya polisi harus bisa menjelaskan kematian itu karena apa, dan tidak menutup kemungkinan juga menyampaikan hasil otopsi agar tak memunculkan kecurigaan dari keluarga yg tewas," kata Bambang Rukminto.(AS)

.jpg)






.jpg)







