- Pidato Kenegaraan Presiden Jadi Momentum Perkuat Sinergi Pemkab Barito Utara dengan Pemerintah Pusat
- Hadiri Paripurna Pidato Kenegaraan, H Nurul Anwar Sampaikan Harapan untuk Indonesia
- Dengarkan Pidato Kenegaraan, Anggota DPRD, Gun Sri Witanto Tekankan Pentingnya Mengisi Kemerdekaan Dengan Amanah UUD 45
- DPRD Barito Utara Gelar Paripurna Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Jelang HUT ke-81 RI
- Menjelang HUT RI ke-81 2026 Legislatif dan Eksekutif Kabupaten Blitar Dengarkan Pidato Presiden Prabowo
- Prabowo Targetkan 30 Ribu Koperasi Merah Putih dan Swasembada Bawang Putih
- Komisi II DPRD Barito Utara Dorong Setiap Desa Miliki Minimal 10 Hektare Kebun Desa
- Komisi III DPRD Fasilitasi Audensi Antara PLN Dengan Keluarga Korban Meninggal Tersengat Listrik
- Naruk Saritani Hadiri Rapat Paripurna Masa Sidang III DPRD Barito Utara
- Anggota DPRD Hadir Dalam Rapat Paripurna Masa Sidang III, Pembahasan Kebijakan Anggaran Barito Utara Berjalan Lancar
Ribuan Relawan MBG Tasikmalaya Turun ke Jalan, Tegaskan Dukungan untuk Program Makan Bergizi Gratis
.jpg)
Keterangan Gambar : Ribuan warga yang tergabung dalam Relawan Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Tasikmalaya menggelar aksi damai
MEGAPOLITANPOS.COM, Tasikmalaya– Ribuan warga yang tergabung dalam Relawan Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Tasikmalaya menggelar aksi damai di halaman Kantor Bupati Tasikmalaya, Singaparna, Kamis (25/6/2026). Di tengah berbagai polemik yang mengiringi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mereka justru menyatakan dukungan agar program nasional tersebut terus berlanjut.
Sejak pukul 10.00 WIB, massa mulai memadati lokasi aksi dengan membawa spanduk, poster, serta berbagai atribut yang berisi dukungan terhadap program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Para peserta menilai Program MBG tidak hanya berkontribusi terhadap pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Dalam sejumlah orasi, para peserta menyoroti keberadaan dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai mampu membuka lapangan pekerjaan baru sekaligus menciptakan peluang usaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Tasikmalaya.
Baca Lainnya :
Ketua Paguyuban Relawan SPPG Kabupaten Tasikmalaya, Ucu Supriatna, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk dukungan masyarakat terhadap program yang manfaatnya telah dirasakan secara langsung.
"Program ini bukan hanya soal makanan bergizi bagi anak-anak, tetapi juga menghidupkan UMKM, menyerap tenaga kerja, dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Karena itu kami mendukung agar program ini terus berjalan," ujar Ucu.
Meski demikian, Ucu menyayangkan tidak hadirnya anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya untuk menerima aspirasi para peserta aksi.
"Kami kecewa tidak ada satu anggota DPRD pun yang hadir. Padahal mereka juga mewakili kita sebagai masyarakat," katanya.
Menurut Ucu, peserta aksi berasal dari berbagai unsur, mulai dari relawan, pengelola dapur SPPG, hingga pelaku UMKM yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem Program MBG. Ia memperkirakan jumlah peserta yang hadir mencapai sekitar 5.000 orang.
"Yang hadir hari ini sekitar 5.000 orang. Itu pun belum seluruh relawan SPPG yang jumlahnya saat ini diperkirakan mencapai sekitar 9.000 orang," ungkapnya.
Aspirasi para relawan diterima langsung oleh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui Ketua Satgas MBG Kabupaten Tasikmalaya, Rubi Azhara. Ia memastikan seluruh masukan yang disampaikan akan diteruskan kepada pihak terkait sesuai kewenangan yang dimiliki.
"Kami mendengar berbagai aspirasi yang disampaikan hari ini. MBG sebagai program strategis tentu memiliki berbagai dampak, baik positif maupun tantangan yang harus dihadapi. Aspirasi teman-teman akan kami sampaikan sesuai kewenangan yang ada," kata Rubi.
Rubi juga menegaskan bahwa pelaksanaan Program MBG di daerah masih berpedoman pada regulasi yang berlaku.
"Acuan kami sebagai satgas adalah Perpres 115 dan sampai saat ini regulasi tersebut masih berlaku," tambahnya.
Aksi damai yang berlangsung sekitar satu jam itu berjalan tertib di bawah pengawalan aparat kepolisian. Tidak ada insiden yang mengganggu jalannya kegiatan. Ribuan peserta menutup aksi dengan lantunan shalawat dan istigasah bersama sebelum membubarkan diri secara damai.(AS/MP).

















