- Mulai 31 Agustus, Pemkot Jaktim Larang PKL Berjualan di Trotoar Jalan Raya Bogor Kramat Jati
- Semarak HUT RI Ke-81, PAUD Melati 08 Kalibata Gelar Aneka Lomba
- Karang Taruna RW 09 Kalibata Gelar Pesta Kemerdekaan Meriah pada 29 Agustus 2026
- Bupati Shalahuddin Tinjau Rumah Lanting di Sungai Barito yang Terdampak Surut
- Sebanyak 329 Rumah Tidak Layak Huni di Tangsel Tuntas Dibedah, Pondok Aren Terbanyak
- Kemenhub: Transportasi di Kalimantan Tetap Beroperasi di Tengah Karhutla.
- Polres Majalengka Kedepankan Langkah Preventif Tekan Knalpot Brong
- Gulkarmat Jakut Gencarkan Edukasi Cegah Kebakaran di Tengah Perayaan HUT ke-81 RI
- Lomba Kreasi Layang - Layang Ajarkan Generasi Muda Produktif dan Lebih Berkegiatan Positif
- Drakor di Tambang Batubara: Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban, Mafia Legal Formal,.
Bulog Andalkan Beras Kita sebagai Identitas Baru Beras Nasional, Target 2 Juta Ton

Keterangan Gambar : Perum Bulog menyiapkan peluncuran Beras Kita
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta– Perum Bulog bersiap meluncurkan lini produk beras baru bertajuk "Beras Kita" dengan target produksi mencapai 2 juta ton sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menyeragamkan identitas produk pangan pemerintah.
Langkah tersebut mengikuti keberhasilan penjenamaan produk pangan nasional sebelumnya, seperti Minyakita dan Gula Manis Kita, yang dinilai mampu meningkatkan pengenalan produk di tengah masyarakat.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan target produksi 2 juta ton telah memperoleh persetujuan dari Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Amran Sulaiman. Namun, harga jual kepada masyarakat masih menunggu keputusan melalui Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
Baca Lainnya :
- Mulai 31 Agustus, Pemkot Jaktim Larang PKL Berjualan di Trotoar Jalan Raya Bogor Kramat Jati
- Semarak HUT RI Ke-81, PAUD Melati 08 Kalibata Gelar Aneka Lomba
- Karang Taruna RW 09 Kalibata Gelar Pesta Kemerdekaan Meriah pada 29 Agustus 2026
- Sebanyak 329 Rumah Tidak Layak Huni di Tangsel Tuntas Dibedah, Pondok Aren Terbanyak
- Kemenhub: Transportasi di Kalimantan Tetap Beroperasi di Tengah Karhutla.
"Kami berencana menyesuaikan harga setelah melalui pembahasan dalam Rakortas bersama Kemenko Pangan. Namun secara fundamental, usulan produksi sebesar 2 juta ton telah disetujui oleh Menteri Pertanian," ujar Rizal di Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Menurut Rizal, penggunaan nama "Beras Kita" bertujuan menciptakan identitas yang mudah dikenali masyarakat sekaligus memperkuat citra produk pangan nasional di bawah satu jenama pemerintah.
Dalam proses produksinya, Bulog akan memanfaatkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Beras medium dengan tingkat pecahan 25 persen akan diproses kembali melalui metode rice-to-rice sehingga menghasilkan beras premium dengan tingkat pecahan maksimal 15 persen dan kadar air 14 persen.
Pada tahap awal, produk akan dipasarkan dalam kemasan 5 kilogram. Namun Bulog tetap membuka peluang menghadirkan berbagai ukuran kemasan sesuai kebutuhan dan daya beli masyarakat.
"Kami akan mengikuti kebutuhan pasar. Jika terdapat preferensi konsumen untuk ukuran yang lebih besar maupun lebih kecil agar lebih terjangkau, kami siap melakukan penyesuaian," jelas Rizal.
Bulog menargetkan produksi dan peluncuran Beras Kita dapat direalisasikan mulai tahun ini hingga pertengahan tahun depan. Saat ini perusahaan masih menunggu pelaksanaan Rakortas guna menetapkan skema harga serta mekanisme operasional sebelum produksi dilakukan secara massal.
"Harapan kami proses ini dapat berjalan dengan cepat. Segera setelah keputusan di Rakortas disahkan, kami akan segera memulai produksi dalam skala masif," pungkasnya.
Peluncuran Beras Kita diharapkan menjadi langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan fluktuasi harga komoditas global.
Deskripsi (Meta Description)
Tag
Bulog, Beras Kita, Ketahanan Pangan, Beras Premium, CBP, Cadangan Beras Pemerintah, Amran Sulaiman, Ahmad Rizal Ramdhani, Harga Beras, Pangan Nasional, Berita Ekonomi, Berita Nasional.(AS/MP).




.jpg)
.jpg)











