- Polri Tangkap 2 Tersangka Jaringan Internasional Penjualan Phishing Tools
- Dari Afrika hingga Amerika Latin, Perebutan Kursi Tertinggi PBB Resmi Dimulai
- Kementerian UMKM Lepas Ekspor 24 Ton Gula Kelapa Organik ke Ghana Senilai Rp1,1 Miliar
- Purbaya Dorong Peran Swasta, Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melaju Lebih Tinggi
- Pupuk Subsidi Aman, Majalengka Tancap Gas Hadapi Kemarau Panjang MT II 2026
- Ketua DPRD Supriadi Menerima Audiensi PSHT Desak Forkopimda Bertindak Tegas
- Digitalisasi ASN Dipercepat, Majalengka Terapkan E-Kinerja BKN untuk Perkuat Transparansi
- Ungkap Industri Vape Etomidate di Tangerang, Ribuan Cartridge Disita Resnarkoba PMJ
- BAZNAS: Kartini Bukan Seremoni, Tapi Gerakan Besar Pemberdayaan Perempuan
- Ketua Komisi III DPRD Majalengka : Perempuan Penopang Utama Peradaban Bangsa
Pemkot Tangerang Fasiltasi Bank Sampah

Megapolitan Pos: Wakil Walikota Tangerang mengatakan keseriusan dan
perjuangan Pemkot Tangerang dalam menangani sampah akan terus dilakukan
sehingga budaya bersih dan sehat benar-benar diaplikasikan oleh seluruh
masyarakat Kota Tangerang.
Berbagai manuver terus dilakukan untuk terus menjadikan Kota Tangerang
tetap sedap dipandang mata dan nyaman untuk ditinggali masyarakat maupun
siapa saja yang datang berkunjung ke Kota Tangerang. Bayangkan, dari
posisi ke-13 kota metropolitan terkotor pada Tahun 2008,
Pemkot Tangerang mampu mengubahnya secara kontinu mulai dari meraih
“Best Effort” di Tahun 2009, anugerah Adipura pada posisi kelima
kategori Kota Metropolitan di 2010, kemudian naik ke peringkat ketiga
pada 2011 hingga mencapai raihan tertinggi pada bidang lingkungan hidup
yaitu anugerah Adipura dan menjadi peringkat pertama se-Indonesia
kategori Kota Metropolitan di Tahun 2012 dan Anugrah Langit Biru dari
Kementerian Lingkungan hidup Tahun 2012.
“Capaian tersebut tak lain berkat kerjakeras serta kerjasama semua
lapisan baik aparatur Pemkot Tangerang maupun masyarakatnya,” paparnya
seraya menegaskan award itu bukanlah tujuan utama akan tetapi bagaimana
kami senantiasa bersinergi dan terus berupaya menjadikan bersih dan
sehat menjadi sebuah budaya dalam kehidupan masyarakat Kota Tangerang,
salah satunya dengan diadakannya kegiatan sosialisasi ini.
Wakil
Walikota juga memaparkan bahwa sampah itu bisa menjadi sebuah berkah
jika kita bisa dan tahu bagaimana mengelolanya. Sampah dapat disulap
menjadi produk yang bernilai ekonomis melalui tangan-tangan terampil dan
peduli akan keberadaan sampah. Seperti bekas bungkus kopi, deterjen
yang dapat dijadikan berbagai aneka kerajinan tas, dompet dan masih
banyak lagi. Seperti halnya yang telah dilakukan di beberapa wilayah
Kota Tangerang.
Oleh karena itu, dihadapan puluhan peserta
sosialisasi seperti RT, RW, kader-kader Posyandu, serta perwakilan dari
masyarakat maupun para penggiat lingkungan atau forum kompos, Wakil
Walikota menginstruksikan untuk memulai dari hal yang paling sederhana
yaitu jangan membuang sampah sembarangan. Karena dari sedikit bisa
menjadi bukit atau tumpukan sampah. “Kalau bukan kita siapa lagi yang
akan mewariskan generasi yang akan datang sebuah tempat yang bersih dan
sehat untuk mereka tinggali,” serunya.
Di akhir
paparannya, Wakil Walikota kembali menegaskan Pemkot akan terus
memfasilitasi masyarakat dengan berbagai sarana dan prasarana pendukung
seperti program 1000 bank sampah, TPA seluas 34,8 ha, dan program
lainnya, sebagai upaya perwujudan pembangunan lingkungan yang bersih
sehat secara komprehensif di seluruh wilayah Kota Tangerang, sehingga
tak hanya tercipta Kota Tangerang yang Bersih, akan tetapi Indonesia
Bersih seperti program yang juga dicanangkan oleh pemerintah pusat.

















