- Bioskop Mini Jak Cinema Hadir di Rusun Pasar Rumput, Warga Bisa Nonton Film Indonesia Mulai Rp15 Ribu
- Kepala Desa Sumberjo Ajarkan Generasi Muda Produktif Kreatif Apa Kiatnya
- PSHT Cabang Kota Blitar Pusat Madiun Boyong 19 Medali di Kejurnas SH Terate UIN Satu Cup IV
- Mulai 31 Agustus, Pemkot Jaktim Larang PKL Berjualan di Trotoar Jalan Raya Bogor Kramat Jati
- Semarak HUT RI Ke-81, PAUD Melati 08 Kalibata Gelar Aneka Lomba
- Karang Taruna RW 09 Kalibata Gelar Pesta Kemerdekaan Meriah pada 29 Agustus 2026
- Bupati Shalahuddin Tinjau Rumah Lanting di Sungai Barito yang Terdampak Surut
- Sebanyak 329 Rumah Tidak Layak Huni di Tangsel Tuntas Dibedah, Pondok Aren Terbanyak
- Kemenhub: Transportasi di Kalimantan Tetap Beroperasi di Tengah Karhutla.
- Polres Majalengka Kedepankan Langkah Preventif Tekan Knalpot Brong
Listrik Padam di Tengah Paripurna, DPRD Tetap Gas Kritik Keras Kinerja Pemda 2025

Keterangan Gambar : Kondisi saat paripurna di Aula Rapat DPRD Majalengka
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majalengka, Kamis (30/04/2026), mendadak diwarnai insiden listrik padam. Di tengah agenda krusial penyampaian rekomendasi terhadap LKPJ Tahun Anggaran 2025, aliran listrik tiba-tiba terhenti, membuat seluruh perangkat pengeras suara tidak berfungsi.
Namun situasi itu tidak menghentikan jalannya sidang. Penyampaian pandangan resmi tetap dilanjutkan secara manual tanpa mikrofon, menciptakan suasana hening sekaligus tegang di Aula Rapat DPRD Majalengka. Para anggota dewan tetap bertahan, menyimak langsung setiap poin kritik yang disampaikan.
Pandangan Ketua DPRD H. Didi Supriadi dibacakan oleh Wakil Ketua I H. Deden Hardian Narayanto. Dalam kondisi serba terbatas, substansi kritik justru terdengar lebih "telanjang" lugas, keras, dan tanpa distraksi.
Baca Lainnya :
- Polres Majalengka Kedepankan Langkah Preventif Tekan Knalpot Brong
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
Kemiskinan Masih Jadi Alarm Utama
DPRD menegaskan bahwa penurunan kemiskinan harus menjadi tolok ukur utama keberhasilan pembangunan, bukan sekadar pertumbuhan ekonomi. Angka kemiskinan yang masih berada di kisaran 10,31 persen dinilai belum menunjukkan progres signifikan.
Sorotan diarahkan pada lemahnya integrasi antar perangkat daerah, ketidakakuratan basis data, serta program yang belum menyentuh akar persoalan. DPRD juga mendorong perluasan kepesertaan BPJS bagi masyarakat miskin sebagai langkah konkret perlindungan sosial.
Industrialisasi Disorot, Jangan Eksklusif
Arah industrialisasi daerah turut dikritik. DPRD mengingatkan agar pembangunan industri tidak bersifat elitis dan hanya menguntungkan kelompok tertentu. Pemerintah daerah diminta memastikan masyarakat lokal ikut terlibat dan meningkat kapasitasnya.
Pertanian Didorong Naik Kelas
Di sektor pertanian, DPRD menekankan pentingnya modernisasi berbasis teknologi, perlindungan lahan, hingga hilirisasi komoditas agar memiliki nilai tambah. Stabilitas harga juga dinilai krusial untuk menjaga keberlangsungan petani.
Sinergi antara sektor pertanian dan industri pengolahan disebut sebagai kunci agar ekonomi daerah tidak berjalan di tempat.
Fiskal Daerah Ikut Dibedah
Tak luput, DPRD juga menyoroti kualitas pendapatan dan belanja daerah. Pendapatan dinilai harus diperkuat dari sektor pajak dan pengelolaan aset, sementara belanja daerah masih belum optimal dalam memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Banyak organisasi perangkat daerah (OPD) dinilai masih berorientasi pada output, bukan outcome.
Peringatan Keras untuk OPD
DPRD mengingatkan seluruh OPD agar tidak lagi sekadar melaporkan realisasi anggaran, tetapi mampu menunjukkan dampak nyata program. Rendahnya realisasi di sejumlah sektor juga disorot, termasuk aspek transparansi.
Pesan Tegas : Uang Rakyat Harus Terasa
Meski sempat terganggu listrik padam, rapat paripurna justru menegaskan satu hal pentingnya komitmen pengawasan DPRD tidak akan padam.
Pesan yang disampaikan tegas setiap rupiah anggaran harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jika tidak, DPRD memberi sinyal akan memperketat pengawasan pada tahun anggaran berikutnya. ** (Agit)

















