- DPMPTSP-KADIN Barito Utara Satukan Langkah Tarik Investasi,Hilirisasi Jadi Prioritas
- Hendi Resmi Dilantik, Sangkanurip Perkuat Mesin Pembangunan Desa
- Usia 19 Tahun, Kecamatan Sindang Tancap Gas Wujudkan Majalengka Sae
- DPRD Dorong Madrasah Jadi Alternatif Pendidikan Berkualitas dalam Program Sekolah Gratis
- Amankan Pengesahan Warga Baru PSHT Sebanyak 480 Personil Disiagakan
- Warisan Leluhur yang Tetap Hidup, Hajat Laut Pangandaran Dorong Pariwisata Daerah
- Disambut Meriah di Istana Merdeka, Presiden Steinmeier Bahas Kerja Sama Strategis dengan Prabowo
- 585 Personel Gabungan Jajaran Polda Metro Disiagakan pada Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman
- Pesan Megawati Kepada Generasi Muda Dalam Bulan Bung Karno
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Semakin Semarak dengan Pertunjukan Barongsai Berkelas Dunia
Jeritan dari Daerah! H. Iing Misbahuddin, SM, SH Soroti Ketimpangan Nasib Buruh

Keterangan Gambar : Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H Iing Misbahuddin SM, SH
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 tak berhenti sebagai seremoni tahunan. Dari daerah, suara keras menggema ke panggung nasional. Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H. Iing Misbahuddin, SM, SH melontarkan kritik tajam terhadap arah pembangunan yang dinilai masih kerap menempatkan buruh di posisi pinggiran.
Dalam pernyataannya, Iing menegaskan bahwa buruh bukan sekadar angka statistik, melainkan fondasi utama yang menjaga roda industri tetap bergerak. Namun, ia menilai, kontribusi besar itu belum sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan yang diterima.
"Berapa lama lagi keringat buruh dijadikan dasar pembangunan tanpa mereka benar-benar menikmati hasilnya?" ujarnya. Jumat, (1/5/2026).
Baca Lainnya :
- Hendi Resmi Dilantik, Sangkanurip Perkuat Mesin Pembangunan Desa
- Usia 19 Tahun, Kecamatan Sindang Tancap Gas Wujudkan Majalengka Sae
- Pertamax Naik, Usaha Rakyat Terpukul! Pedagang dan Ojol di Majalengka Menjerit
- Bupati Eman Puji Reksa Siaga TNI AU, Warga Majalengka Takjub
- Gerak Serentak PKK Majalengka Guncang Desa :26 Kecamatan Disisir, Bantuan Digelontorkan
Ia mengingatkan, pertumbuhan ekonomi yang tidak disertai keadilan sosial hanya akan melahirkan ketimpangan baru. Menurutnya, pembangunan yang mengabaikan kesejahteraan pekerja berpotensi menciptakan krisis jangka panjang.
"Jangan bangun kemajuan di atas penderitaan. Itu bukan pembangunan, melainkan pengorbanan sepihak," tegasnya.
Lebih lanjut, Iing mendorong adanya kolaborasi yang nyata antara pemerintah, pelaku industri, dan pekerja. Ia menekankan bahwa hubungan industrial yang sehat merupakan kunci bagi stabilitas ekonomi yang berkelanjutan.
Momentum May Day, lanjutnya, harus menjadi titik refleksi bersama bukan sekadar peringatan simbolik. Ia menilai, sudah saatnya buruh ditempatkan sebagai subjek utama dalam kebijakan pembangunan.
Dari Majalengka, pesan itu kini menguat. Tanpa keadilan bagi buruh, pertumbuhan ekonomi hanya akan menjadi angka tanpa makna. ** (Agit)

















