- Cegah Kejahatan Malam, TNI Dan Komduk Intensifkan Patroli/Siskamling .
- Bupati Tangerang Sambangi Bayi Berpenyakit Jantung.
- Kementerian UMKM Integrasikan SAPA UMKM dengan InaExport untuk Perkuat Ekspor
- JPO Alun-alun Majalengka Mulai Dibangun, Bakal Jadi Ikon Baru Kota
- Iing Misbahuddin di Sadawangi, Kalimat Singkatnya Jadi Perhatian
- SOSIALISASI PERSIAPAN PERINTIS: PERALIHAN HAK TERINTEGRASI 10 HARI DI KABUPATEN TANGERANG.
- Tingkatan Kualiats Pengajar, Kamenag Kab Tangerang Gelar Pembinaan Guru Non PNS.
- Alhamdulilah Elim Tyu Samba Nahkodai KONI Kota Blitar Gema Olah Raga Semakin Menggelegar.
- Bupati Shalahuddin Hadiri Puncak Hari Jadi ke-67 Kabupaten Barito Selatan
- Anto Febrianto Gaspol! Pemuda Majalengka Diajak Jauhi Narkoba
Jeritan dari Daerah! H. Iing Misbahuddin, SM, SH Soroti Ketimpangan Nasib Buruh

Keterangan Gambar : Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H Iing Misbahuddin SM, SH
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 tak berhenti sebagai seremoni tahunan. Dari daerah, suara keras menggema ke panggung nasional. Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H. Iing Misbahuddin, SM, SH melontarkan kritik tajam terhadap arah pembangunan yang dinilai masih kerap menempatkan buruh di posisi pinggiran.
Dalam pernyataannya, Iing menegaskan bahwa buruh bukan sekadar angka statistik, melainkan fondasi utama yang menjaga roda industri tetap bergerak. Namun, ia menilai, kontribusi besar itu belum sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan yang diterima.
"Berapa lama lagi keringat buruh dijadikan dasar pembangunan tanpa mereka benar-benar menikmati hasilnya?" ujarnya. Jumat, (1/5/2026).
Baca Lainnya :
- JPO Alun-alun Majalengka Mulai Dibangun, Bakal Jadi Ikon Baru Kota
- Iing Misbahuddin di Sadawangi, Kalimat Singkatnya Jadi Perhatian
- Anto Febrianto Gaspol! Pemuda Majalengka Diajak Jauhi Narkoba
- Polres Majalengka Bongkar 20 Kasus, 40 Tersangka Diciduk!
- PWI Majalengka Menggema, Doa untuk 8 Orang Hilang di Krakatau
Ia mengingatkan, pertumbuhan ekonomi yang tidak disertai keadilan sosial hanya akan melahirkan ketimpangan baru. Menurutnya, pembangunan yang mengabaikan kesejahteraan pekerja berpotensi menciptakan krisis jangka panjang.
"Jangan bangun kemajuan di atas penderitaan. Itu bukan pembangunan, melainkan pengorbanan sepihak," tegasnya.
Lebih lanjut, Iing mendorong adanya kolaborasi yang nyata antara pemerintah, pelaku industri, dan pekerja. Ia menekankan bahwa hubungan industrial yang sehat merupakan kunci bagi stabilitas ekonomi yang berkelanjutan.
Momentum May Day, lanjutnya, harus menjadi titik refleksi bersama bukan sekadar peringatan simbolik. Ia menilai, sudah saatnya buruh ditempatkan sebagai subjek utama dalam kebijakan pembangunan.
Dari Majalengka, pesan itu kini menguat. Tanpa keadilan bagi buruh, pertumbuhan ekonomi hanya akan menjadi angka tanpa makna. ** (Agit)
















