- KAI dan INKA Pastikan Perawatan 7 Trainset KRL iE305 Tepat Target, Safety Jadi Prioritas
- Terima Barang Rampasan Negara dari KPK, Sekjen ATR/BPN: Untuk Mendukung Layanan kepada Masyarakat.
- Patroli Malam Bersama Komduk Perkuat Kamtibmas di Wilayah Kodim 0506/Tgr.
- Mintarsih Ungkap Hutang Blue Bird Taxi Lebih Dari Hartanya dan Aset Minus
- Dokumen Boedel Pailit Dipersoalkan, Kuasa Hukum Abu Hasan Minta Pengadilan Lakukan Audit
- Komisi II DPRD Kota Blitar Panggil Suplayer dan Toko Mitra KKMP Atas Temuan Beras Apeg di Masyarakat.
- Kodim 0510/Tigaraksa Gelar Pembinaan Mental untuk Perkuat Ketahanan Personel.
- Sinyal Bahaya di Bogor: Anak Usia 6 Tahun Mulai Terlibat Kasus Kekerasan, DPRD Desak RAD 2027
- DPRD Kota Bogor Raih Penghargaan Kementerian Hukum RI atas Pengharmonisasian Raperda
- H. Karnain Asyhar Dorong Tabligh Akbar Jadi Wadah Penguatan Mental Keluarga dan Rujukan Umat
Organisasi Madura Kompak Dorong Emil Dardak Pimpin Jawa Timur

Keterangan Gambar : Forum Mahasiswa Madura (Formad) se-Jabodetabek pada acara pengukuhan pengurus Formad periode 2025–2026 di Kantor Penghubung Pemda Jawa Timur.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, mendapat dukungan kuat dari kalangan mahasiswa Madura untuk maju menjadi Gubernur Jawa Timur menggantikan Khofifah Indar Parawansa yang kini tersandung kasus dugaan korupsi dana hibah bansos.
Dukungan tersebut disampaikan Forum Mahasiswa Madura (Formad) se-Jabodetabek pada acara pengukuhan pengurus Formad periode 2025–2026 di Kantor Penghubung Pemda Jawa Timur, Jakarta. Ketua Umum Formad, Sholeh, secara tegas menyatakan bahwa Emil Dardak dinilai sosok yang tepat dan layak memimpin Jawa Timur ke depan.
.jpg)
Baca Lainnya :
- BBWS Jatim Warning Penambang Galian C Ilegal Acam Kurungan Penjara.
- Pengurus KONI Kota Blitar Keluhkan Anggaran Cabor Tak Kunjung Cair
- Pramono Anung Dukung Kolaborasi Bank Jakarta-Persija, Target Juara untuk 500 Tahun Jakarta
- Bukan Sekadar Sponsor, Bank Jakarta Bangun Kemitraan Strategis dengan Persija
- Kementerian UMKM Optimistis Petani Lebih Sejahtera Lewat KUR dan Penguatan Kelompok Tani
Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan organisasi kemaduraan, antara lain Ikama (Ikatan Keluarga Madura), Ormas Madas Nusantara Pusat dan DKI Jakarta, para mantan Ketua Umum Formad, mahasiswa, serta tokoh masyarakat Madura lainnya. Pernyataan dukungan itu langsung disambut tepuk tangan meriah dari para undangan.
Dukungan ini muncul di tengah mencuatnya kasus dugaan korupsi dana hibah bansos Jawa Timur senilai Rp21 triliun, yang pertama kali dilaporkan LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat). Kasus tersebut telah menyeret 21 tersangka, termasuk anggota dewan dan oknum partai politik. Gubernur Khofifah sendiri sudah diperiksa KPK karena disebut mengetahui aliran dana tersebut.
Meski mendapat dukungan terbuka, Emil Dardak memilih merespons dengan santai. Ia hanya mengapresiasi keberadaan Formad dan berjanji mendukung aktivitas organisasi mahasiswa tersebut, termasuk usulan agar Pemprov Jawa Timur menyediakan sekretariat bagi Formad di Jakarta.
Namun, menurut Ormas Madas (Masyarakat Madura Asli) Nusantara, pernyataan Formad tersebut memiliki nilai politis yang cukup besar. Pasalnya, jika Khofifah terbukti bersalah dan dipenjara, maka otomatis Emil Dardak akan naik menggantikannya sebagai Gubernur Jawa Timur.
“Saya rasa statemen Ketum Formad tepat. Emil Dardak sosok pemimpin humble, merakyat, dan tidak sombong, beda dengan Khofifah. Jadi kalau banyak dukungan dari warga Madura, termasuk Madas Nusantara, itu sangat wajar. Masyarakat butuh pemimpin yang baik dan visioner,” tegas Jusuf Rizal, Presiden LSM LIRA sekaligus tokoh Madura-Batak yang juga memimpin Madas Nusantara. di Jakarta, Selasa,(23/09/2025).
Sebagai catatan, Madas Nusantara adalah organisasi baru yang berdiri satu tahun lalu untuk mewadahi warga Madura di seluruh Nusantara dan diaspora di luar negeri. Organisasi ini dipimpin oleh KRH. HM. Jusuf Rizal, SH, pria keturunan Raja Sumenep Arya Wiraraja berdarah Madura-Batak, dengan jajaran pengurus seperti H. Acmad Fauzi (Ketua Harian), H. Mutarom (Waketum), H. Abbas Muni (Bendum), Syamsul Arifin (Ketua OKK), Andi Wijiono (Panglima Brikom), Arif (Ketua Koperasi dan UMKM), serta Ranti Tanjung (Koordinator BPJS).(Reporter: Achmad Sholeh Alek).


.jpg)













