- Mulai 31 Agustus, Pemkot Jaktim Larang PKL Berjualan di Trotoar Jalan Raya Bogor Kramat Jati
- Semarak HUT RI Ke-81, PAUD Melati 08 Kalibata Gelar Aneka Lomba
- Karang Taruna RW 09 Kalibata Gelar Pesta Kemerdekaan Meriah pada 29 Agustus 2026
- Bupati Shalahuddin Tinjau Rumah Lanting di Sungai Barito yang Terdampak Surut
- Sebanyak 329 Rumah Tidak Layak Huni di Tangsel Tuntas Dibedah, Pondok Aren Terbanyak
- Kemenhub: Transportasi di Kalimantan Tetap Beroperasi di Tengah Karhutla.
- Polres Majalengka Kedepankan Langkah Preventif Tekan Knalpot Brong
- Gulkarmat Jakut Gencarkan Edukasi Cegah Kebakaran di Tengah Perayaan HUT ke-81 RI
- Lomba Kreasi Layang - Layang Ajarkan Generasi Muda Produktif dan Lebih Berkegiatan Positif
- Drakor di Tambang Batubara: Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban, Mafia Legal Formal,.
Merasa Disepelekan Penambang Pasir Lokal Warga Karangrejo Garum Geger Minta CV Penambang Baru Berhenti Operasi

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Gara gara masuknya penambang pasir baru yang diduga belum melengkapi perijinan, sejumlah penambang pasir dan batu warga lokalan desa Karangrejo Garum dan sekitarnya menggelar aksi memprotes CV yang masih menjalankan aktifitas penambangan.
Menurut Asmono (54) masyarakat yang selama ini menambang dialiran Kali Putih kali lahar Gunung Kelud, tepatnya di Desa Karangrejo Kecamatan Garum Kabupaten Blitar, kini tengah meradang, pasalnya disejumlah tempat penambang menggunakan alat berat berhenti total setelah ada aduan masyarakat, namun selama dua pekan terakhir, muncul CV pendatang baru, yang melakukan penambangan di area tersebut.
Mereka mempersoalkan tidak adanya komunikasi dan sosialisasi sebelumnya, dengan warga sekitar, sehingga mereka sejumlah warga mempertanyakan izin dari aktivitas tambang yang dilakukan CV tersebut.
Baca Lainnya :
- Polres Majalengka Kedepankan Langkah Preventif Tekan Knalpot Brong
- Dua Moment Penting Rangkum Kebersamaan Kader DPC Partai Demokrat, Taget 6 Kursi Parlemen
- BEN Carnival 5 Kota Blitar Potret Kebhinekaan Adat Budaya 37 Provinsi Tampil Memukau
- Anggota Damkar Positif Narkoba, Dinas Terkait Tes Urine Massal Untuk Pegawai
- Diduga Lalai Mematikan Kompor LPG Warung Pujasera Istana Gebang Nyaris Ludes Terbakar
"Selama ini sebenarnya banyak penambang entah manual maupun menggunakan alat, namun kondusif dan tidak pernah ada pertikaian. Akan tetapi dengan masuknya penambang baru itu membuat semua warga resah. Nyatanya warga kami belum pernah diajak koordinasi," ujar Asmono selaku tokoh masyarakat setempat, Rabu 27 Desember 2023.
Asmono juga menyebut, dirinya tak mau masyarakat lokal hanya menjadi penonton di wilayahnya sendiri. Manfaat dari aktivitas pertambangan sejatinya harus dirasakan oleh warga sekitar.
"Disaat mereka menambang, warga sekitar hanya jadi penontonnya saja. Karena mereka merasa punya izin, meskipun kita warga sekitar tidak tau sejauh mana izinnya apakah memang sudah memiliki ataupun belum. Namun yang pasti sampai detik ini mereka tidak pernah koordinasi maupun sosialisasi terhadap kita," tambahnya.
Sebenarnya masyarakat pun tidak mempermasalahkan kegiatan penambangan, selama hal itu tetap menjadikan lingkungan kondusif. Namun, bila ada penambang baru dan muncul konflik diantara para penambang lainnya, masyarakat sekitar pun ikut resah.
Saat itu dilakoasi penambangan pasir kali putih dihadiri oleh Kepolisian Polres Blitar Kota dan sejumlah personil dari Perhutani Blitar. (za/mp)















