- Merasa Dirugikan Ratusan Juta Rupiah, Pemilik Percetakan Laporkan Tiga Mantan Karyawan
- Hadapi Ketidakpastian Global, Bank Jakarta Percepat Transformasi Digital dan Penguatan Risiko
- Jawaban Bupati Majalengka Soal APBD 2025 : PAD, Pajak, hingga Infrastruktur
- Iing Misbahuddin Soroti 87 Tambang Ilegal, Pajak Majalengka Bocor
- Harganas 2026 Meledak! Bupati Majalengka Guncang Isu Ayah Absen
- Momentum 8 Dekade BNI, Transformasi Perkuat Kinerja dan Daya Saing
- Tak Sekadar Santunan, Pemkot Tangerang Dorong Penerima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan Lebih Produktif
- Serahkan 5.000 Sertifikat Halal, Maryono: Sinergi Wujudkan UMKM Makin Naik Kelas
- Harganas 2026, Kemensos Tegaskan Negara Harus Hadir untuk Keluarga Indonesia
- Momentum Harganas Ke-33, Sachrudin: Keluarga Berkualitas Fondasi Wujudkan Generasi Emas
Merasa Disepelekan Penambang Pasir Lokal Warga Karangrejo Garum Geger Minta CV Penambang Baru Berhenti Operasi

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Gara gara masuknya penambang pasir baru yang diduga belum melengkapi perijinan, sejumlah penambang pasir dan batu warga lokalan desa Karangrejo Garum dan sekitarnya menggelar aksi memprotes CV yang masih menjalankan aktifitas penambangan.
Menurut Asmono (54) masyarakat yang selama ini menambang dialiran Kali Putih kali lahar Gunung Kelud, tepatnya di Desa Karangrejo Kecamatan Garum Kabupaten Blitar, kini tengah meradang, pasalnya disejumlah tempat penambang menggunakan alat berat berhenti total setelah ada aduan masyarakat, namun selama dua pekan terakhir, muncul CV pendatang baru, yang melakukan penambangan di area tersebut.
Mereka mempersoalkan tidak adanya komunikasi dan sosialisasi sebelumnya, dengan warga sekitar, sehingga mereka sejumlah warga mempertanyakan izin dari aktivitas tambang yang dilakukan CV tersebut.
Baca Lainnya :
- Jawaban Bupati Majalengka Soal APBD 2025 : PAD, Pajak, hingga Infrastruktur
- Iing Misbahuddin Soroti 87 Tambang Ilegal, Pajak Majalengka Bocor
- Harganas 2026 Meledak! Bupati Majalengka Guncang Isu Ayah Absen
- Hendi Budi Yuantoro Menuju Kursi Parlemen DPRD Kabupaten Blitar PAW PDI P perjuangan
- Panggih Riadi, Kembali Mengabdi untuk Desa Sumberboto Maju
"Selama ini sebenarnya banyak penambang entah manual maupun menggunakan alat, namun kondusif dan tidak pernah ada pertikaian. Akan tetapi dengan masuknya penambang baru itu membuat semua warga resah. Nyatanya warga kami belum pernah diajak koordinasi," ujar Asmono selaku tokoh masyarakat setempat, Rabu 27 Desember 2023.
Asmono juga menyebut, dirinya tak mau masyarakat lokal hanya menjadi penonton di wilayahnya sendiri. Manfaat dari aktivitas pertambangan sejatinya harus dirasakan oleh warga sekitar.
"Disaat mereka menambang, warga sekitar hanya jadi penontonnya saja. Karena mereka merasa punya izin, meskipun kita warga sekitar tidak tau sejauh mana izinnya apakah memang sudah memiliki ataupun belum. Namun yang pasti sampai detik ini mereka tidak pernah koordinasi maupun sosialisasi terhadap kita," tambahnya.
Sebenarnya masyarakat pun tidak mempermasalahkan kegiatan penambangan, selama hal itu tetap menjadikan lingkungan kondusif. Namun, bila ada penambang baru dan muncul konflik diantara para penambang lainnya, masyarakat sekitar pun ikut resah.
Saat itu dilakoasi penambangan pasir kali putih dihadiri oleh Kepolisian Polres Blitar Kota dan sejumlah personil dari Perhutani Blitar. (za/mp)
















