- Warisan Leluhur yang Tetap Hidup, Hajat Laut Pangandaran Dorong Pariwisata Daerah
- Disambut Meriah di Istana Merdeka, Presiden Steinmeier Bahas Kerja Sama Strategis dengan Prabowo
- 585 Personel Gabungan Jajaran Polda Metro Disiagakan pada Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman
- Pesan Megawati Kepada Generasi Muda Dalam Bulan Bung Karno
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Semakin Semarak dengan Pertunjukan Barongsai Berkelas Dunia
- BNI Apresiasi Prestasi Alwi Farhan di Australia Open 2026, Pembinaan PBSI Dinilai Berhasil
- Jaga Stabilitas Keamanan Koramil 06/ Cbd dan Koramil 09/Setu Patroli Malam
- Berikan Pengarahan di Kantah Kota Samarinda, Wamen Ossy: ATR/BPN Harus Jadi Solusi Atas Pembangunan di Kalimantan Timur
- Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis dalam Mendukung Asta Cita Presiden
- Sambut Kedatangan Megawati di Bulan Bung Karno Sebagai Loyalitas Kader Partai
Menkop: Peran Gen Z Dapat Membawa Kopdes Merah Putih Lebih Modern

Keterangan Gambar : Menkop Ferry Juliantono
MEGAPOLITANPOS.COM, Surabaya - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono masa depan koperasi Indonesia berada di tangan Gen z. Energi, kreativitas, dan keberanian generasi Gen Z akan menentukan arah pengembangan koperasi ke depan terutama dengan hadirnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
"Melalui kemampuan digital marketing, koneksi bisnis online sampai inovasi produk dan layanan, Gen Z dapat membawa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih melompat lebih cepat dan modern," kata Menkop saat menjadi narasumber di acara "Indonesia Punya Kamu" yang diselenggarakan Garuda TV dan Universitas Airlangg (UNAIR), di Surabaya, Senin (24/11).
Hadir dalam acara tersebut Staf Khusus Presiden Bidang EKonomi Kreatif Yovie Widianto, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Walikota Surabaya Eri Cahyadi, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni UNAIR Mochamad AMin Alamsjah, Direktur Pemberitaan Garuda TV Elly Husin dan ratusan mahasiswa UNAIR.
Baca Lainnya :
- Ketua Dewan Pembina PP MES Ma,ruf Amin Lantik Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah Periode 2026-2031
- Menkop Ajak Lulusan Universitas Trilogi Agar Jadi Motor Penggerak KDKMP
- Kemenkop Siap Koreksi Pelaksanaan KDKMP, Dorong Peran Aktif Masyarakat
- Menkop Ajak Koperasi Tebu Rakyat Miliki Saham Pabrik Gula
- Dekranasda Bersama Kemenkop Bersinergi Bantu Usaha Lokal Di Kalbar Untuk Siap Ekspor
Menkop mengatakan sekitar 80 ribu lebih Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan menciptakan ekosistem ekonomi yang baru dan kuat di Indonesia. Koperasi yang selama ini dianggap kecil dan diremehkan, akan menjadi kekuatan ekonomi yang besar dan menjadi mesin pertumbuhan di Indonesia.
Menkop menyampaikan koperasi adalah amanat konstitusi dan sesuai dengan karakter masyarakat Indonesia. Namun, hampir 30 tahun terakhir, ekonomi rakyat di desa makin tersisih oleh tengkulak, rentenir, dan pinjol.
Banyak desa masih minim listrik, internet, obat, hingga harga barang yang lebih mahal dari kota. Oleh sebab itu, Presiden Prabowo menegaskan pembangunan ekonomi harus dimulai dari bawah, dari desa.
Melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, pemerintah ingin mengubah masyarakat desa menjadi subjek ekonomi. Kopdes akan menyalurkan kebutuhan warga, menjadi offtaker produk desa, menampung hasil panen dan ikut menyalurkan bantuan pemerintah.
Ekosistem ini diharapkan menciptakan jutaan lapangan kerja, terutama bagi anak muda yang menjadi penentu masa depan koperasi.
Menkop juga mengemukakan, sejunlah usaha besar di dunia ini sebenarnya dikelola oleh koperasi, seperti FC Barcelona dan Rabobank. Ini menunjukkan bahwa koperasi bisa menjadi kekuatan ekonomi besar. Dengan rencana lebih dari 80 ribu Kopdes/Kel Merah Putih, yang fokus pada menggerakkan produk dalam negeri, koperasi Indonesia juga bisa tumbuh setara industri besar.
Oleh sebab itu, Menkop mengatakan, Presiden memerintahkan agar koperasi secara cepat mengejar ketertinggalan dari BUMN dan swasta. Koperasi harus sama majunya dengan BUMN dan swasta; koperasi harus punya andil dalam pembangunan.
Menkop mengatakan dengan pembentukan Kopdes Merah Putih yang sudah berjumlah lebih 82 ribu koperasi, maka akan menciptakan nilai tambah yang sangat luar biasa. Dari keanggotaan koperasi, yang saat ini berjumlah 29 juta anggota koperasi akan terjadi peningkatan signifikan. Jika anggota tiap Kopdes/kel Merah Putih berjumlah 1000 orang, akan bertambah setidaknya 80 juta partisipasi anggota masyarakat.
"Belum lagi ada akan ada 80 ribu gerai sembako, yang dikelola secara ritel modern yang dimiliki oleh koperasi. Akan ada 80 ribu lembaga keuangan mikro di desa dan kelurahan, ada 80 ribu klinik desa yang dilengkapi tenaga medis, 80 ribu warehouse. Ada 80 ribu truk kendaraan yang memperlancar distribusi barang milik desa," lanjut Menkop.
"Selama ini koperasi dianggap kecil. Sekarang kita buktikan, koperasi akan menjadi ekosistem bisnis yang kuat, seperti yagng diharapkan oleh Pendiri Republik, Bung Hatta. Kita harus bisa berdaulat di negeri sendiri," tegas Menkop.
Karena itu, Menkop mendorong koperasi dan kampus masuk ke sektor produksi dengan mengambil peran sebagai produsen untuk menghasilkan produk-produk yang selama ini dihasilkan oleh industri. Produk-produk yang dihasilkan tersebut dapat dijual melalui outlet di Kopdes/Kel Merah Putih.
"Kami siap berkolaborasi dengan kampus dan daerah, termasuk UNAIR untuk membangun masa depan ekonomi rakyat yang lebih kuat dan berkeadilan," kata Menkop.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

.jpg)



.jpg)











