- Kinerja BNI Melesat, Transformasi Digital dan BRAVE Jadi Motor Pertumbuhan
- PTPN I Percepat Optimalisasi Aset, Siapkan Mesin Pertumbuhan Baru untuk Ketahanan Pangan
- Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik, Pemkab Barito Utara Laksanakan Kaji Tiru ke DIY
- Elim Tyu Samba Dampingi Ketua MPR RI Ziarah Ke Makam Bung Karno
- Ateng Sutisna dan Viking Majalengka Gelar Festival Nobar Persib Meriah
- Dari Mangrove hingga Internet Publik, Program PLN di Pulau Sabira Raih Predikat Platinum
- BMKG Prediksi Jakarta Cerah hingga Cerah Berawan Sepanjang Senin, Suhu Capai 33 Derajat Celsius
- Tanpa Kedip, PLN Jaga Keandalan Listrik Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Berjalan Sukses
- Peluncuran Buku Abdul Rivai Ras Tegaskan Peran Strategis PTPN I bagi Indonesia
- HUT ke-81 RI: doa kebangsaan lintas agama tegaskan Bhinneka Tunggal Ika
Kinerja BNI Melesat, Transformasi Digital dan BRAVE Jadi Motor Pertumbuhan

Keterangan Gambar : BNI mencatat kinerja solid pada semester I 2026 dengan pertumbuhan kredit 24,4 persen
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta– PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan kinerja fundamental yang solid hingga semester I 2026 di tengah tantangan likuiditas industri perbankan serta dinamika geopolitik dan ekonomi global.
Pertumbuhan kredit yang sehat dan terdiversifikasi, struktur pendanaan yang kuat, kualitas aset yang terjaga, serta transformasi bisnis dan digital yang berkelanjutan menjadi fondasi utama BNI dalam menciptakan pertumbuhan berkualitas dan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.
Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan perseroan terus memperkuat fundamental bisnis melalui strategi pertumbuhan yang berorientasi pada kualitas, penguatan bisnis inti, serta transformasi organisasi dan digital secara konsisten.
Baca Lainnya :
- Kinerja BNI Melesat, Transformasi Digital dan BRAVE Jadi Motor Pertumbuhan
- JakOne Mobile Antar Bank Jakarta Raih Digital Excellence Awards 2026
- Direktur Utama Bank Jakarta: Keamanan Siber Kunci Masa Depan Perbankan Digital
- Momentum 8 Dekade BNI, Transformasi Perkuat Kinerja dan Daya Saing
- Pasangan Muda Indonesia Bersinar di Macau Open 2026, BNI dan PBSI Petik Hasil Pembinaan Jangka Panjang
“Di tengah perubahan lingkungan bisnis yang semakin dinamis, BNI mengarahkan sumber daya pada sektor dan ekosistem yang memiliki prospek pertumbuhan sehat. Pendekatan ini memungkinkan perseroan menjaga produktivitas aset sekaligus meningkatkan relevansi layanan bagi nasabah di setiap segmen,” ujar Putrama.
Menurutnya, arah pengembangan bisnis tersebut sejalan dengan agenda transformasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia yang menitikberatkan pada penguatan fundamental perusahaan, tata kelola profesional, serta penciptaan nilai secara berkelanjutan.
Transformasi digital dan BRAVE dorong produktivitas
Hingga akhir Juni 2026, jumlah pengguna wondr by BNI mencapai 15,1 juta, dengan volume transaksi tumbuh 110 persen secara tahunan.
Pada segmen wholesale, jumlah pengguna BNIdirect mencapai 280 ribu, dengan volume transaksi meningkat 17 persen menjadi Rp6.039 triliun.
Selain itu, implementasi BRAVE (Branch, Region & Area Value Empowerment) telah diterapkan di seluruh wilayah operasional BNI. Program ini memperkuat fungsi kantor cabang sebagai pusat penjualan, meningkatkan produktivitas jaringan, serta mengoptimalkan potensi bisnis di setiap daerah.
“Melalui BRAVE, setiap wilayah dan kantor cabang memiliki peran yang semakin kuat dalam menggali potensi ekonomi lokal serta membangun ekosistem bisnis,” kata Putrama.
Kredit tumbuh berkualitas, pendanaan tetap kuat
Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengatakan hingga akhir Juni 2026, kredit BNI tumbuh 24,4 persen menjadi Rp968,5 triliun.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh portofolio kredit yang semakin terdiversifikasi pada segmen korporasi, menengah, UMKM, hingga konsumer.
Di sisi pendanaan, CASA BNI tumbuh 11,2 persen sehingga mempertahankan rasio CASA pada level 65,4 persen. Cost of fund dana pihak ketiga juga membaik menjadi 2,56 persen, dibandingkan 2,78 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penguatan fundamental tersebut turut mendorong peningkatan pendapatan inti perseroan. Net interest income (NII) tumbuh 14,2 persen menjadi Rp22,3 triliun, sedangkan fee-based income (FBI) meningkat 14,2 persen menjadi Rp9 triliun.
Laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) mencapai Rp18,5 triliun, tertinggi sepanjang sejarah BNI untuk periode semester pertama, sementara laba bersih tercatat Rp10,8 triliun.
“Peningkatan pendapatan tidak hanya berasal dari ekspansi kredit, tetapi juga dari pertumbuhan transaksi, solusi cash management, layanan digital, serta aktivitas berbasis komisi lainnya,” ujar Paolo.
Kualitas aset tetap terjaga
Direktur Risk Management BNI David Pirzada mengatakan kualitas aset yang sehat merupakan hasil penerapan manajemen risiko yang disiplin dan konsisten.
Hingga akhir Juni 2026, rasio loan at risk (LAR) membaik dari 11,0 persen menjadi 8,1 persen, sementara rasio non-performing loan (NPL) berada pada level 1,9 persen.
BNI juga mempertahankan kebijakan pencadangan yang konservatif untuk memperkuat ketahanan neraca sekaligus mendukung ekspansi bisnis secara sehat.
“BNI terus memperkuat sistem peringatan dini agar setiap perubahan profil risiko dapat diidentifikasi dan ditangani secara lebih cepat,” kata David.
Memasuki paruh kedua 2026, BNI akan memperkuat struktur pendanaan, menjaga pertumbuhan kredit yang berkualitas, mempertahankan kualitas aset, serta melanjutkan transformasi BRAVE dan digital untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing secara berkelanjutan.(AS/JO).



.jpg)






.jpg)




