- Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games 2026, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI
- Menkop: Penempatan Manajer KDKMP untuk Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah
- Meriahkan HUT ke-7, Kogabwilhan II Gelar Olahraga Bersama dan Aksi Sosial.
- Babinsa Ajak Warga Perkuat Keamanan dan Kerukunan Wilayah.
- Tradisi Korps, Kodim 0510/Tigaraksa Terima Warga Baru Letkol Inf Yudha Fuady Putra.
- Kodim 0506/Tgr Lalui Koramil Jajaran Salurkan Bantuan Air Bersih Paada Masyarakat.
- Apresiasi Wajib Pajak Teladan Bupati Blitar Rijanto Anugerahkan BliTaX Award 2026.
- Kodim 0808/Blitar Lakukan Droping Air Bersih Untuk Warga Sumberagung Panggungrejo.
- Fraksi DPRD Mulai Bedah RAPBD Barito Utara 2027, Arah Anggaran Jadi Sorotan
- Presiden Prabowo Minta Layanan BPJS Kesehatan Ditingkatkan, Antrean Pasien Harus Lebih Singkat
Kemenkop Fasilitasi MoU Koperasi Gambir & ID FOOD untuk Ekspor ke India-Pakistan

Keterangan Gambar : Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Langkah nyata hilirisasi dan penguatan ekonomi berbasis kerakyatan kembali ditunjukkan oleh sektor koperasi. Koperasi Produsen Syariah Gambir Anam Koto Mandiri asal Sumatera Barat resmi menjalin kerja sama strategis dengan Holding Pangan BUMN, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait ekspor komoditas gambir.
Prosesi penandatanganan yang berlangsung di Kantor Kementerian Koperasi (Kemenkop), Jakarta, pada Selasa (23/6) ini menjadi tonggak penting dalam mengintegrasikan produsen lokal ke dalam ekosistem perdagangan global. Kerja sama ini membidik potensi pasar di India dan Pakistan dengan estimasi nilai mencapai USD 732.831 (sekitar Rp11,72 miliar) dan target pengiriman 20 ton gambir per bulan.
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari, menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin kolaborasi ini berhenti di atas kertas. Ia memberikan tenggat waktu yang tegas agar implementasi konkret dapat terjadi dalam waktu dekat.
Baca Lainnya :
- Menkop: Penempatan Manajer KDKMP untuk Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah
- Kementerian UMKM dan Barantin Permudah Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor
- 14 Ribu Keluarga Penerima Manfaat Disiapkan Masuk Ekosistem Kewirausahaan Kementerian UMKM
- Wahana Edukasi Wisata Eco Park Joko Pangon 3,8 M Agkat Ekonomi Pelaku UMKM Kota Blitar.
- Kemenkop dan KSP Bahas Penguatan KDKMP Sebagai Simpul Distribusi Barang Bersubsidi
"Saya berharap sebelum 3 bulan langsung terjadi transaksi kontrak bisnis dan barang sudah dikirim dalam bentuk hilirisasi," ujar Destry dalam arahannya.
Turut hadir pada acara penandatanganan MoU adalah Staf Ahli Menteri Bidang Kebijakan Publik Kemenkop Koko Haryono dan Asisten Deputi Pemasaran Kemenkop Fiter Baresman Silaen.
Destry juga menyoroti tantangan yang ada yaitu konsistensi jumlah supply dan mutu produk saat pesanan mulai melonjak. Melalui pelibatan lintas kementerian, pemerintah berkomitmen mengawal standardisasi internasional (seperti HACCP) untuk menjaga marwah produk Indonesia.
Ia juga berharap agar regulasi perdagangan luar negeri dapat diperketat supaya pembeli asing tidak bisa langsung membeli bahan baku mentah langsung ke desa, yang kerap merusak stabilitas harga lokal.
Direktur Komersial ID FOOD, Dwi Sutoro, menyambut baik target cepat yang dicanangkan Kemenkop. ID FOOD, yang saat ini tengah melakukan restrukturisasi besar di bawah Danantara untuk berfokus pada industri perdagangan dan distribusi, berkomitmen menjadikan komoditas unggulan daerah sebagai komoditas ekspor global melalui anak usahanya, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI).
Dwi menjelaskan bahwa dalam membangun ekosistem ekspor ini, ada tiga pilar utama yang wajib dijaga bersama. Pertama adalah keberlanjutan pasokan dari petani (continuity of supply), diikuti dengan konsistensi kualitas produk yang tidak boleh menurun (consistency of quality). Terakhir, produk harus memiliki keunggulan daya saing harga di pasar internasional (price competitiveness) agar tidak kalah saing dengan negara produsen lainnya.
“Ke depan, ID FOOD akan mengoptimalkan kantor-kantor cabangnya di seluruh Indonesia untuk bertindak sebagai sourcing development, yang mengidentifikasi produk unggulan daerah yang siap dibawa ke pasar internasional,” ucapnya.
Ketua Koperasi Produsen Syariah Gambir Anam Koto Mandiri, Eriyanto, meyakini kerja sama ini sebagai angin segar bagi pihaknya. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kemenkop dan Dinas Koperasi UKM Sumatera Barat yang telah menjembatani koperasi hingga bisa bermitra langsung dengan BUMN Pangan.
Koperasi yang berdiri sejak 12 Juni 2021 itu kini telah mengonsolidasikan sekitar 190 petani gambir dan 8 kelompok tani dengan total luas lahan mencapai 450 hektare. Melalui modal sosial tersebut, koperasi mampu menghasilkan kapasitas produksi berkisar antara 30 hingga 50 ton per bulan.
"Bagi kami, MoU ini adalah langkah strategis untuk memberikan kepastian pasar dan harga bagi para petani gambir di Sumatera Barat, meningkatkan mutu ekspor, serta menguatkan hilirisasi komoditas gambir melalui sinergi koperasi dan BUMN," kata Eriyanto.
Ia memastikan pihak koperasi berkomitmen penuh untuk menjaga kontinuitas pasokan dan mengelola manajemen secara profesional serta transparan agar gambir Indonesia semakin kokoh di pasar global.(AS/MP).
















