- Satpol PP Jaktim Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Sejumlah Ruas Jalan Utama
- 466.535 Lembar Uang Rupiah Palsu Dimusnahkan
- Chandra Terpilih Secara Aklamasi, Lurah Cipondoh Makmur Segera Membuat SK Ketua RW 11
- SIAL Interfood 2026 Kembali Digelar di JIExpo Kemayoran, Perkuat Posisi Indonesia di Industri Pangan Global
- Komisi III DPRD Bongkar Krisis Sampah Majalengka, DLH Disorot
- Kebun Binatang Bandung Segera Punya Pengelola Baru, Pemkot Targetkan Hasil 29 Mei
- Pemda DKI Diminta Turun Tangan Atasi Kisruh Gedung Pasar Baru
- Dekranasda Bersama Kemenkop Bersinergi Bantu Usaha Lokal Di Kalbar Untuk Siap Ekspor
- Patroli Malam Kodim 0506/Tgr Hadirkan Rasa Aman di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan
- Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Aceh, Sekjen ATR/BPN: Perkuat Tata Kelola Pertanahan
Mendag Zulkifli Hasan: Kolaborasi Dapat Percepat Pembangunan Ekonomi Lampung

MEGAPOLITANPOS.COM, Lampung Barat – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyampaikan kolaborasi semua pihak mampu mempercepat pembangunan ekonomi di Provinsi Lampung. Penegasan ini disampaikan saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pasar Wisata Jelajah Danau Ranau, di Lampung Barat, Lampung pada Kamis (25/1/2024).
“Kita syukuri, Kemendag bisa menempatkan pembangunan pasar yang nilainya lumayan karena harus bersaing dengan daerah lain. Kita memang harus bertarung dan berkolaborasi untuk mempercepat pembangunan Provinsi Lampung," kata Mendag Zulkifli Hasan.
Menurut Mendag Zulkifli Hasan, pembangunan Pasar Wisata Jelajah Danau Ranau mengkombinasikan budaya Lampung dan potensi keindahan Danau Ranau.
Baca Lainnya :
- Wali Kota Blitar Raih Juara 3 Nasional Berkinerja Tinggi dari Mendagri
- Dari Dapur Nusantara ke Dunia: Tempe RI Resmi Ekspansi ke Chile
- Harga Pangan Terkendali Pasca-Lebaran, Pemerintah Pastikan Stok Bapok Aman
- Harga Daging Rp140 Ribu/Kg, Mendag Pastikan Pasokan Sembako Aman Jelang Lebaran
- Arab Saudi Larang Impor Unggas dan Telur dari Indonesia Mulai 1 Maret 2026
Pembangunan pasar ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan ekonomi, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Lampung Barat. "Ini suatu konsep, tidak hanya pasar biasa, tapi tematik yaitu budaya, wisata, dan pasar. Saya meyakini akan banyak wisatawan yang datang sehingga UMKM berkembang dan tentu ekonomi akan tumbuh," imbuh Mendag Zulkifli Hasan.

Pasar Wisata Jelajah Danau Ranau dibangun melalui pembiayaan Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan anggaran sebesar Rp70 miliar. Pasar wisata ini ditargetkan selesai pada Oktober 2024 dan direncanakan mampu menampung sebanyak 314 pedagang dengan potensi mencapai 1.172 unit usaha.
Adapun fasilitas pasar yang akan dibangun terdiri atas tujuh zonasi yakni kebutuhan pokok, kantor pengelola dan tempat
ibadah, souvenir dan galeri, UMKM, pertunjukan, bumi perkemahan (camping ground), serta kuliner dan olahraga air.
Sejak 2022, Kemendag mendapat amanah untuk mendukung pelaksanaan program Destinasi Pariwisata Prioritas melalui DAK Tematik Penguatan Destinasi Pariwisata Prioritas dengan pembangunan pasar rakyat tematik wisata. Lokasi pembangunan pasar tersebut telah ditentukan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Nasional setiap tahun.
Hingga akhir 2023, Kemendag telah membangun empat unit Pasar Rakyat Tematik Wisata. Keempat pasar tersebut yaitu Pasar Ubud di Kabupaten Gianyar, Bali dan Pasar Semarapura di Kabupaten Klungkung, Bali yang telah beroperasi serta Pasar Petualangan Bunaken di Kota Manado, Sulawesi Utara dan Pasar Singamandawa di Kabupaten Bangli, Bali yang belum beroperasi.
Sementara dalam sambutannya, Pj Bupati Lampung Barat Nukman mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat berkomitmen menyelesaikan pembangunan Pasar Wisata Jelajah Danau Ranau tepat waktu sesuai target yang ditetapkan.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat berkomitmen menjaga kebermanfaatan bangunan untuk kepentingan ekonomi masyarakat dan mendukung pengembangan wisata Danau Ranau yang selama ini menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Lampung Barat.(Reporter: Achmad Sholeh Alek)

















