- Arus Balik Lebaran 2026, Operator dan Awak Transportasi Diimbau Utamakan Keselamatan
- Kemhan- TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM pada Alutsista
- Pemkab Hadiri Open House Halal Bihalal Tokoh Masyarakat H. Gogo Purman Jaya
- Anggota DPRD H. Nurul Anwar Hadiri Open House DiKediaman H. Gogo Purman Jaya
- Momentum Lebaran Berlanjut, H. Iing Dorong Penguatan Silaturahmi di Hari Ketiga
- Tips Persiapan Wisata Idul Fitri 1447 Hijriah Bersama Keluarga dan Kerabat
- Ziarah Lebaran 1447 H Penuh Haru, Eman Suherman Kenang Orang Tua di Hari Fitri
- Misteri Kematian Pria di Sungai Cipanumbak, Warga Majalengka Geger
- Tour de Lebaran Belum Usai! Iing Misbahuddin: Perut Boleh Full, Silaturahmi Jalan Terus
- Open House Idulfitri 1448 H, Bupati Barito Utara Pererat Silaturahmi dan Umumkan Juara Pawai Mobil Hias
LPDB-KUMKM Optimis Target Penyaluran Dana Begulir Rp1,8 Triliun Tercapai

Jakarta,MegapolitanPos.com: Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) Supomo mengaku optimis pada tahun ini lembaga yang Ia pimpin dapat mencapai target penyaluran dana bergulir yang diberikan oleh pemerintah sebesar Rp1,8 triliun sepanjang tahun 2022.
"Mengenai kinerja saya sangat optimis, beberapa hari yang lalu kami juga sudah rapat Board of Directors (BOD) dan melihat progres capaian, maupun progres yang akan kita capai, saya sangat optimis untuk target Rp1,8 triliun itu bisa tercapai," ujar Supomo di Kantor LPDB-KUMKM, Jakarta, Senin (19/9/2022).
Supomo menjelaskan, dirinya meyakini target yang diberikan oleh pemerintah akan tercapai, hal ini seiring dengan melihat proses kerja para pegawai LPDB-KUMKM yang semakin kompak, terukur, dan termonitor berdasarkan target kinerja.
Baca Lainnya :
- Ateng Sutisna Soroti Target Nol Open Dumping 2026, Dorong Reformasi Total dan Solusi RDF Berbasis Desa
- Proyek Geothermal Halmahera Barat Disorot, Komisi XII DPR RI Dorong Evaluasi
- Wamen ATR/Waka BPN Apresiasi Peran Strategis MAPPI dalam Sistem Penilaian Nasional
- HPN 2026 : Pers Nasional Didorong Sehat, Mandiri, dan Berdaulat di Era Digital
- Darurat Sampah Nasional : DPRD Minta Pemkot Kota Tangerang Mentransformasi Tata Kelola Sampah
"Yang terpenting sekarang teman-teman di Direktorat Bisnis dan Direktorat Pembiayaan Syariah, maupun Manajemen Risiko progres kinerjanya sudah bisa dilihat updatenya, seperti bulan ini apa yang sudah dicapai, bulan depan apa yang akan dicapai, kurangnya dimana, jadi komunikasinya yang saya apresiasi luar biasa, dan begitu menyatu dengan targetnya," kata Supomo.
Dengan proses kerja yang semakin meningkat, Supomo menegaskan, kedepan pihaknya tidak memiliki kekhawatiran, sebab budaya kerja yang baru dan berorientasi kepada target dari para pegawai LPDB-KUMKM telah berjalan baik.
"Kedepan saya tidak punya kekhawatiran bahwa hal ini sudah menjadi budaya kerja di LPDB-KUMKM dan sudah otomatis berjalan dengan baik, mereka sangat concern dengan targetnya, dengan kualitasnya, makanya terbukti NPL kita juga rendah," terang Supomo.
*Transformasi Digital, Tingkatkan Transparansi Kinerja*
Selain itu, dengan transformasi digital yang dilakukan oleh LPDB-KUMKM telah memberikan dampak positif berupa peningkatakan transparansi dan juga kinerja internal LPDB-KUMKM.
"Saya monitor semuanya, mana proposal pengajuan dana bergulir yang sedang desk review, mana yang mau di kunjungi atau On The Spot (OTS), mana yang tinggal opini risiko, kapan komite, jadi semua terprogres, pipeline-nya jelas dan semua terukur, terupdate dan terprogresnya baik," kata Supomo.
Dengan begitu, Supomo menargetkan pada November 2022 ini target yang diberikan oleh pemerintah penyaluran dana bergulir sebesar Rp1,8 triliun bisa diselesaikan pada November 2022 ini.
"Bahkan ada beberapa Kepala Divisi yang targetnya sudah tercapai, sudah mulai menyiapkan untuk tahun 2023 mendatang, dan saya optimis target untuk 2022 ini akan selesai di bulan November," pungkas Supomo.
Tercatat, sampai dengan 16 September 2022, LPDB-KUMKM telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp1,172 triliun yang disalurkan kepada 129 mitra koperasi dengan rincian pola konvensional sebesar Rp638 miliar, dan pola syariah sebesar Rp533 miliar.(ASl/Red/MP).

















