- Kabar Duka Nasional: Ryamizard Ryacudu Tutup Usia di RSPAD Gatot Soebroto
- Terkait Tunggakan Pajak Armada Truk, DLHK Berdalih BPKB Terselip di BPKAD
- PRJ 2026 Segera Dimulai, Lansia, Anak-anak, dan TNI-Polri Bisa Masuk Gratis
- Borobudur Bersiap Sambut Puncak Waisak 2026, Ritual Namaskara hingga Pelepasan Lampion Dimulai
- Melalui Program Robotika untuk Negeri, PRSI Jawa Barat Hadirkan Robotik di Lingkungan Pesantren
- Bagikan 1.400 Paket Daging Kurban untuk Masyarakat, Ini Pesan Ketua DPC PDI Kota Blitar
- Sumsel Bhayangkara Run 2026 Siap Digelar, Angkat Wisata dan Ekonomi Palembang
- BKPSDM Majalengka Melejit! Digitalisasi ASN Dongkrak Peringkat ke 6 Ragional
- Pemkab Barito Utara Serahkan Bantuan Hewan Kurban pada Pawai Tanglong Idul Adha 1447 H
- Pemkab Barito Utara Ikuti Harmonisasi Rancangan Produk Hukum Daerah
Ziarah Lebaran 1447 H Penuh Haru, Eman Suherman Kenang Orang Tua di Hari Fitri

Keterangan Gambar : Bupati Majalengka H Eman Suherman bersama istri tercinta.
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Momentum Idul Fitri 1447 H dimaknai dengan penuh haru oleh Bupati Majalengka, Eman Suherman. Melalui unggahan di media sosial pribadinya pada Minggu, (22/03/2026), ia membagikan momen ziarah ke makam orang tuanya yang menyentuh hati.
Dalam suasana khusyuk, Eman terlihat menaburkan bunga di atas pusara, seraya memanjatkan doa. Di tengah kebahagiaan Hari Raya, momen tersebut menjadi pengingat bahwa cinta dan bakti kepada orang tua tak pernah terputus oleh waktu.
"Salah satu dari tiga amalan yang tidak terputus adalah doa anak yang sholeh," tulisnya, menggarisbawahi pentingnya doa sebagai bentuk kasih sayang yang abadi.
Baca Lainnya :
- Bagikan 1.400 Paket Daging Kurban untuk Masyarakat, Ini Pesan Ketua DPC PDI Kota Blitar
- BKPSDM Majalengka Melejit! Digitalisasi ASN Dongkrak Peringkat ke 6 Ragional
- M. Rifa\'i: Idhul Kurban Landasi Semangat Kebersamaan dalam Kebhinekaan
- DPD Nasdem Kabupaten Blitar: Maknai Idhul Adha Implementasi Membunuh Watak Ego
- Idhul Kurban PSHT Salurkan Hewan Kurban untuk Warga Sekitar Padepokan
Menurutnya, ziarah di Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah bukan hanya tradisi, melainkan kewajiban batin untuk mengenang jasa serta cinta orang tua yang telah lebih dahulu berpulang. Di balik gema takbir dan kebahagiaan Lebaran, tersimpan rindu mendalam yang hanya bisa terobati melalui doa.
Ia pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan orang tua yang telah tiada, agar amal ibadah mereka diterima, kuburnya dilapangkan, dan diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan.
Unggahan tersebut pun mendapat respons hangat dari masyarakat, yang turut larut dalam suasana haru dan mengamini doa yang dipanjatkan.
Di Hari Fitri yang suci ini, pesan yang disampaikan begitu kuat bahwa Idul Fitri bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang mengenang, mendoakan, dan menjaga ikatan cinta kepada orang tua, selamanya. ** (Agit)
















