- PRJ 2026 Segera Dimulai, Lansia, Anak-anak, dan TNI-Polri Bisa Masuk Gratis
- Borobudur Bersiap Sambut Puncak Waisak 2026, Ritual Namaskara hingga Pelepasan Lampion Dimulai
- Melalui Program Robotika untuk Negeri, PRSI Jawa Barat Hadirkan Robotik di Lingkungan Pesantren
- Bagikan 1.400 Paket Daging Kurban untuk Masyarakat, Ini Pesan Ketua DPC PDI Kota Blitar
- Sumsel Bhayangkara Run 2026 Siap Digelar, Angkat Wisata dan Ekonomi Palembang
- BKPSDM Majalengka Melejit! Digitalisasi ASN Dongkrak Peringkat ke 6 Ragional
- Pemkab Barito Utara Serahkan Bantuan Hewan Kurban pada Pawai Tanglong Idul Adha 1447 H
- Pemkab Barito Utara Ikuti Harmonisasi Rancangan Produk Hukum Daerah
- Disdik Barito Utara Perkuat Sinergi Pendidikan Bersama Korwil dan Pengawas Sekolah
- Bupati Barito Utara Sholat Idul Adha Bersama Masyarakat di Masjid Jami Muara Teweh
Lepas Pekerja Migran Indonesia Sektor Manufaktur dan Perikanan ke Korsel, Kepala BP2MI: Kalian Warga Terhormat Patut Berbangga

Keterangan Gambar : Kepala BP2MI Benny Rhamdani saat memberikan keterangan kepada media usai melepas 211 Pekerja Migran Indonesia sektor manufaktur dan perikanan ke Korea Selatan.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) resmi melepas sebanyak 211 Pekerja Migran Indonesia (PMI) program Government to Government (G to G) ke Korea Selatan. Pelepasan ratusan pekerja migran Indonesia yang terdiri dari 58 sektor manufaktur dan 153 sektor perikanan itu dipimpin langsung oleh Kepala BP2MI Benny Rhamdani, di Hotel Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Senin (26/6/2023).
‘’Ini era kemerdekaan bagi Pekerja Migran Indonesia. Kita saksikan bagaimana keberpihakan negara untuk kalian. Negara hadir untuk mengatur tata kelola penempatan Pekerja Migran Indonesia sehingga lebih baik dan transparan,’’ kata Benny Rhamdani dalam sambutannya saat memimpin pelepasan ratusan pahlawan devisa tersebut.
Dijelaskan Benny Rhamdani, pelepasan para pahlawan devisa negara itu terus dilakukan melalui cara glorifikasi. Menurutnya, cara tersebut berdampak positif terhadap kemajuan pekerja migran Indonesia dan memicu lahirnya edukasi publik. Serta sebagai bentuk perhatian negara untuk melindungi PMI dari 'Ujung Rambut sampai Ujung Kaki'.
Baca Lainnya :
- PRJ 2026 Segera Dimulai, Lansia, Anak-anak, dan TNI-Polri Bisa Masuk Gratis
- Borobudur Bersiap Sambut Puncak Waisak 2026, Ritual Namaskara hingga Pelepasan Lampion Dimulai
- Melalui Program Robotika untuk Negeri, PRSI Jawa Barat Hadirkan Robotik di Lingkungan Pesantren
- Bagikan 1.400 Paket Daging Kurban untuk Masyarakat, Ini Pesan Ketua DPC PDI Kota Blitar
- Sumsel Bhayangkara Run 2026 Siap Digelar, Angkat Wisata dan Ekonomi Palembang
"Begitupun, sikap memerangi sindikat penempatan ilegal Pekerja Migran Indonesia betul-betul dilakukan Negara, dan pelindungan komprehensif juga dilakukan," tambahnya.
Lanjut Benny memaparkan, bahwa bekerja ke Korea Selatan sangat diminati masyarakat Indonesia. Kemudian sistem pendaftaran, seluruh tahapan, dan pelayanan yang dilakukan BP2MI tanpa melalui cara-cara yang menghambat Pekerja Migran Indonesia.
‘’Dari proses pendaftaran, pelatihan, serta verifikasi dokumen Calon Pekerja Migran Indonesia, petugas saya di BP2MI tidak berani melakukan intervensi. Apalagi menghambat proses yang kalian lalui. Sudah pasti jika ada yang bermain, maka akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Saya meminta kalian bekerja secara profesional, dan jaga nama baik Indonesia di negara penempatan,’’ tandasnya.
Benny juga menjelaskan terkait data penempatan Pekerja Migran Indonesia yang telah diberangkatkan melalui program G to G di tahun 2023, yakni 6.613 orang. Tidak hanya itu, pemerintah sedang serius memberantas praktik sindikat penempatan PMI Ilegal dan perdagangan orang.
"Sekarang proses penempatan untuk pekerja migran serius dilakukan oleh pemerintah. Baik melalui pembangunan fasilitas VVIP untuk pekerja migran, maupun program KUR dan KTA, serta regulasi yang berpihak pada Pekerja Migran Indonesia. Pemerintah juga menggratiskan karantina dan OPP bagi Calon Pekerja Migran Indonesia. Termasuk kita melakukan perang terhadap sindikat,’’ cetusnya.
Mantan senator DPD RI ini juga mengingatkan agar anak-anak bangsa yang ingin menjadi Pekerja Migran Indonesia dan bekerja di luar negeri supaya melalui jalur proses penempatan secara resmi. Disebut Benny, PMI adalah warga terhormat dan penyumbang devisa negara terbesar kedua setelah sektor migas, sehingga negara wajib hadir dan memberikan pelindungan istimewa.
‘’Kalian warga terhormat yang telah memberi kontribusi terhadap negara ini. Kalian wajib berbangga. Saya mengingatkan agar jangan ikut perekrutan calo untuk bekerja ke luar negeri secara ilegal. Lebih terhormat kalian bekerja mengikuti jalur resmi. Karena pemerintah menyiapkan pelindungan menyeluruh dan menjamin keamanan, kesehatan Pekerja Migran Indonesia. Perhatian kepada Pekerja Migran Indonesia juga dicontohkan langsung Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo," ujar Benny.
Sekedar diketahui, kalau dikalkulasi pelepasan Pekerja Migran Indonesia dari tahun 2021 – 2023 per 15 Juni 2023 yang telah diberangkatkan ialah 131.468 orang.





.jpg)











