- Maman Imanul Haq Ungkap Alasan Rocky Gerung Layak Dekat Prabowo
- Patroli Malam, Babinsa Bersatu Ciptakan Lingkungan Aman dan Nyaman.
- Dulu Pemohon yang Cari Petugas Ukur, Sejak Ada Pengukuran Terjadwal Kini Tanah Diukur Lebih Pasti dan Cepat.
- Wamen UMKM Helvi Moraza Dorong UMKM Sumbar Bangkit dan Naik Kelas Pascabencana
- Patroli Malam Babinsa dan Komduk, Bentuk Nyata Kemanunggalan TNI Dengan Rakyatnya.
- Dorong Wartawan Berkualitas, PWI Jaya Gelar UKW Angkatan ke-66, di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat
- Menjangkau Siberut Memperkuat Wirausaha Terdampak Bencana
- Status Tanggap Darurat Karhutla Barito Utara Diperpanjang hingga 15 Oktober
- Pemkab Barut Tegaskan Arah Kebijakan RAPBD 2027
- Sport City Jadi Strategi Baru Kota Tangerang Gerakkan Hotel, UMKM dan Tingkatkan Ekonomi.
Komisi II DPRD Kota Blitar Tanggapi Serius Tuntutan PADAS Tutup Cafe Jojoo Sukorejo Kota Blitar

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Buntut kericuhan di Cafe karaoke Jojoo di kelurahan Sukorejo Kecamatan Sukorejo Kota Blitar, puluhan pemuda yang tergabung dalam Paguyuban Pemuda Sukorejo (PADAS) ngeluruk ke kantor DPRD Kota Blitar pada, aksi massa yang datang Rabu, (21/06/24, siang itu massa menuntut agar Cafe karaoke Jojoo di Pasar Legi Kota Blitar ditutup. Puluhan warga yang datang sekitar pukul 13.00 WIB diterima Komisi II DPRD Kota Blitar.
Triman Sugianto korlab PADAS kepada wartawan menyampaikan," Intinya masyarakat Sukorejo resah dengan berbagai permasalahan yang ditimbulkan oleh Cafe Jojoo,"ungkapnya.
Keberadaan Cafe menurut Triman, diantaranya masalah keamanan dan kenyamanan, akibat aktivitas Cafe yang berlangsung hingga larut malam disinyalir menjadi pemicu gangguan keamanan dan kenyamanan bagi warga sekitar.
Baca Lainnya :
- Maman Imanul Haq Ungkap Alasan Rocky Gerung Layak Dekat Prabowo
- Tan Ngi Hing Anggota Komisi II DPRD Kota Blitar Respon Positif Skema Baru BGN untuk SPPG Mulai 5 Oktober.
- Polisi Bongkar Curanmor Majalengka, Motor Korban Ditemukan di Garut
- Sulthan Saddan Buka Kartu di Musda KNPI : 1000 Persen Maju!
- Babak Baru DPRD Majalengka, Sandi Fahmi Resmi Jadi Wakil Rakyat
Yang lainya tentang keterlibatan masyarakat lokal," Janji manajemen Cafe memprioritaskan masyarakat Sukorejo dalam bekerja dan mengisi barang dagangan di Cafe tidak pernah direalisasikan," jelasnya.
Selain itu Cafe tersebut dianggap sebagai sumber penyebab kekecewaan dan bagi masyarakat, keberadaan Cafe dianggap tidak sesuai dengan kearifan lokal.
" Aktivitas Cafe yang dianggap tidak sesuai dengan budaya lokal Sukorejo juga menjadi salah satu alasan penolakan.
Sementara itu, menanggapi tuntutan PADAS, Komisi II DPRD Kota Blitar yang dipimpin oleh Yohan Tri Waluyo, saat menerima audiensi di ruang paripurna menyampaikan aspirasi dan keluhan mereka secara detail.
"Atas aduan elemen masyarakat, kami ber komitmen untuk menyelesaikan permasalahan ini, Komisi II DPRD Kota Blitar berjanji untuk menindaklanjuti dengan langkah-langkah nyata, yaitu:
1. Akan mengundang Disperindag dan Manajemen Cafe Jojoo rencana tanggal ( 26/06/24). "Komisi II akan mengadakan audiensi dengan Disperindag Kota Blitar dan manajemen Cafe Jojoo untuk menggali informasi lebih dalam terkait permasalahan yang dihadapi dan mencari solusi terbaik.
Pembentukan Tim Investigasi Komisi II akan membentuk tim investigasi untuk mendalami berbagai permasalahan yang ditimbulkan oleh Cafe Jojoo. Tim ini akan bertugas mengumpulkan data dan bukti yang valid untuk memperkuat langkah-langkah selanjutnya.
" Rekomendasi kepada Disperindag dan Manajemen Cafe Jojoo: Berdasarkan hasil audiensi dan investigasi, Komisi II akan memberikan rekomendasi kepada Disperindag Kota Blitar dan manajemen," kata Yohan
Adanya rekomendasi ini diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan dan memberikan solusi yang adil bagi semua pihak, termasuk kontrak Cafe Jojoo dan Pengalihan Manajemen.
Yohan Tri Waluyo, menjelaskan bahwa kontrak antara pengelola Cafe Jojoo dan Disperindag Kota Blitar akan berakhir pada tanggal 1 Desember 2024. Mengingat keresahan masyarakat Sukorejo, Komisi II mendorong pengalihan manajemen kepada pihak yang berpihak kepada masyarakat sekitar cafe dan berkomitmen untuk mengawal proses ini agar berjalan dengan transparan dan akuntabel.
“Kami memahami keresahan masyarakat Sukorejo terkait Cafe Jojoo. Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti aspirasi mereka dengan langkah-langkah nyata. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan adil dan bijaksana," Pungkasnya. (za/mp)


.jpg)

.jpg)
.jpg)


.jpg)







