- Ketua DPRD : Kehormatan Besar, Membaca Teks Proklamasi HUT RI ke 81
- KTH Blitar Marah Kerahkan Massa Gruduk Perhutani Tuntut Penyelesaian Masalah 90 Hari
- Sebanyak 19 Ribu keluarga Miskin PBP Kota Blitar Menerima Bantuan
- Dandim 0808 Blitar Usai Upacara HUT RI ke 81 Lanjut Ziarah ke Makam Bung Karno
- Kenakan Pita Hitam, 9 Ribu Personel Gabungan TNI Polri Kawal 47 Kegiatan Termasuk Demo di Jakarta
- Polda Metro Peduli Korban Gempa NTT, Kirim 12 Truk Bantuan Kemanusiaan
- Komisi Ii DPRD Kota Tangerang Apresiasi Program CKG
- Semangat Kemerdekaan Menggema di Barito Utara, Merah Putih Berkibar di Arena Tiara Batara
- Tutup Rangkaian Kegiatan Hut 8I RI Pemkab Barito Utara Gelar Resepsi dan Malam Ramah Tamah
- H.Parmana Setiawan dan Gun Sri Witanto Turut Hadiri Malam Resepsi Kenegaraan dan Ramah Tamah
Kolaborasi UKM KPI Unhas dan Pemkab Bone, Sulawesi Selatan, Revitalisasi Program P2L KWT melalui Penyaluran 1.300 Bibit Hortikultura

Keterangan Gambar : Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin melalui program Desa Berkarya melaksanakan kegiatan penanaman bibit cabai, tomat, dan terong di lahan pekarangan Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek, Desa Kajaolaliddong, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada Selasa (14/7/2026
MEGAPOLITANPOS.COM, BONE, SULAWESI SELATAN - Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin melalui program Desa Berkarya melaksanakan kegiatan penanaman bibit cabai, tomat, dan terong di lahan pekarangan Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek, Desa Kajaolaliddong, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada Selasa (14/7/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mengaktifkan kembali Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang sempat terhenti, sekaligus memperlihatkan kolaborasi antarinisiatif pemberdayaan masyarakat yang digagas mahasiswa bersama pemerintah daerah.
Sebanyak 1.300 bibit hortikultura disalurkan kepada KWT Anggrek. Dari jumlah tersebut, 1.000 bibit merupakan bantuan dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bone, sedangkan 300 bibit lainnya berasal dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bone. Kegiatan ini turut dihadiri Camat Barebbo, Kepala Desa Kajaolaliddong, Ketua Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Barebbo, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perwakilan kelompok tani dan Kelompok Wanita Tani, serta Kepala Subdirektorat Kelembagaan Mahasiswa Direktorat Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin.
Baca Lainnya :
- Mahasiswa Unhas dan Pemkab Bone Perkuat Sinergi melalui Bakti Sosial dan Audiensi Program Pemberdayaan
- Kolaborasi UKM KPI Unhas dan Pemkab Bone, Sulawesi Selatan, Revitalisasi Program P2L KWT melalui Penyaluran 1.300 Bibit Hortikultura
- Melindungi Lahan Pertanian, Pemkab Bulukumba Terus Giatkan Perburuan Babi di Desa Karassing
- Danramil 08/Pml Bersama Muspika Hadiri Lomba Kelompok Wanita Tani (KWT) Dumay
- Ikuti Puncak Peringatan Hari Otda XXVII, Bupati Asahan Siap Laksanakan Amanat Mendagri

Keunikan kegiatan ini terletak pada penggunaan pupuk kompos hasil inovasi program Mannennungeng: Smart Hydro Loop yang dijalankan Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) UKM KPI Unhas. Pupuk organik tersebut diproduksi melalui program Pabbura Mannennungeng, yang mengolah limbah pertanian dan peternakan menjadi kompos bernilai guna. Sinergi tersebut menjadikan program Desa Berkarya dan Mannennungeng saling melengkapi dalam membangun sistem pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bone, Nurdin, S.P., M.Si., mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan tersebut.
"Kami sangat mendukung kegiatan ini karena melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, mahasiswa, hingga kelompok tani. Bibit yang kami berikan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan pekarangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga. Kami juga mengapresiasi pemanfaatan pupuk kompos dari program Mannennungeng yang telah digunakan secara langsung oleh masyarakat," ujarnya.
Senada dengan itu, Camat Barebbo, Andi Yusuf, S.STP., M.Si., menyampaikan dukungan pemerintah kecamatan terhadap inisiatif tersebut.
"Kami berharap program seperti ini dapat terus dikembangkan dan direplikasi di desa-desa lain di Kecamatan Barebbo karena memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," katanya.
Sementara itu, Kepala Subdirektorat Kelembagaan Mahasiswa Direktorat Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin, Muhammad Irdam Ferdiansah, S.E., M.Acc., Ph.D., Ak., CA., menilai kegiatan tersebut menjadi contoh konkret implementasi peran mahasiswa dalam pembangunan masyarakat.
"Kami melihat secara langsung bagaimana mahasiswa Universitas Hasanuddin tidak hanya belajar di ruang kuliah, tetapi juga hadir di tengah masyarakat dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Integrasi antara program Desa Berkarya dan Mannennungeng menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menciptakan dampak yang berkelanjutan. Di sisi lain, mereka juga memperoleh pembelajaran berharga mengenai kearifan lokal, ketahanan pangan, serta proses membangun kemandirian masyarakat dari tingkat desa," ungkapnya.
Ketua Tim Desa Berkarya, Muhammad Akbar, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bone, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bone, serta Tim Mannennungeng yang telah menyediakan pupuk kompos berkualitas. Kami berharap bibit yang ditanam hari ini dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat bagi KWT Anggrek maupun masyarakat sekitar," tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum UKM KPI Universitas Hasanuddin, Aydil Fitra Mulya, menegaskan komitmen organisasi untuk terus menghadirkan program pemberdayaan yang berkelanjutan.
"Kami berharap kegiatan ini menjadi titik awal kebangkitan kembali Program P2L di KWT Anggrek sekaligus memperkuat sinergi antarmahasiswa dalam mengembangkan desa binaan secara berkelanjutan," ujarnya.
Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026, Fadel Muhammad S., yang mewakili program Mannennungeng, menjelaskan bahwa pupuk kompos yang dimanfaatkan merupakan hasil pelatihan pengolahan limbah pertanian dan peternakan yang sebelumnya telah diberikan kepada masyarakat.
"Kami bersyukur pupuk kompos hasil program Mannennungeng dapat langsung dimanfaatkan oleh KWT Anggrek. Hal ini menjadi bukti bahwa program pemberdayaan yang kami jalankan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi mampu menghasilkan manfaat nyata yang dapat terus dirasakan masyarakat," jelasnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan rumah tangga sekaligus mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Integrasi program Desa Berkarya dan Mannennungeng juga menjadi model pemberdayaan yang tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar mampu mengelola sumber daya secara mandiri, produktif, dan berkelanjutan.(**)
















