- PKB Harapkan Pembahasan Ranperda Berjalan Konstruktif demi Tata Kelola Keuangan yang Lebih Baik
- Fraksi PKB Dorong Optimalisasi PAD untuk Perkuat Kemandirian Fiskal Daerah
- Fraksi PKB Pertanyakan Penyebab Tingginya SiLPA APBD 2025
- Apresiasi Kinerja Pemkab, Fraksi Aspirasi Rakyat Sampaikan Sejumlah Catatan Strategis
- Soroti SiLPA dan Belanja Daerah, Fraksi Aspirasi Rakyat Minta Evaluasi Menyeluruh
- Fraksi Aspirasi Rakyat Apresiasi WTP, Ingatkan Pentingnya Efektivitas APBD
- Bupati Barito Utara Apresiasi Masukan DPRD dalam Pembahasan APBD 2025 dan PPAS 2027
- Bupati Barito Utara Sambut Kepulangan Jemaah Haji, Harapkan Menjadi Teladan di Tengah Masyarakat
- KUA-PPAS 2027 Resmi Diserahkan, DPRD Majalengka Siapkan Pembahasan APBD Rp 3,2 Triliun
- Tak Sekadar Bikin Konten, Peserta Pelatihan Disnaker Depok Dibimbing hingga Disalurkan ke Perusahaan
Soroti SiLPA dan Belanja Daerah, Fraksi Aspirasi Rakyat Minta Evaluasi Menyeluruh
.jpg)
MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh – Fraksi Aspirasi Rakyat DPRD Kabupaten Barito Utara menyampaikan sejumlah catatan strategis terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD, Selasa (14/07/2026).
Fraksi tersebut mengapresiasi realisasi pendapatan daerah yang melampaui target. Namun, pemerintah daerah dinilai masih perlu memperkuat kemandirian fiskal mengingat ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat masih cukup tinggi.
Baca Lainnya :
- PKB Harapkan Pembahasan Ranperda Berjalan Konstruktif demi Tata Kelola Keuangan yang Lebih Baik
- Fraksi PKB Dorong Optimalisasi PAD untuk Perkuat Kemandirian Fiskal Daerah
- Fraksi PKB Pertanyakan Penyebab Tingginya SiLPA APBD 2025
- Apresiasi Kinerja Pemkab, Fraksi Aspirasi Rakyat Sampaikan Sejumlah Catatan Strategis
- Soroti SiLPA dan Belanja Daerah, Fraksi Aspirasi Rakyat Minta Evaluasi Menyeluruh
Untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Fraksi Aspirasi Rakyat mendorong optimalisasi pengelolaan aset daerah, peningkatan pelayanan perpajakan dan retribusi, serta penciptaan iklim investasi yang sehat dan kondusif.
Selain itu, fraksi juga menyoroti realisasi belanja daerah yang belum mencapai target. Pemerintah daerah diharapkan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses perencanaan, sinkronisasi antarperangkat daerah, hingga pelaksanaan kegiatan agar manfaat program pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara lebih cepat.
Fraksi Aspirasi Rakyat turut meminta penjelasan komprehensif mengenai besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025, baik yang berasal dari efisiensi anggaran, dana yang telah ditentukan penggunaannya, maupun kegiatan yang belum terlaksana.
Menurut Fraksi Aspirasi Rakyat, evaluasi terhadap berbagai aspek tersebut penting untuk meningkatkan kualitas pengelolaan APBD pada tahun-tahun mendatang.
(A)


.jpg)











