Kementan Desak Keadilan untuk 160 Juta Petani Usai Gugatan Ditolak PN Jaksel

By Achmad Sholeh(Alek) 17 Nov 2025, 16:16:07 WIB Nasional
Kementan Desak Keadilan untuk 160 Juta Petani Usai Gugatan Ditolak PN Jaksel

Keterangan Gambar : Poto ilustrasi


MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Kuasa hukum Kementerian Pertanian (Kementan), Chandra Muliawan, S.H., M.H., menyampaikan kekecewaan dan keprihatinan mendalam atas Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 684/Pdt.G/2025/PN Jkt.Sel bertanggal 17 November 2025. Putusan tersebut menyatakan bahwa PN Jakarta Selatan tidak berwenang mengadili gugatan yang diajukan Kementan terkait perlindungan aset negara dan martabat 160 juta petani Indonesia.

“Kami datang ke pengadilan membawa amanah menjaga 160 juta petani dan rakyat kecil yang berasnya bahkan telah diakui langsung oleh Bapak Presiden sebagai beras berkualitas dan dibanggakan di forum PBB. Namun hari ini PN Jakarta Selatan justru menutup pintu dengan menyatakan tidak berwenang. Lalu ke mana lagi kami harus mencari keadilan?” ujar Chandra dengan nada kecewa, Senin (17/11/2025).

Chandra juga menyoroti bahwa putusan tersebut tidak mempertimbangkan kerusakan reputasi petani yang terdampak masif oleh penyebaran narasi dan infografis “beras busuk” di ruang publik. Menurutnya, label negatif itu telah menimbulkan stigma bahwa kualitas gabah dan beras petani lokal buruk, terutama karena pemberitaan yang terus bergulir.

Baca Lainnya :

“Kalau institusi negara yang diberi mandat konstitusional menjaga pangan nasional saja diperhadapkan pada tembok prosedur seperti ini, bagaimana nasib petani kecil yang tidak punya akses dan suara?” tegasnya.

Kementan menyatakan tidak akan berhenti pada putusan ini. Pihaknya tengah menyiapkan langkah hukum lanjutan, termasuk kemungkinan mengajukan gugatan di pengadilan lain yang dianggap berwenang sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Perjuangan kami tidak berhenti di sini. Kami tidak sedang membela pribadi Mentan Amran. Petani Indonesia tidak boleh terus dikalahkan stigma negatif atas hasil kerja keras dan peluh keringatnya. Kami akan terus mencari keadilan, sampai pintu terakhir pun kami ketuk,” tutup Chandra.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).




  • BNN RI dan Australian Federal Police Perkuat Kemitraan Brantas Jaringan Narkotika

    🕔09:32:06, 23 Sep 2026
  • Prabowo Tunjuk Suahasil Nazara sebagai Menkeu Baru, Ini Rekam Jejaknya

    🕔17:32:05, 14 Sep 2026
  • Prabowo Resmi Tutup Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU 2026-2031

    🕔14:53:16, 31 Agu 2026
  • DPMPTSP Barito Utara Kawal Promosi Potensi Daerah di APKASI Otonomi Expo 2026

    🕔15:51:15, 28 Agu 2026
  • BIMA Apresiasi DPR dan Botok, Dorong Pengesahan RUU Perampasan Aset Maksimal 15 Desember 2026

    🕔19:42:00, 27 Agu 2026