- Tips Persiapan Wisata Idul Fitri 1447 Hijriah Bersama Keluarga dan Kerabat
- Ziarah Lebaran 1447 H Penuh Haru, Eman Suherman Kenang Orang Tua di Hari Fitri
- Misteri Kematian Pria di Sungai Cipanumbak, Warga Majalengka Geger
- Tour de Lebaran Belum Usai! Iing Misbahuddin: Perut Boleh Full, Silaturahmi Jalan Terus
- Open House Idulfitri 1448 H, Bupati Barito Utara Pererat Silaturahmi dan Umumkan Juara Pawai Mobil Hias
- Bupati Barito Utara Sholat Idulfitri Bersama Warga di Masjid Raya Shirathal Mustaqim
- Takbir Bergema, Barito Utara Rayakan Malam Kemenangan Dengan Pawai Meriah
- Wasekjen PRSI Muhamad Ied Hadiri Halal Bihalal di Balai Kota DKI
- H. Iing Misyahudin: Idul Fitri Momentum Sucikan Hati dan Bangkit Bangun Majalengka
- Idul Fitri 2026: Perempuan Jadi Pilar Ekonomi Keluarga di Masa Sulit
Hujan Deras Tak Padamkan Semangat: Pentas Budaya PWI Jakarta Tetap Meriah di Gunung Padang

Keterangan Gambar : Pentas Budaya PWI Jakarta di Situs Gunung Padang
MEGAPOLITANPOS.COM, Cianjur, — Meski diguyur hujan deras sejak siang hingga malam, Pentas Budaya PWI Jakarta di Situs Gunung Padang tetap berlangsung meriah dan penuh makna. Acara yang semula direncanakan di area terbuka terpaksa dipindah ke Pendopo Gunung Padang, namun suasana justru menjadi lebih hangat dan intim.

Baca Lainnya :
- Tips Persiapan Wisata Idul Fitri 1447 Hijriah Bersama Keluarga dan Kerabat
- Wakabid Pendidikan PWI Jaya Indra Utama jadi Komisaris Utama Waskita Beton Precast Tbk, Kesit B Handoyo Sampaikan Ucapan Selamat
- Nurhadi Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Dengan Rutin Skrining Kesehatan
- PWI Majalengka Apresiasi Sikap Terbuka Kapolri Layani Doorstop di Tengah Sorotan Kasus Oknum
- Gubernur Andra Soni: HPN 2026 Beri Dampak Nyata bagi Ekonomi Banten
Rangkaian pertunjukan dibuka dengan alunan Sape oleh Ghodiel Sapeq dan Arke Nurdjatni Soedjatno, disusul Tari Bedhoyo Nawasena persembahan Perkumpulan Arkamaya Sukma yang menghadirkan pesan keselamatan dan harapan. Komunitas SlarasBudaya kemudian membawakan Tari Rejang Sari, menegaskan nilai kebersamaan dan ketulusan.

Penanggung jawab kegiatan, Dar Edi Yoga, menegaskan bahwa cuaca ekstrem tidak sedikit pun mengurangi esensi acara yang bertujuan merawat kebudayaan dan memperkuat jati diri bangsa. Apresiasi juga datang dari Ketua Tim Penelitian dan Pemulihan Situs Megalitik Gunung Padang, Ali Akbar, yang menilai pagelaran ini meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya pelestarian situs bersejarah.
Ketua Panitia Rudolf Simbolon menyebut suasana pendopo justru membuat kedekatan batin antara penampil dan penonton semakin terasa. Didukung oleh Oval Advertising dan Pertamina Hulu Indonesia, pagelaran budaya ini kembali menegaskan bahwa seni mampu menyatukan sejarah, spiritualitas, dan keberagaman Nusantara.
Sejumlah tokoh hadir dalam acara tersebut, termasuk Laksma TNI (Purn) Darbagus J.P, Romo Kolonel (Purn) Yos Bintoro, Pr., dan jajaran PWI Pusat serta PWI Jaya. Pentas budaya ini menjadi bukti bahwa semangat pelestarian budaya tidak mudah padam, bahkan oleh hujan deras sekalipun.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).














