- Gelapkan Mobil Rental, Residivis Kambuhan Dijebloskan ke Sel Tahanan Polres Blitar
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- Kementerian UMKM Koordinasi Lintas Sektor Perkuat Integrasi Layanan Terpadu SAPA UMKM
- Kreatif Merdeka Carnival 2026 Ajak Generasi Muda Berkarya Lewat Animasi dan AI
- Cegah Pelanggaran Lingkungan, Pemkab Barito Utara Sosialisasikan Aturan Pengawasan dan Sanksi Terbaru
- EDRR Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Indonesia Bidik Jadi Pusat Teknologi Kebencanaan Dunia
- Tinjau Progres Pembangunan Infrastruktur Daerah, Bupati Harapkan Dukungan Dari Semua Pihak
- Pemkab dan DPRD Gelar Rapat Bersama Matangkan Pembahasan Anggaran Prioritas Daerah
- Pemkab Barito Utara Matangkan Program Pembangunan, Bupati Tekankan Efektivitas dan Ketepatan Sasaran
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
Keributan di Pasar Lama, Nasrullah Minta Kronologi sebenarnya dibuka

Keterangan Gambar : Luka cakar di dada Enas
MEGAPOLITANPOS.COM, KOTA TANGERANG - Kejadian keributan di Pasar Lama, Sukasari Tangerang, Kota Tangerang yang sempat viral dan sudah dijadikan rilis oleh Polres Metro Tangerang Kota tidak sepenuhnya benar. Nasrullah salah satu yang turut melerai dan terlibat dalam pertengkaran dorong mendorong pedagang Gudeg (Coki) menurut versinya, meminta peristiwa tersebut diceritakan secara utuh sesuai kronologis sebenarnya, Senin (11/5/26).
Menurutnya, apa yang di rilis oleh Polres Metro Tangerang Kota belum secara utuh kronologis sebenarnya.
Enas panggilan akrab Nasrullah menceritakan awal mula peristiwa tersebut ketika Iyan salah satu darinya meminta cucian piring saudara Coki pedagang Gudeg dipindahkan agar tidak menghalangi jalan dan pedangang lain pada Jumat sore tanggal (8/5/26). Karena tidak senang dengan teguran saudara Iyan. Saudara Coki emosi sehingga terjadilah adu mulut dan dorong-dorongan dan kaki Coki tersandung kaki sendiri sehingga dia jatuh oleh dirinya sendiri.
Baca Lainnya :
- Dua Polisi Gadungan Diamankan Polsek Jatiuwung
- Keributan di Pasar Lama, Nasrullah Minta Kronologi sebenarnya dibuka
- KPK Tetapkan Gubernur Riau Abdul Wahid Jadi Tersangka, Diduga Minta Jatah Preman Rp 7 Miliar dari Proyek Jalan
- Seorang Pemuda Diamankan Polisi Karena Usai Menegak Miras Melakukan Penganiayaan
"Jadi bukan jatuh karena kita dorong, tapi keserimbet kaki sendiri," cerita Enas saat ditemui di Polsek Tangerang.
"Bukan membela diri, tapi kejadiannya tidak serta merta seperti yang ada di dalam vidio yang beredar. Awal mula kejadiannya tidak diceritakan dalam rilis tersebut," Ujar Enas.
Ia juga menepis melakukan aksi pemukulan, di dalam vidio jelas hanya saling dorong dan tidak ada pemukulan.
"Di vidio kan jelas tidak mukul hanya saling dorong. Kita hanya ingin melerai karena sudah emosi semua. Ya cerita awal kejadian karena kita menegor agar cucian piring dan meja dagangan di geser karena itu dekat akses keluar masuk gerobak pedagang, namun tidak pernah diindahkan, mejanya panjang banget itu punya Coki pedagang Gudeg Pasar Lama, " ujarnya.
"Pas kejadian itu lanjutnya, menuduh kita sebagai preman disana dan diduga mengambil HP, sehingga memicu reflek dan situasi memanas (spontanitas Red.) karena menuduh kami mencuri HP. Coki emosi mencekik, merobek kaos saudara iyan dan mencakar dada sebelah kiri, sebenarnya yang preman dia atau kami," katanya.
Tidak hanya itu, lanjut Enas kami juga akan menempuh jalur yang sama karena saudara kami Iyan mengalami luka dan sakit tenggorokan karena dicekik oleh Coki. bahwa dari pihaknya juga mengalami sakit. Setelah kejadian kita langsung dibawa ke Polsek.
"Untuk konsekuensi kita terima dan jalani. Namun di kita juga ada korban dan juga akan melakukan laporan resmi dan melakukan visum," tegasnya.
Enas berharap kasus ini terang benderang dengan melihat awal "duduk permasalahan sehingga semuanya jelas. Karena yang dagang (Coki) ditempat tersebut bukan hanya dia sendiri," pungkasnya.
Sementara itu sebelumnya Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari menjelaskan kepada media, peristiwa pengeroyokan tersebut bermula dari cekcok antara pelaku dan korban terkait penempatan ember cucian piring serta ukuran meja lapak milik korban di area Pasar Lama.
“Pelaku mempermasalahkan ember dan meja lapak milik korban. Saat korban membantah karena merasa sudah lama berjualan di lokasi tersebut, para pelaku tersulut emosi lalu melakukan pengeroyokan secara bersama-sama,” ujar Jauhari.Jhn

















