- Kecam Keras 9 Pasar di Kota Blitar Sepi, Disperindag Harus Buang Konsep Cara Lama
- Proyek Jaringan Irigasi Disorot, Dugaan Penyimpangan Menguat di Majalengka
- Digerebek di Parkiran Alfamart! Pengedar Obat Keras Ilegal Diciduk di Talaga
- Bupati Eman : Prestasi IPM 71,37 Tercapai, Tapi ATS Jadi PR Besar
- Gagal Kabur! Pencuri Motor Diringkus Warga Usai Kepergok Dorong Scoopy
- Ratusan Pil Obat Keras Digulung! Satres Narkoba Majalengka Bongkar Peredaran Ilegal di Kampung
- Kado Hardiknas dari Sekolah Ambruk, Bupati Eman Suherman : Momentum Bangkit dan Benahi Pendidikan
- Hardiknas 2026 : H Iing Misbahuddin Serukan Revolusi Pendidikan Berbasis Karakter!
- Sosok Mohammad Novianto, Pebisnis Landscape Muda yang Digadang Jadi Pemimpin Masa Depan Lamongan
- Fauzi Arfan Resmi Jadi Ketum AASI Periode 2026 - 2029
Hindari Tawuran Antar Pelajar, Arief Dorong Dindik Bikin Kegiatan untuk Isi Libur Sekolah

MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang - Kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang yang perdana membebaskan biaya pendidikan atau sekolah gratis di seluruh sekolah negeri dan 146 sekolah swasta baik di tingkat SD dan SMP, mendapat apresiasi dari berbagai pihak.
Namun, Wali Kota Tangerang, H. Arief R. Wismansyah, mengaku kebijakan yang dinilai menjadi solusi dari persoalan klasik di masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yakni zonasi masih perlu disosialisasikan lebih masif.
"Sekarang, kalau nggak masuk ke SD atau SMP Negeri ya sudah, masuk ke swasta sama saja, gratis," ungkap wali kota, saat sampaikan arahan pada Rapat Evaluasi Kewilayahan di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang. Selasa, (20/06/2023)
Baca Lainnya :
- Digerebek di Parkiran Alfamart! Pengedar Obat Keras Ilegal Diciduk di Talaga
- Bupati Eman : Prestasi IPM 71,37 Tercapai, Tapi ATS Jadi PR Besar
- Gagal Kabur! Pencuri Motor Diringkus Warga Usai Kepergok Dorong Scoopy
- Ratusan Pil Obat Keras Digulung! Satres Narkoba Majalengka Bongkar Peredaran Ilegal di Kampung
- Kado Hardiknas dari Sekolah Ambruk, Bupati Eman Suherman : Momentum Bangkit dan Benahi Pendidikan
Arief, mengaku, kebijakan sekolah gratis di SD dan SMP negeri maupun swasta masih perlu dilakukan evaluasi, terlebih ini menjadi hal yang baru pertama kali dilakukan oleh Pemkot Tangerang yang menggandeng pihak swasta dalam hal pendidikan.
"Karena perdana, pasti masih ada kekurangan, tapi masih bisa diperbaiki supaya ke depan bisa lebih baik," terangnya.
Selain itu, wali kota, juga menginstruksikan agar Dinas Pendidikan untuk membuat kegiatan bagi anak usia sekolah dalam mengisi masa libur sekolah, agar anak - anak dapat mengisi libur dengan kegiatan yang positif untuk hindari potensi tawuran antar pelajar.
"Taman - taman kota juga dipersiapkan, supaya bisa menjadi opsi tujuan wisata dalam kota saat libur sekolah," tutup Arief. ** (Jhn)

















