- Wabup Barito Utara Hadiri HUT Ke-1 Kodam XXII Tambun Bungai
- PTPN I Raih Anugerah Mahayuga, Tegaskan Peran Perkebunan bagi Ketahanan Pangan Nasional
- Pemkab Barito Utara Perkuat Sinergi dengan BMKG, Gedung Radar Cuaca Muara Teweh Diresmikan
- Bupati Shalahuddin Buka Raker LPT-IK Kabupaten Barito Utara Tahun 2026
- PT Dua Kuda Indonesia Yakin Bangkit, Kepailitan Dinilai Hambat Operasional Bukan Prospek Bisnis
- Menko Polkam Ajak LPM Berani Ambil Langkah Nyata untuk Kesejahteraan Rakyat
- M.Rifa\'i : Musancab Targetkan 14 Kursi Parlemen Pemilu 2029 PKB Kabupaten Blitar Kembali Berjaya
- Launching Kopi Bubuk Konvensional Jos Jiz Siap Jadi Pesaing Pasar Internasional
- Operasi Laut Gabungan Sita 1,3 Ton Ketamine, Delapan Awak Kapal Asing Diamankan
- Pramono Anung Dukung Kolaborasi Bank Jakarta-Persija, Target Juara untuk 500 Tahun Jakarta
Hari Buruh Sedunia Simak Apa SajaTuntutannya Selain Perbaikan Kesejahteraan

Keterangan Gambar : Aksi buruh dalam hari buruh sedunia
LMegapolitanpos.com, Jakarta- Sebanyak puluhan ribu pekerja disebut berpartisipasi melakukan demonstrasi di sejumlah kota dalam aksi peringatan Hari Buruh Sedunia atau May Day, pada Senin (01/05/2023).
Said Iqbal selaku presiden Partai Buruh dan juga Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengatakan, terdapat tujuh tuntutan para buruh dalam aksi tahun ini dalam demonstrasi yang diklaim dihadiri sekitar 50.000 orang.
Selain menuntut perbaikan terhadap kehidupan buruh, aksi ini juga berisi tekanan terkait pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang, di mana Partai Buruh akan berpartisipasi di dalamnya.
Baca Lainnya :
- PTPN I Raih Anugerah Mahayuga, Tegaskan Peran Perkebunan bagi Ketahanan Pangan Nasional
- Kementerian UMKM Luncurkan Arah Baru Kewirausahaan, Fokus Naik Kelas dan Daya Saing Global
- Kementerian UMKM Optimistis Petani Lebih Sejahtera Lewat KUR dan Penguatan Kelompok Tani
- Pin Garuda Emas PAW Hendi Sang Jurnalis Siap Laksanakan Tugas Partai
- SAPA UMKM Siap Perluas Akses Pengadaan Pemerintah melalui Integrasi Layanan
Ketujuh tuntutan KSPI yaitu:
1.Cabut Omnibus Law, UU No. 6 tahun 2023 tentang Cipta Kerja
2. Cabut ambang batas parlemen (parliamentary threshold) 4% dan ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) 20% karena disebut “membahayakan demokrasi”
3. Sahkan RUU DPR dan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
4. Tolak RUU Kesehatan
5. Reforma agrarian dan kedaulatan pangan. Tolak bank tanah, tolak impor beras, kedelai dan lainnya.
6. Pilih calon presiden yang pro-buruh dan kelas pekerja. Partai Buruh “haram” hukumnya berkoalisi dengan partai politik yang mengesahkan UU Cipta Kerja.
7. Hapus outsourcing dan tolak upah murah.
Di Jakarta aksi demonstrasi Hari Buruh terjadi di empat titik, yaitu Istana Negara, Gedung MPR/DPR, Lapangan Panahan Senayan, dan GOR Rawa Badak Jakarta Utara, kata Kepala Divisi Humas Polri, Sandi Nugroho.
Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto mengatakan sekitar 6.000 personel gabungan dikerahkan mengamankan kegiatan itu.(ASl/Red/MP).


.jpg)
.jpg)













