- Koramil 01/Teluknaga Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau Panjang.
- Koramil 04/Ciledug Turun Tangan, Pasar Lembang Dibersihkan dari Sampah.
- Gabungan Wartawan Bersatu dalam Doa, KWP Gelar Doa Bersama di Kompleks DPR/MPR RI
- Kementerian UMKM Perkuat Kapasitas UMKM Aceh Terdampak Bencana
- Landing Page UMKM Sumatera Bangkit Jadi Kanal Baru Pemulihan Usaha Pascabencana
- Maulid Nabi Muhammad SAW, Bupati Barito Utara Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kepedulian Sosial
- Menkop Ferry Tegaskan Koperasi Jadi Tiang Utama Ekonomi Daerah
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
- Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang.
Gaspol Swasembada Pangan, Libur Panjang Kementan Percepat Oplah Kabupaten Tana Tidung

Keterangan Gambar : Kementerian Pertanian (Kementan) melalui jajarannya terus memastikan produksi dan produktivitas sektor pertanian terus berjalan.
MEGAPOLITANPOS.COM, Tana Tidung - Tak mengenal tanggal merah, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui jajarannya terus memastikan produksi dan produktivitas sektor pertanian terus berjalan. Tentunya ini sebagai bentuk dukungan nyata pada petani yang tak hentinya tetap produktif di lahan pertanian demi terjaganya stok pangan.
"Tidak ada tanggal merah bagi jajaran Kementan. Hari libur bukan alasan, kita harus tetap semangat dan berdedikasi untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional,” ujar Menteri Amran beberapa waktu lalu.
Menindaklanjuti arahan Mentan, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Kapuslat), Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Inneke Kusumawaty yang juga penanggung jawab satgas swasembada Kaltara meninjau Kabupaten Tana Tidung yang menjadi salah satu lokasi pengembangan pertanian dan ketahanan pangan di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Senin (12/05/2025).
Baca Lainnya :
- Amran Sulaiman: Ketahanan Pangan Menguat, Cadangan Beras Indonesia Capai 5 Juta Ton
- Kementerian Pertanian Pastikan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Sumatera Barat Segera Tersalurkan
- Sabang Kondusif Pasca Penyegelan 250 Ton Beras Ilegal, Warga Justru Beri Dukungan ke Aparat
- Instruksi Tegas Mentan: Semua Bantuan Pertanian Harus untuk Petani Gurem dan Berpendapatan Rendah
- Penguatan SDM Pertanian: Mahasiswa UNM Kembangkan Model Evaluasi Pelatihan Operator Traktor
Dikenal sebagai daerah yang kaya sumber daya alam termasuk lahan pertanian, Kabupaten Tana Tidung telah menandatangani perjanjian (Optimalisasi Lahan) Oplah 2025. Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen untuk memaksimalkan potensi lahan guna mencapai swasembada pangan.
Di sela-sela kunjungan ke lahan Oplah di Brigade Pangan (BP) Pagun Sembial yang berlokasi di Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kapuslatan menjelaskan bahwa di Kaltara ada 4 (empat) kabupaten untuk Oplah dan LTT.

“Walau hari libur, kami melakukan kunjungan dan berdiskusi dengan Bupati Tana Tidung beseta jajarannya untuk melakukan percepatan dan meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) di Tana Tidung. Bersama Tenaga Ahli Menteri (TAM), Bapak Hendri Sosiawan, kami memastikan konstruksi dilakukan dengan singkat mengingat luasan yang tidak telalu luas, namun tantangannya adalah adanya sungai sehingga memerlukan transportasi khusus pada saat dilakukan mobilisasi alat,” jelas Inneke.
Untuk lahan BP Pagun Sembial sendiri terbagi menjadi dua hamparan dengan total luasan 163 Ha. Kapuslat juga mengapresiasi semangat para petani BP yang sudah melakukan olah tanah untuk segera melakukan pertanaman.
“Para petani BP yang telah melakukan olah tanah sangat semangat untuk melakukan pertanaman. Kami juga mendorong pada pelaksana konstruksi Oplah dan Dinas Pertanian untuk melakukan percepatan konstruksi dan percepatan tanam, sehingga 3-4 bulan berikutnya dapat dilakukan panen untuk lahan oplah yang pertama. Tak berhenti di musim tanam pertama, kami terus mendorong agar dilakukan pertanaman selanjutnya, sehingga IP 2 di tana tidung dapat terlaksana,” tutup Inneke.
Pada kesempatan yang sama Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Hendri Sosiawan menjelaskan terkait kondisi air yang ada. "Air yang mengalir di lahan ini memiliki PH yang netral dan cocok untuk tanaman sehingga oplah bisa segera dilakukan untuk percepatan tanam,” papar Hendri.
Terkait Oplah, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti menjelaskan bahwa Oplah adalah program pemerintah dalam hal ini Kementan yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian, melalui berbagai upaya seperti pembenahan infrastruktur irigasi, penggunaan pupuk yang tepat, dan pengembangan varietas tanaman unggul.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).


.jpg)













