- KAI dan INKA Pastikan Perawatan 7 Trainset KRL iE305 Tepat Target, Safety Jadi Prioritas
- Terima Barang Rampasan Negara dari KPK, Sekjen ATR/BPN: Untuk Mendukung Layanan kepada Masyarakat.
- Patroli Malam Bersama Komduk Perkuat Kamtibmas di Wilayah Kodim 0506/Tgr.
- Mintarsih Ungkap Hutang Blue Bird Taxi Lebih Dari Hartanya dan Aset Minus
- Dokumen Boedel Pailit Dipersoalkan, Kuasa Hukum Abu Hasan Minta Pengadilan Lakukan Audit
- Komisi II DPRD Kota Blitar Panggil Suplayer dan Toko Mitra KKMP Atas Temuan Beras Apeg di Masyarakat.
- Kodim 0510/Tigaraksa Gelar Pembinaan Mental untuk Perkuat Ketahanan Personel.
- Sinyal Bahaya di Bogor: Anak Usia 6 Tahun Mulai Terlibat Kasus Kekerasan, DPRD Desak RAD 2027
- DPRD Kota Bogor Raih Penghargaan Kementerian Hukum RI atas Pengharmonisasian Raperda
- H. Karnain Asyhar Dorong Tabligh Akbar Jadi Wadah Penguatan Mental Keluarga dan Rujukan Umat
Instruksi Tegas Mentan: Semua Bantuan Pertanian Harus untuk Petani Gurem dan Berpendapatan Rendah

Keterangan Gambar : Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan instruksi tegas kepada seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar memastikan seluruh bantuan dari pemerintah pusat diberikan kepada petani
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan instruksi tegas kepada seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar memastikan seluruh bantuan dari pemerintah pusat diberikan kepada petani yang benar-benar membutuhkan. Terutama petani gurem, petani berpendapatan rendah, serta kelompok tani yang masih tertinggal secara ekonomi.
Dalam arahannya pada Apel Nasional Penyuluh Pertanian yang digelar secara daring, Kamis (20/11/25), Mentan Amran menekankan pentingnya integritas dan ketelitian penyuluh dalam mengawal setiap program pertanian di lapangan.
Baca Lainnya :
- Ratusan UMKM Aceh Ikuti Workshop Pemulihan Usaha, Akses Modal hingga Pemasaran Diperkuat
- Cegah Stunting Dan Pemenuhan Gizi : Dinas Perikanan Bagikan 150 Paket Olahan Ikan Untuk Ibu Hamil Dan Balita Serta Lansia Di Kecamatan Curug.
- Bupati Eman Puji Reksa Siaga TNI AU, Warga Majalengka Takjub
- Majalengka Raih Penghargaan Nasional Berkat Sukses Kendalikan Inflasi
- Majalengka Jadi Pusat Zakat Nasional, BDF V Guncang Daerah
“Semua bantuan harus diprioritaskan untuk petani miskin dan petani gurem. Jangan sampai petani yang sudah punya traktor dapat bantuan lagi. Utamakan yang kecil, yang lemah, dan yang sangat membutuhkan,” tegasnya.
PPL Diminta Turun Langsung dan Kawal Program
Mentan menegaskan bahwa berbagai program strategis pemerintah—mulai dari peningkatan produksi, perluasan tanam, bantuan saprodi, hingga penguatan alsintan—tidak akan berdampak maksimal tanpa kehadiran aktif para penyuluh.
“Program ini tidak ada artinya kalau penyuluh tidak turun langsung. Keberhasilan pertanian sangat ditentukan oleh integritas dan kecepatan PPL,” ujar Amran.
Ia juga meminta penyuluh memperbaiki kualitas pendampingan dan memastikan pendataan dilakukan dengan benar dan transparan. Menurutnya, kesalahan data akan menghasilkan bantuan yang tidak tepat sasaran.
Kesiapsiagaan Hadapi Perubahan Iklim
Mentan Amran turut mengingatkan pentingnya respons cepat terhadap ancaman banjir, kekeringan, atau serangan hama. PPL diminta melaporkan setiap kejadian lapangan dengan segera agar pemerintah pusat dapat memberikan penanganan cepat.
“Jika terjadi banjir atau serangan hama, laporkan segera. Masalah yang tidak mampu diselesaikan daerah harus cepat disampaikan ke pusat,” katanya.
Produksi Beras Meningkat, Peran PPL Diapresiasi
Mentan Amran menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh penyuluh dan petani yang berperan dalam peningkatan produksi beras nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei KSA Oktober 2025, produksi beras Januari–Desember 2025 diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, atau naik 4,15 juta ton dari tahun sebelumnya.
Sementara itu, stok Bulog pada Juni 2025 mencapai 4,2 juta ton, menandakan stabilnya pasokan nasional.
Ia juga meminta informasi kebijakan pusat seperti penurunan harga pupuk 20% dan perubahan HET disebarkan dengan cepat hingga ke petani tingkat bawah.
45.000 Peserta Hadiri Apel Nasional PPL
Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti, melaporkan bahwa apel nasional ini dihadiri sekitar 45.000 peserta, terdiri dari penyuluh pertanian seluruh Indonesia, petani, petani milenial, Brigade Pangan, BRMP, serta seluruh UPT Kementan.
Idha menyebut penyuluh kini telah menjadi satu kekuatan besar dalam mendukung swasembada pangan. Para PPL juga aktif memberikan laporan lapangan, mulai dari LTT, luas panen, harga gabah, hingga perkembangan komoditas lainnya.().


.jpg)
.jpg)












