- Nurhadi : Mancing Berhadiah Jadikan Moment Terbaik Komunikasi dan Serap Aspirasi Masyarakat
- Mahasiswa Unhas dan Pemkab Bone Perkuat Sinergi melalui Bakti Sosial dan Audiensi Program Pemberdayaan
- Kontes Sapi dan Expo Skala Nasional Piala Bupati Blitar Sukses Tanpa APBD
- Dari Perkebunan ke Energi Bersih, PTPN I Dorong Bioenergi Menuju Net Zero Emission
- Ribuan Warga Padati Senam Massal Barito Utara, Bupati Serahkan Hadiah Utama Sepeda Motor dan Resmikan Futsal Bupati Cup 2026
- Bupati Barito Utara Deklarasikan GERNAS RANA, Perkuat Komitmen Lindungi Anak
- Dandim 0808/Blitar Rotasi Personel Pindah Satuan, Mutasi Pembinaan Karier Prajurit
- Harlah ke 25, DPC Demokrat Kabupaten Blitar Pelopori Gerakan Indonesia Asri di Pantai Pasur
- PT. FAZ ANUGERAH NUSANTARA Dukung Program Cetak Sawah Nasional Lewat Pengadaan Pupuk dan Pestisida
- Bulutangkis Kapolri Cup 2026 Digelar, Atlet Muda hingga Penyandang Disabilitas Siap Cetak Prestasi
Instruksi Tegas Mentan: Semua Bantuan Pertanian Harus untuk Petani Gurem dan Berpendapatan Rendah

Keterangan Gambar : Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan instruksi tegas kepada seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar memastikan seluruh bantuan dari pemerintah pusat diberikan kepada petani
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan instruksi tegas kepada seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar memastikan seluruh bantuan dari pemerintah pusat diberikan kepada petani yang benar-benar membutuhkan. Terutama petani gurem, petani berpendapatan rendah, serta kelompok tani yang masih tertinggal secara ekonomi.
Dalam arahannya pada Apel Nasional Penyuluh Pertanian yang digelar secara daring, Kamis (20/11/25), Mentan Amran menekankan pentingnya integritas dan ketelitian penyuluh dalam mengawal setiap program pertanian di lapangan.
Baca Lainnya :
- Bupati Eman Puji Reksa Siaga TNI AU, Warga Majalengka Takjub
- Majalengka Raih Penghargaan Nasional Berkat Sukses Kendalikan Inflasi
- Majalengka Jadi Pusat Zakat Nasional, BDF V Guncang Daerah
- Kementan Pastikan Pupuk Subsidi Tepat Sasaran Melalui Digitalisasi Data Petani
- Wujudkan Swasembada Gula Kementan Kerjasama CV Lang Buana Tanam Bibit Unggul Tebu Aas Agribun
“Semua bantuan harus diprioritaskan untuk petani miskin dan petani gurem. Jangan sampai petani yang sudah punya traktor dapat bantuan lagi. Utamakan yang kecil, yang lemah, dan yang sangat membutuhkan,” tegasnya.
PPL Diminta Turun Langsung dan Kawal Program
Mentan menegaskan bahwa berbagai program strategis pemerintah—mulai dari peningkatan produksi, perluasan tanam, bantuan saprodi, hingga penguatan alsintan—tidak akan berdampak maksimal tanpa kehadiran aktif para penyuluh.
“Program ini tidak ada artinya kalau penyuluh tidak turun langsung. Keberhasilan pertanian sangat ditentukan oleh integritas dan kecepatan PPL,” ujar Amran.
Ia juga meminta penyuluh memperbaiki kualitas pendampingan dan memastikan pendataan dilakukan dengan benar dan transparan. Menurutnya, kesalahan data akan menghasilkan bantuan yang tidak tepat sasaran.
Kesiapsiagaan Hadapi Perubahan Iklim
Mentan Amran turut mengingatkan pentingnya respons cepat terhadap ancaman banjir, kekeringan, atau serangan hama. PPL diminta melaporkan setiap kejadian lapangan dengan segera agar pemerintah pusat dapat memberikan penanganan cepat.
“Jika terjadi banjir atau serangan hama, laporkan segera. Masalah yang tidak mampu diselesaikan daerah harus cepat disampaikan ke pusat,” katanya.
Produksi Beras Meningkat, Peran PPL Diapresiasi
Mentan Amran menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh penyuluh dan petani yang berperan dalam peningkatan produksi beras nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei KSA Oktober 2025, produksi beras Januari–Desember 2025 diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, atau naik 4,15 juta ton dari tahun sebelumnya.
Sementara itu, stok Bulog pada Juni 2025 mencapai 4,2 juta ton, menandakan stabilnya pasokan nasional.
Ia juga meminta informasi kebijakan pusat seperti penurunan harga pupuk 20% dan perubahan HET disebarkan dengan cepat hingga ke petani tingkat bawah.
45.000 Peserta Hadiri Apel Nasional PPL
Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti, melaporkan bahwa apel nasional ini dihadiri sekitar 45.000 peserta, terdiri dari penyuluh pertanian seluruh Indonesia, petani, petani milenial, Brigade Pangan, BRMP, serta seluruh UPT Kementan.
Idha menyebut penyuluh kini telah menjadi satu kekuatan besar dalam mendukung swasembada pangan. Para PPL juga aktif memberikan laporan lapangan, mulai dari LTT, luas panen, harga gabah, hingga perkembangan komoditas lainnya.().

.jpg)
.jpg)














