- Kementerian UMKM Perkuat Kapasitas UMKM Aceh Terdampak Bencana
- Landing Page UMKM Sumatera Bangkit Jadi Kanal Baru Pemulihan Usaha Pascabencana
- Maulid Nabi Muhammad SAW, Bupati Barito Utara Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kepedulian Sosial
- Menkop Ferry Tegaskan Koperasi Jadi Tiang Utama Ekonomi Daerah
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
- Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang.
- Menteri ATR/Kepala BPN Hormati Proses Hukum KPK dan Pastikan Pelayanan Pertanahan Tetap Berjalan.
- Papan Proyek Jalan Sumberjaya Disorot, PUTR : Bukan Proyek Kami
- Bakti Sosial Operasi Bibir Sumbing Gratis di RSUD Balaraja, Pemkab Tangerang dan Kejaksaan Agung Sinergikan Layanan Kesehatan Inklusif.
Landing Page UMKM Sumatera Bangkit Jadi Kanal Baru Pemulihan Usaha Pascabencana

Keterangan Gambar : UMKM Terdampak Bencana Didorong Bangkit Lewat Pasar Digital
MEGAPOLITANPOS.COM, Pidie jaya ,Aceh— Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama TikTok Shop by Tokopedia terus mendorong pemulihan usaha masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah memfasilitasi landing page UMKM Sumatera Bangkit sebagai kanal pemasaran digital untuk memperluas akses pasar produk-produk UMKM terdampak bencana.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Perkuat Kapasitas UMKM Aceh Terdampak Bencana
- Landing Page UMKM Sumatera Bangkit Jadi Kanal Baru Pemulihan Usaha Pascabencana
- Kemenkop Fokus Perkuat KDKMP dan Tata Kelola Koperasi Nasional
- Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Wirausaha Sulsel melalui Bursa Wirausaha Unggulan
- Usaha Laundry Tumbuh di Berbagai Daerah, Menteri UMKM Ingatkan Risiko Persaingan
Sosialisasi pemanfaatan landing page tersebut dilakukan melalui Klinik UMKM Bangkit di Aula Kantor Bupati Pidie Jaya, Kamis (17/9/2026). Kegiatan serupa juga berlangsung secara paralel di Aceh Utara dan Aceh Tamiang.
Asisten Deputi Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM, Ari Anindya, mengatakan fasilitas landing page merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk mempercepat pemulihan usaha masyarakat setelah terdampak bencana.
"Landing page ini memfasilitasi akses pemasaran dan digitalisasi agar UMKM lebih mudah mengenalkan produk dan mendapat akses pasar seluas-luasnya pascabencana," ujar Ari.
Menurut dia, digitalisasi menjadi salah satu instrumen penting untuk membantu pelaku UMKM tetap menjalankan kegiatan usaha sekaligus menjangkau konsumen di luar wilayah tempat mereka berada.
Hingga 26 Agustus 2026, sebanyak 4.425 UMKM terdampak bencana tercatat telah bergabung dalam landing page UMKM Sumatera Bangkit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.128 produk lokal telah ditampilkan.
Landing page tersebut juga telah mencatat sekitar 40,63 juta transaksi, dengan nilai transaksi yang disebut mencapai lebih dari Rp32 juta.
Ari mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa landing page sebagai salah satu layanan konkret Klinik UMKM Bangkit dapat menjadi kanal pemasaran bagi pelaku usaha di tiga provinsi terdampak bencana.
Dengan masuk ke ekosistem digital dan e-commerce, pelaku UMKM diharapkan dapat memperoleh peluang pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan potensi penjualan.
"Karena itu, UMKM terdampak bencana harus berani masuk ekosistem digital dan e-commerce untuk memperluas pasar. Konsumen kini semakin mengandalkan belanja daring," kata Ari.
Pendampingan Digital untuk Pelaku UMKM
Pendampingan pemanfaatan landing page UMKM Sumatera Bangkit sebelumnya telah dilakukan di Banda Aceh, Medan, Padang, dan Pidie pada Kamis (10/9/2026).
Selanjutnya, kegiatan pendampingan dijadwalkan berlangsung di Tapanuli Tengah pada Selasa (22/9/2026).
Dalam sosialisasi di Pidie Jaya, Education Specialist Tokopedia dan TikTok Shop, Surya Sastriando, memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM mengenai pembuatan akun marketplace, tata cara bergabung dalam landing page UMKM Sumatera Bangkit, kampanye Beli Lokal, hingga strategi promosi untuk menarik konsumen.
Pelaku UMKM terdampak bencana yang ingin bergabung harus memenuhi sejumlah ketentuan. Di antaranya, proses produksi dan produk yang dipasarkan merupakan produk lokal.
Pemilik usaha juga perlu memiliki akun penjual di Tokopedia atau TikTok Shop serta mengisi formulir registrasi yang disediakan oleh platform.
Selain itu, UMKM peserta diwajibkan terdaftar dalam aplikasi SAPA UMKM. Integrasi tersebut diperlukan agar Kementerian UMKM dapat melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan pemulihan usaha pascabencana.
Pelaku Usaha Apresiasi Pendampingan
Sejumlah pelaku UMKM terdampak bencana yang mengikuti sosialisasi mengapresiasi pendampingan melalui Klinik UMKM Bangkit.
Jarjani, pemilik usaha garam dari Desa Lancang Paru, Pidie Jaya, mengatakan layanan tersebut membantu proses pemulihan usahanya.
Hal serupa disampaikan Bagas Pradipta, pemilik usaha kopi dari Desa Meureuduyang. Menurutnya, pendampingan pemasaran digital memberikan wawasan baru mengenai cara memperluas jangkauan pemasaran produk.
"Lewat sosialisasi ini, saya jadi bisa mendapatkan wawasan tentang cara pemasaran produk yang lebih luas," ujar Bagas.
Sementara itu, Khairunisa, penjual risol sayur dari Blang Cut, Pidie Jaya, menilai keberadaan landing page UMKM Sumatera Bangkit dapat menjadi kanal tambahan untuk memasarkan produknya.
Menurut dia, akses pemasaran yang lebih luas juga diharapkan dapat membantu pelaku usaha menjaga harga jual produk agar tetap sesuai dengan kondisi pasar.
Klinik UMKM Bangkit
Selain membuka akses pemasaran digital, Kementerian UMKM mengaktifkan Klinik UMKM Bangkit di tiga provinsi terdampak bencana.
Klinik tersebut memberikan pendampingan dalam berbagai aspek, mulai dari pembiayaan, pemasaran hingga produksi, sehingga kegiatan usaha masyarakat dapat kembali berjalan.
Setiap klinik dilengkapi tiga tenaga pendamping yang membantu pelaku UMKM memperoleh akses relaksasi pinjaman dan kecukupan modal.
Pendamping juga membantu memastikan usaha yang masih berproduksi memperoleh akses pasar serta memberikan alternatif solusi bagi pelaku usaha yang kegiatan produksinya terhenti akibat bencana.
Pemerintah Aceh turut mendukung proses pendampingan melalui Klinik UMKM Bangkit dan menyatakan kesiapan berkontribusi dalam berbagai program pemulihan ekonomi bagi pelaku usaha terdampak bencana.
Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan platform digital tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan usaha, menjaga keberlanjutan produksi, sekaligus memperluas akses pasar.
Dengan demikian, aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah terdampak bencana diharapkan dapat kembali bergerak secara bertahap.
"Klinik UMKM Bangkit harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin agar UMKM kembali pulih. Sementara fasilitas landing page akan memperluas jangkauan pembelian produk-produk UMKM yang terdampak bencana," kata Ari.(AS/MP).















