- TMMD ke-127 Resmi Dimulai di Majalengka, Sinergi TNI dan Pemda Bangun Infrastruktur Desa
- Majalengka Ubah Penetapan Hari Jadi, Kirab dan Ziarah Jadi Penanda Awal
- Hadiri Kick-Off Porprov XV Jabar 2026 dan Funday, Ini Pesan Ketua DPRD Kota Bogor
- PDAM Tirta Benteng Kunjungi JMSI Kota Tangerang, Perkuat Sinergi dengan Media
- SPPG Tancap Gas, Wabup Majalengka Sebut Program Nasional Ini Turunkan Kemiskinan Drastis
- Tangerang Makin Kondusif! Strategi Babinsa Bikin Pelaku Kejahatan Sempit
- Aktivis Lingkungan Tegas Minta Menteri LH Pidanakan Pemilik Gudang Kimia Pencemar Cisadane
- Pemutakhiran Data Digital, Sejumlah Kantor Pertanahan di DIY Lakukan Pendataan Surat Ukur, Gambar Ukur, dan Buku Tanah Lama
- Dukung ATR/BPN dalam Pelaksanaan KKN Pertanahan, Gubernur DIY: Tata Kelola yang Baik Lahir dari Kolaborasi
- Lepas 619 Taruna/i STPN untuk KKN Pertanahan, Wamen Ossy Sampaikan 3 Pesan Pedoman Kerja Lapangan
FKUB Kabupaten Serang adakan Dialog Tokoh Lintas Agama

MEGAPOLITANPOS.COM Serang -- Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Serang mengadakan kegiatan Dialog Tokoh Lintas Agama yang berlangsung di Aula TB. Suwandi, Jum'at (23/05/2025).
Hadir pada acara tersebut Kepala Kementrian Agama Kabupaten Serang Uweul Qurni. Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Serang Epi Priatna memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Dialog Tokoh Lintas Agama dengan tema Peran Tokoh Agama dalam menjaga keutuhan NKRI di Kabupaten Serang.
Epi mengapresiasi kegiatan ini dan berterima kasih kepada FKUB yang telah memprakarsai kegiatan ini. Dia juga mengungkapkan, masyarakat Kabupaten Serang termasuk masyarakat heterogen yang beragam dalam memeluk agama. Oleh karena itu, diperlukan sikap untuk saling mendengarkan, saling menghormati dan saling menghargai atas perbedaan serta terciptanya kedamaian. Ia mengajak seluruh umat beragama, khususnya Kabupaten Serang untuk selalu menjaga kerukunan antar umat agama agar tercipta situasi yang kondusif.
Baca Lainnya :
- TMMD ke-127 Resmi Dimulai di Majalengka, Sinergi TNI dan Pemda Bangun Infrastruktur Desa
- Majalengka Ubah Penetapan Hari Jadi, Kirab dan Ziarah Jadi Penanda Awal
- SPPG Tancap Gas, Wabup Majalengka Sebut Program Nasional Ini Turunkan Kemiskinan Drastis
- Gubernur Andra Soni: HPN 2026 Beri Dampak Nyata bagi Ekonomi Banten
- HPN 2026 Jadi Titik Kebersamaan, Puluhan Jurnalis Majalengka Turun ke Kolam Pancing
“serang adalah wilayah yang heterogen dalam umat beragamanya, semua agama ada. Oleh karena itu, dalam rangka untuk menciptakan kerukunan dan kedamaian, maka diperlukan adanya kerukunan antar sesama umat beragama,” ungkapnya.
Ia berpesan kepada masyarakat Kabupaten serang, selagi adanya perbedaan dalam memeluk agama dan mempunyai keyakinan masing-masing agar berpegang teguh untuk bersikap menghormati perbedaan, menghargai perbedaan, dan bekerjasama guna membangun Bangsa Indonesia menjadi lebih maju demi terciptanya kerukunan masyarakat.
Odih Hasan Ketua Pelaksana kegiatan mengungkapkan bahwa Kegiatan dialog ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antarumat beragama, membangun saling pengertian, serta memperkuat komitmen kita bersama dalam menjaga kerukunan dan kedamaian di tengah masyarakat yang majemuk.
Melalui dialog yang terbuka dan konstruktif ini, kita berharap dapat menemukan titik temu dalam perbedaan, serta menghindari potensi konflik yang bersumber dari kesalahpahaman antarumat beragama.
Hadir menjadi narasumber kegiatan tersebut, Roko Osner Purba dari Umat Katolik, Pendeta Junit Sihombing dari Umat Protestan , Ketua FKUN Hamdan Suhaimi.

“Kita mempunyai keyakinan kita masing-masing yang tidak sama, mari kita ciptakan kerukunan. Kita saling menghargai dan menghormati, saling bekerjasama dalam rangka membangun negeri ini. Sehingga kita dapat membangun bangsa ini menjadi bangsa yang maju, karena adanya kerukunan,” ungkap KH. Hamdan Suhaimi.
Dialog kerukunan umat beragama ini bertujuan untuk mempererat tali silahturahmi dan persatuan antar umat beragama di Kota Manado.
Hamdan mengungkapkan, atas nama FKUB Kabupaten Serang berterima kasih atas dukungan Kementerian Agama sehingga acara ini bisa terselenggara. Ia menambahkan, kegiatan ini dapat menjadi konsolidasi sosial antar umat beragama. ** (Jhn)

















