- Pertamina: Harga BBM Pertamax 92 Naik Menjadi Rp 16.250/liter, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
- Kepala BGN Nanik Deyang Siapkan Reformasi Program MBG, Fokus Efisiensi Anggaran dan Kualitas Gizi
- Said Iqbal Masuk Istana, Siapkan Rekomendasi Kebijakan untuk Buruh dan Pekerja Migran
- Kapolres Rita Suwadi Ungkap Begal Jalanan, Residivis Kembali Beraksi
- Pemkab Bogor Bersiap Lebarkan Jalan Puncak, Bangunan di Bahu Jalan dan Saluran Air Terancam Ditertibkan
- Jakarta Fair 2026 Siap Dongkrak Ekonomi, Pemprov DKI Dukung Penuh Menuju Kota Global
- Patih Herman Dorong Sinkronisasi Aturan Tanah Adat dalam Raperda
- Pembahasan Raperda Adat, Nurul Anwar Tekankan Kepastian Hukum Tanah Adat
- Bupati Barito Utara Lantik Pengurus Kwarcab Pramuka Masa Bakti 2026–2031
- Bupati Barito Utara Tekankan Disiplin ASN Saat Pimpin Apel Pagi
Earth Hour 2026: Saat Dunia Kompak Mematikan Lampu

Keterangan Gambar : ilustrasi
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Pemerintah Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk ambil bagian dalam gerakan global Earth Hour 2026 dengan mematikan lampu dan perangkat elektronik selama satu jam, Sabtu (28/3/2026) pukul 20.30 hingga 21.30 WIB.
Kampanye bertajuk "Satu Jam untuk Bumi" ini bukan sekadar simbolik, melainkan bentuk kepedulian nyata terhadap ancaman perubahan iklim dan meningkatnya emisi gas rumah kaca yang terus menjadi perhatian dunia.
Dalam materi kampanye yang beredar, disebutkan bahwa total emisi gas rumah kaca di Jawa Barat sepanjang 2010 hingga 2024 mencapai 82,8 juta ton CO₂ ekuivalen, dengan sektor energi menyumbang 32,4 juta ton.
Baca Lainnya :
- Kapolres Rita Suwadi Ungkap Begal Jalanan, Residivis Kembali Beraksi
- Komisi III DPRD Bunyikan Alarm! Iing : Gunung Sampah Bisa Jadi Petaka Besar Majalengka
- Majalengka Raih Penghargaan Nasional Berkat Sukses Kendalikan Inflasi
- PPP Majalengka Resmi Kantongi SK DPP, Fajar Shidik Pimpin hingga 2031
- Viral di Medsos, DPRD Majalengka Temukan Retak dan Aspal Terkelupas
Angka ini menjadi pengingat kuat bahwa perubahan kecil dalam penggunaan energi sehari-hari dapat memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan.
Gerakan Earth Hour sendiri telah menjadi aksi kolektif dunia dalam menekan laju pemanasan global. Dengan mematikan listrik selama satu jam, masyarakat diajak untuk lebih sadar terhadap konsumsi energi serta dampaknya terhadap bumi.
Pemkab Majalengka menegaskan bahwa partisipasi publik sangat penting dalam upaya menjaga lingkungan. Aksi sederhana seperti mematikan lampu di rumah, kantor, hingga fasilitas umum diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju perubahan yang lebih besar.
"Mari mulai dari diri sendiri, dari hal kecil, dan dari sekarang. Ini bukan sekadar simbol, tetapi aksi nyata untuk masa depan bumi," demikian ajakan dalam kampanye tersebut.
Selain mematikan lampu, masyarakat juga didorong untuk mendokumentasikan partisipasinya sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan global ini.
Dengan semangat kolaborasi, Majalengka ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap bumi dimulai dari kesadaran bersama karena satu jam hari ini, bisa menentukan masa depan esok. ** (Agit)

















