- Komisi II DPRD Kota Tangerang Dorong Pengawasan Ketat Program MBG
- Earth Hour 2026: Saat Dunia Kompak Mematikan Lampu
- Progres Pekerjaan Jembatan Garuda Kodim 0510/Trs Terus Dikebut
- Gerak Cepat Kodim Tangerang, Jembatan Garuda Dikebut Demi Kelancaran 500 KK
- Kakanwil Kamenag Provinsi Banten Resmikan MTsN 8 Tangerang
- DLH Majalengka Benahi TPS Kubang, Siapkan Penertiban
- Lebaran Ketupat 2026 : Seruan Keras Maman Imanulhaq Soal BBM dan Haji
- H Ateng Sutisna : WFH Bukan Solusi Instan, Distribusi LPG Harus Dibenahi
- Rp 2,64 Miliar PKH Digelontorkan di Majalengka, 3.701 KPM Terima Bantuan
- Silaturahmi Idul Fitri, Kakanwil Kemenag Prov Banten dan Kajati Bangun Sinergi
Earth Hour 2026: Saat Dunia Kompak Mematikan Lampu

Keterangan Gambar : ilustrasi
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Pemerintah Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk ambil bagian dalam gerakan global Earth Hour 2026 dengan mematikan lampu dan perangkat elektronik selama satu jam, Sabtu (28/3/2026) pukul 20.30 hingga 21.30 WIB.
Kampanye bertajuk "Satu Jam untuk Bumi" ini bukan sekadar simbolik, melainkan bentuk kepedulian nyata terhadap ancaman perubahan iklim dan meningkatnya emisi gas rumah kaca yang terus menjadi perhatian dunia.
Dalam materi kampanye yang beredar, disebutkan bahwa total emisi gas rumah kaca di Jawa Barat sepanjang 2010 hingga 2024 mencapai 82,8 juta ton CO₂ ekuivalen, dengan sektor energi menyumbang 32,4 juta ton.
Baca Lainnya :
- Earth Hour 2026: Saat Dunia Kompak Mematikan Lampu
- DLH Majalengka Benahi TPS Kubang, Siapkan Penertiban
- H Ateng Sutisna : WFH Bukan Solusi Instan, Distribusi LPG Harus Dibenahi
- Rp 2,64 Miliar PKH Digelontorkan di Majalengka, 3.701 KPM Terima Bantuan
- Gejolak Global Guncang BBM Nasional, Majalengka Respon Cepat dengan WFH
Angka ini menjadi pengingat kuat bahwa perubahan kecil dalam penggunaan energi sehari-hari dapat memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan.
Gerakan Earth Hour sendiri telah menjadi aksi kolektif dunia dalam menekan laju pemanasan global. Dengan mematikan listrik selama satu jam, masyarakat diajak untuk lebih sadar terhadap konsumsi energi serta dampaknya terhadap bumi.
Pemkab Majalengka menegaskan bahwa partisipasi publik sangat penting dalam upaya menjaga lingkungan. Aksi sederhana seperti mematikan lampu di rumah, kantor, hingga fasilitas umum diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju perubahan yang lebih besar.
"Mari mulai dari diri sendiri, dari hal kecil, dan dari sekarang. Ini bukan sekadar simbol, tetapi aksi nyata untuk masa depan bumi," demikian ajakan dalam kampanye tersebut.
Selain mematikan lampu, masyarakat juga didorong untuk mendokumentasikan partisipasinya sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan global ini.
Dengan semangat kolaborasi, Majalengka ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap bumi dimulai dari kesadaran bersama karena satu jam hari ini, bisa menentukan masa depan esok. ** (Agit)
















