- 7 Tersangka Diciduk, Narkoba Diduga Menyasar Pekerja Industri
- Knalpot Brong Disulap Jadi Patung Maung, Pesan Polisi untuk Warga
- Kementerian UMKM Perluas Akses Pembiayaan Non-KUR melalui SHAT
- Kantah Kabupaten Tangerang Laksanakan Pembayaran Ganti Kerugian 27 Bidang Tanah
- Wujud Nyata Jaga Keamanan Warga, Babinsa Patroli Malam.
- SMESCO Luncurkan SIAP 2026, Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Global
- Aksi 30 September, Ojol Tolak Turbo Maxim dan Tegaskan Ingin Tetap Jadi Mitra
- Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games 2026, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI
- Menkop: Penempatan Manajer KDKMP untuk Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah
- Meriahkan HUT ke-7, Kogabwilhan II Gelar Olahraga Bersama dan Aksi Sosial.
Dinkes: Pemberian ASI Eksklusif bagi Bayi Dapat Cegah Kasus Stunting

Keterangan Gambar : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Kesehatan menggelar Seminar
MEGAPOLITANPOS.COM Kab. Tangerang -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Kesehatan menggelar Seminar dalam rangka memperingati pekan ASI sedunia tingkat Kabupaten Tangerang.
Menurut Dinkes, pemberian ASI eksklusif bagi bayi dapat mencegah kasus stunting sehingga dapat menurunkan angka kasus secara signifikan. Seminar ini bertajuk “Bersama-sama Dukung Ibu, Sukses Menyusui dan Bekerja”, digelar di GSG Kabupaten Tangerang, Selasa (08/08/2023).
Pekan ASI Sedunia merupakan Gerakan Menyusui secara global dan menyediakan dukungan untuk para ibu agar bisa menyusui di mana saja. ASI menjadi sangat penting bagi perkembangan bayi, khususnya pada enam bulan pertama pascakelahiran karena mengandung zat penting yang disebut ASI Eksklusif.
Baca Lainnya :
- Nurhadi Anggota Komisi IX DPR RI Kawal Percepatan Penurunan Stunting di Desa Slorok, Garum.
- Dukungan Konvergensi Stunting, Desa Sodong Masuk 30 Besar Desa Berkinerja Terbaik Tingkat Nasional.
- Cegah Stunting Dan Pemenuhan Gizi : Dinas Perikanan Bagikan 150 Paket Olahan Ikan Untuk Ibu Hamil Dan Balita Serta Lansia Di Kecamatan Curug.
- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
- Perkuat Pencegahan Stunting, Posyandu RW 03 Batu Ampar Terima Bantuan Sarana dari Dr. Anis Byarwati

Kepala Dinas Kesehatan Achmad Muchlis menjelaskan, seminar ini dilaksanakan secara hybrid melalui online (zoom meeting) dan offline di GSG Kabupaten Tangerang. Seluruh petugas dan kader bisa dengan mudah mengikuti seminar tersebut.
“Kegiatan seminar ini memiliki tujuan berupa meningkatkan pengetahuan tentang ASI, manfaat ASI dan keterkaitan ASI dengan tumbuh kembang anak. Seluruh kader dan petugas kesehatan sangat penting untuk mengikuti seminar ini agar bisa menerapkan dan membagikan ilmu kepada masyarakat khususnya ibu menyusui,” ujarnya.
Achmad Muchlis menyebutkan, ASI eksklusif memberikan seluruh kebutuhan bayi dengan sempurna. Dengan begitu, stunting bisa mengalami penurunan jika balita mendapat ASI yang tepat.
“Upaya untuk percepatan penurunan stunting salah satunya pemberian ASI, di 6 bulan pertama pasca kelahiran atau ASI Eksklusif, maka dari itu untuk ibu menyusui baik pekerja atau ibu rumah tangga jangan sampai melewatkan waktu tersebut karena sangat banyak manfaat yang akan di dapat oleh balita maupun ibunya sendiri,” ucapnya.

Wakil ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Nina Lisnawati Romli pada sambutannya menyebutkan, poin penting dalam perkembangan kesehatan anak yaitu pemberian ASI pada bayi. Sebagaimana diketahui, menyusui memiliki dampak yang sangat signifikan dalam menurunkan kematian bayi.
“Mudah-mudahan momentum menyusui sedunia tahun 2023 ini akan meningkatkan pengetahuan atas pemberian ASI khusunya untuk ibu bekerja sehingga tercapai anak kita tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas,” harapnya.
Sebagai informasi seminar ASI ini resmi dibuka oleh Wakil Ketua TPPKK Nina Lisnawati Romli dan di isi oleh Dokter Spesialis Anak dr. Utami Roesli sebagai narasumber yang menjelaskan materi mengenai pentingnya ASI untuk tumbuh kembang balita yang di pandu oleh moderator dr. Radianti Bulan Tobing. ** (Jhn)







.jpg)







