- Masyarakat Nilai Pelayanan Berkategori Baik Capai 84,42 Kepuasan
- Gelapkan Mobil Rental, Residivis Kambuhan Dijebloskan ke Sel Tahanan Polres Blitar
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- Kementerian UMKM Koordinasi Lintas Sektor Perkuat Integrasi Layanan Terpadu SAPA UMKM
- Kreatif Merdeka Carnival 2026 Ajak Generasi Muda Berkarya Lewat Animasi dan AI
- Cegah Pelanggaran Lingkungan, Pemkab Barito Utara Sosialisasikan Aturan Pengawasan dan Sanksi Terbaru
- EDRR Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Indonesia Bidik Jadi Pusat Teknologi Kebencanaan Dunia
- Tinjau Progres Pembangunan Infrastruktur Daerah, Bupati Harapkan Dukungan Dari Semua Pihak
- Pemkab dan DPRD Gelar Rapat Bersama Matangkan Pembahasan Anggaran Prioritas Daerah
- Pemkab Barito Utara Matangkan Program Pembangunan, Bupati Tekankan Efektivitas dan Ketepatan Sasaran
Dewan Kebudayaan Kota Kediri Minim Perhatian, Gelar Event di Bawah Kolong Jembatan Brawijaya

Keterangan Gambar : Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Kediri, Jawa Timur, menggelar Hari Musik Nasional 2024.
MEGAPOLITANPOS.COM Kediri - Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Kediri, Jawa Timur, menggelar Hari Musik Nasional 2024. Mengangkat Tema "Menjalin Perbedaan Dalam Harmoni Musik" para seniman dan budayawan ini menggelar kegiatan di wahana bermain anak persis di bawah Jembatan Brawijaya komplek Taman Brantas Kelurahan Pocanan Kota Kediri. Sabtu, (9/3/2024).
Deky Susanto, Wakil Ketua DKD Kota Kediri menuturkan, dirinya bersama kawan budayawan serta pecinta seni di Kediri bahu membahu membikin kegiatan dengan usaha patungan.
"Kami bersama kawan-kawan seniman yang masih eksis, baik dari Kediri maupun dari luar Kediri. Hampir sepekan membahas kegiatan ini, sebelum hari H atau pelaksanaan acara, "tuturnya.
Baca Lainnya :
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
- 6.426 Botol Miras Digilas, Bupati Majalengka Gaspol Berantas Peredaran Ilegal
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
Bahkan, Deky mengatakan soal dana yang dipergunakan merupakan hasil urunan atau patungan dari kawan - kawan itu sendiri.
"Malah dari kawan yang tidak bisa mengikuti event rela menyumbangkan materinya karena tidak bisa ikut, "katanya.
Dijelaskan, tempatnya memilih lokasi kegiatan di Taman Brantas yang berlokasi di kolong Jembatan Brawijaya.
"Rencana awal, kami bersama teman teman telah berusaha meminta izin kepada pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri perihal akan dilaksanakan di Taman Sekartaji. Karena menurut kami lebih representatif, namun izin tidak diberilan dengan alasan area tersebut masih dalam maintenance atau perbaikan.
"Ya beginilah kami akhirnya gelar di sini (kolong jembatan Brawijaya-red), "akunya memelas.
Lebihlanjut Deky menyebut, kurang pedulinya Pemkot Kediri terhadap DKD yang dikelolanya telah Ia sampaikan kepada Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kediri.
Tetapi hingga kini belum ada jawaban secara jelas terkait kondisi seniman maupun budayawan yang tergabung di DKD Kota Kediri.
"Kondisi tak peduli sampai tak terurus sudah diadukan ke pihak Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disparitas), tapi tetap belum juga muncul kepedulian, "keluhnya.
Sementara, Deky juga mengungkap kejanggalan Pemkot Kediri dalam mewadahi kelompok budaya dan seni yang dibedakan, padahal mengacu dari daerah kabupaten/kota yang lain antara seni dan budaya biasanya dijadikan satu wadah.
"Di Kota Kediri ini ada Dewan Kebudayaan Daerah tapi ada juga Dewan Kesenian Daerah dan yang biasa disupport bantuan malah sering di dewan kesenian yakni seni jaranan,"ungkapnya.
Menurutnya, Kediri merupakan salahsatu kota tertua di Indonesia, tentu beragam cikal bakal budaya dan seni berawal dari kota ini.
"Masak masalah budaya minim perhatiannya?,"tanya balik Deky kepada media.
Namun, Deky dan kawan -kawan tetap semangat hingga mampu menyelenggarakan event Hari Musik Nasional yang rencananya akan menampilkan berbagai tampilan budaya seperti budaya Jawa dengan seni karawitan, bedah buku hingga tampilan musik kontemporer bertajuk "Musik Healing" dari buah kreasi seniman seruling bermana Sugiarto asal Desa Nanggungan Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri yang telah go internasional. (Hamzah)
















