- Hasil Pemilihan RW 02 Tirtajaya, Sugianto Menang dan Ajak Warga Tinggalkan Perbedaan
- Bazar Sembako Koperasi Merah Putih Kutajaya Diserbu Warga, Barang Dagangan Ludes Terjual
- Dua Pelajar Majalengka Bikin Gebrakan di PENTAS PAI Jabar 2026
- Lampaui Target, LP2B Capai 87,63% di Momen Peringatan 66 Tahun UUPA.
- Tepat di Momen HANTARU 2026, Implementasi PERINTIS 10 Hari Diperluas hingga ke 95 Kantah.
- Wilayah Aman, Adanya Babinsa Dan Konduk Patroli Malam.
- Indonesia Juara Beregu Putra Asian Games 2026, BNI: Bukti Kerja Keras dan Pembinaan
- Pendam Jaya Perkuat Sinergi dengan Insan Pers melalui Pembinaan Media Massa.
- Kodam Jaya Gelar Hit & Eat, Berbagi Kebahagiaan Bersama Warga Jakarta.
- Onderdil YSP Dukung Hit & Eat Kodam Jaya, 2.300 Paket Dibagikan kepada Ojol.
Dewan Kebudayaan Kota Kediri Minim Perhatian, Gelar Event di Bawah Kolong Jembatan Brawijaya

Keterangan Gambar : Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Kediri, Jawa Timur, menggelar Hari Musik Nasional 2024.
MEGAPOLITANPOS.COM Kediri - Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Kediri, Jawa Timur, menggelar Hari Musik Nasional 2024. Mengangkat Tema "Menjalin Perbedaan Dalam Harmoni Musik" para seniman dan budayawan ini menggelar kegiatan di wahana bermain anak persis di bawah Jembatan Brawijaya komplek Taman Brantas Kelurahan Pocanan Kota Kediri. Sabtu, (9/3/2024).
Deky Susanto, Wakil Ketua DKD Kota Kediri menuturkan, dirinya bersama kawan budayawan serta pecinta seni di Kediri bahu membahu membikin kegiatan dengan usaha patungan.
"Kami bersama kawan-kawan seniman yang masih eksis, baik dari Kediri maupun dari luar Kediri. Hampir sepekan membahas kegiatan ini, sebelum hari H atau pelaksanaan acara, "tuturnya.
Baca Lainnya :
- Dua Pelajar Majalengka Bikin Gebrakan di PENTAS PAI Jabar 2026
- Mang Jemy Maju Pilkades Burujul Wetan, Bawa Misi Desa Sejahtera
- Menhan Sjafrie Cek Yonif TP 338 di Majalengka, Prajurit Diminta Siap
- KNPI Majalengka Buka 2.789 Lowongan, 2.500 Pencari Kerja Bergerak
- Bupati Eman Gebrak Ronda Majalengka, Desa Aktif Bakal Diganjar Hadiah
Bahkan, Deky mengatakan soal dana yang dipergunakan merupakan hasil urunan atau patungan dari kawan - kawan itu sendiri.
"Malah dari kawan yang tidak bisa mengikuti event rela menyumbangkan materinya karena tidak bisa ikut, "katanya.
Dijelaskan, tempatnya memilih lokasi kegiatan di Taman Brantas yang berlokasi di kolong Jembatan Brawijaya.
"Rencana awal, kami bersama teman teman telah berusaha meminta izin kepada pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri perihal akan dilaksanakan di Taman Sekartaji. Karena menurut kami lebih representatif, namun izin tidak diberilan dengan alasan area tersebut masih dalam maintenance atau perbaikan.
"Ya beginilah kami akhirnya gelar di sini (kolong jembatan Brawijaya-red), "akunya memelas.
Lebihlanjut Deky menyebut, kurang pedulinya Pemkot Kediri terhadap DKD yang dikelolanya telah Ia sampaikan kepada Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kediri.
Tetapi hingga kini belum ada jawaban secara jelas terkait kondisi seniman maupun budayawan yang tergabung di DKD Kota Kediri.
"Kondisi tak peduli sampai tak terurus sudah diadukan ke pihak Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disparitas), tapi tetap belum juga muncul kepedulian, "keluhnya.
Sementara, Deky juga mengungkap kejanggalan Pemkot Kediri dalam mewadahi kelompok budaya dan seni yang dibedakan, padahal mengacu dari daerah kabupaten/kota yang lain antara seni dan budaya biasanya dijadikan satu wadah.
"Di Kota Kediri ini ada Dewan Kebudayaan Daerah tapi ada juga Dewan Kesenian Daerah dan yang biasa disupport bantuan malah sering di dewan kesenian yakni seni jaranan,"ungkapnya.
Menurutnya, Kediri merupakan salahsatu kota tertua di Indonesia, tentu beragam cikal bakal budaya dan seni berawal dari kota ini.
"Masak masalah budaya minim perhatiannya?,"tanya balik Deky kepada media.
Namun, Deky dan kawan -kawan tetap semangat hingga mampu menyelenggarakan event Hari Musik Nasional yang rencananya akan menampilkan berbagai tampilan budaya seperti budaya Jawa dengan seni karawitan, bedah buku hingga tampilan musik kontemporer bertajuk "Musik Healing" dari buah kreasi seniman seruling bermana Sugiarto asal Desa Nanggungan Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri yang telah go internasional. (Hamzah)




.jpg)






.jpg)




