- Satpol PP Jaktim Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Sejumlah Ruas Jalan Utama
- 466.535 Lembar Uang Rupiah Palsu Dimusnahkan
- Chandra Terpilih Secara Aklamasi, Lurah Cipondoh Makmur Segera Membuat SK Ketua RW 11
- SIAL Interfood 2026 Kembali Digelar di JIExpo Kemayoran, Perkuat Posisi Indonesia di Industri Pangan Global
- Komisi III DPRD Bongkar Krisis Sampah Majalengka, DLH Disorot
- Kebun Binatang Bandung Segera Punya Pengelola Baru, Pemkot Targetkan Hasil 29 Mei
- Pemda DKI Diminta Turun Tangan Atasi Kisruh Gedung Pasar Baru
- Dekranasda Bersama Kemenkop Bersinergi Bantu Usaha Lokal Di Kalbar Untuk Siap Ekspor
- Patroli Malam Kodim 0506/Tgr Hadirkan Rasa Aman di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan
- Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Aceh, Sekjen ATR/BPN: Perkuat Tata Kelola Pertanahan
Dari Asbes Jebol ke Jeruji : Aksi Curat Bengkel Rp 26 Juta Dibongkar Polisi

Keterangan Gambar : Barang bukti yang diamankan
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Aksi pencurian dengan pemberatan (curat) yang menyasar sebuah bengkel motor di Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka, akhirnya terkuak.
Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Majalengka membongkar kasus ini lewat jejak digital yang tak disadari pelaku sebuah unggahan penjualan sparepart di Facebook.
Dalam siaran persnya, Senin, (04/05/2026) Peristiwa pencurian terjadi pada 16 Maret 2026 di bengkel PMRT 88 Motopart, Blok Krapyak, Desa Jatipamor. Aksi tersebut baru terungkap saat saksi, Dadang Iskandar, membuka bengkel sekitar pukul 09.00 WIB. Ia dibuat terkejut saat mendapati kondisi bengkel tak seperti biasa bagian dalam tampak terang karena atap asbes dan plafon telah bolong.
Baca Lainnya :
- Komisi III DPRD Bongkar Krisis Sampah Majalengka, DLH Disorot
- YPPM Ungkap Alasan Pilih Otong Syuhada Jadi Rektor UNMA
- DPR RI Bongkar Fakta Gudang Bulog Penuh, Beras Aman hingga 2027
- DPRD Majalengka Bongkar Dilema Galian C Ilegal : Lingkungan Rusak, Rakyat Terjepit
- Ratusan Pil Haram Diamankan, Satres Narkoba Majalengka Bongkar Peredaran Obat Ilegal
Kecurigaan semakin kuat ketika pintu belakang ditemukan terbuka dengan teralis tak lagi terkunci. Setelah diperiksa, sejumlah sparepart bernilai tinggi raib digondol pelaku.
Barang yang hilang meliputi :
5 unit ECU Juken merk BRT
4 knalpot motor
1 tromol motor
3 swing arm
1 set velg
10 unit seher BRT
1 monoshock
1 paket boring
Total kerugian ditaksir mencapai Rp 26 juta.
Kasus yang sempat gelap ini mulai menemukan titik terang pada 30 April 2026. Seorang saksi lain, Rival, menemukan unggahan penjualan knalpot di Facebook yang mencurigakan. Instingnya tak meleset. Ia kemudian menghubungi penjual dan mengatur pertemuan.
Langkah cepat pun dilakukan. Bersama saksi Dadang, aparat kepolisian, Kapolsek Wado, serta perangkat desa dan Bhabinkamtibmas, tim mendatangi lokasi yang dibagikan penjual. Namun, di lokasi tersebut hanya ditemukan keluarga dari terduga pelaku berinisial YOGA.
Meski pelaku tak berada di tempat, petugas menemukan barang bukti penting berupa dua knalpot dan satu blok mesin yang identik dengan barang milik korban.
Dari keterangan keluarga, barang tersebut disebut sebagai titipan dari Dede Mulyana alias Demul. Informasi ini menjadi kunci. Petugas bergerak cepat menuju lokasi kerja Demul yang diketahui sebagai kuli bangunan di wilayah Cigasong.
Tanpa perlawanan, Demul diamankan dan dibawa ke Polsek Panyingkiran. Dalam pemeriksaan, ia mengakui telah melakukan aksi pencurian bersama Yoga, membongkar bengkel dengan menjebol atap dan menggasak sparepart bernilai puluhan juta rupiah.
Kini, kedua terduga pelaku telah diamankan dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 477 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana pencurian dengan pemberatan.
Kasus ini menjadi peringatan keras di era digital, jejak kejahatan sekecil apa pun bisa menjadi pintu masuk bagi aparat untuk mengungkap kejahatan besar. ** (Agit)

















