- Kepala BGN Nanik Deyang Siapkan Reformasi Program MBG, Fokus Efisiensi Anggaran dan Kualitas Gizi
- Said Iqbal Masuk Istana, Siapkan Rekomendasi Kebijakan untuk Buruh dan Pekerja Migran
- Kapolres Rita Suwadi Ungkap Begal Jalanan, Residivis Kembali Beraksi
- Pemkab Bogor Bersiap Lebarkan Jalan Puncak, Bangunan di Bahu Jalan dan Saluran Air Terancam Ditertibkan
- Jakarta Fair 2026 Siap Dongkrak Ekonomi, Pemprov DKI Dukung Penuh Menuju Kota Global
- Patih Herman Dorong Sinkronisasi Aturan Tanah Adat dalam Raperda
- Pembahasan Raperda Adat, Nurul Anwar Tekankan Kepastian Hukum Tanah Adat
- Bupati Barito Utara Lantik Pengurus Kwarcab Pramuka Masa Bakti 2026–2031
- Bupati Barito Utara Tekankan Disiplin ASN Saat Pimpin Apel Pagi
- Ketua Komisi III DPRD, H.Tajeri Minta Perda Kelembagaan Adat Dayak Segera Disahkan
DPR RI Bongkar Fakta Gudang Bulog Penuh, Beras Aman hingga 2027

Keterangan Gambar : Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Gerindra, Jefry Romdonny
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Lonjakan stok beras nasional kini membuat sejumlah gudang Bulog di Jawa Barat nyaris tak mampu lagi menampung cadangan pangan pemerintah.
Fakta mengejutkan itu ditemukan langsung Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Gerindra, Jefry Romdonny saat melakukan inspeksi ke gudang Bulog di Majalengka, Sumedang, dan Subang.
Dalam rangkaian kunjungan Masa Reses IV tersebut, Jefry menyebut kondisi stok beras nasional bukan sekadar aman, tetapi melimpah hingga diproyeksikan cukup sampai tahun 2027.
Baca Lainnya :
- Kapolres Rita Suwadi Ungkap Begal Jalanan, Residivis Kembali Beraksi
- Komisi III DPRD Bunyikan Alarm! Iing : Gunung Sampah Bisa Jadi Petaka Besar Majalengka
- Majalengka Raih Penghargaan Nasional Berkat Sukses Kendalikan Inflasi
- PPP Majalengka Resmi Kantongi SK DPP, Fajar Shidik Pimpin hingga 2031
- Viral di Medsos, DPRD Majalengka Temukan Retak dan Aspal Terkelupas
Gudang Bulog Kasokandel Majalengka menjadi sorotan utama. Gudang yang hanya memiliki kapasitas maksimal 14 ribu ton itu kini dijejali sekitar 15.900 ton beras per 4 Mei 2026. Kondisi overcapacity membuat Bulog harus putar otak mencari tambahan ruang penyimpanan baru.
"Kondisi ini bukti nyata. Gudang kita penuh, bahkan melampaui kapasitas. Kalau masih ada yang meragukan swasembada pangan, silakan cek langsung ke lapangan," tegas Jefry, Kamis (07/05/2026).
Kepala Perum Bulog Cabang Cirebon, Imam Mahdi mengungkapkan stok cadangan pangan di wilayah Cirebon, Majalengka, dan Kuningan kini mencapai 223.400 ton yang tersebar di 10 gudang Bulog.
Besarnya stok tersebut disebut menjadi sinyal kuat keberhasilan serapan gabah petani sekaligus bukti cadangan pangan nasional tengah berada di level tinggi.
Jefry juga mengungkapkan, stok beras hasil serapan tahun 2025 masih belum banyak tersalurkan lantaran pemerintah masih menuntaskan distribusi sisa impor beras Pakistan tahun 2024.
Tak hanya Majalengka, Gudang Bulog Paseh Sumedang juga dipastikan memiliki cadangan beras yang aman hingga 2027. Meski proses fumigasi membatasi akses masuk gudang, koordinasi data bersama Wakil Pimpinan Bulog Cabang Bandung, Ratih Rachmawati menunjukkan stok pangan tetap dalam kondisi terkendali.
Sementara di Gudang Bulog Binong Subang, Jefry memberi peringatan penting soal ancaman membludaknya hasil panen raya September - Oktober 2026 mendatang.
Menurutnya, percepatan distribusi beras harus segera dilakukan agar gudang tetap siap menerima hasil panen petani, terutama di Subang yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional.
"Kita tidak boleh lengah. Gudang harus siap menampung hasil panen petani. Distribusi harus dipercepat supaya keberhasilan swasembada benar-benar dirasakan rakyat," ujarnya.
Di akhir kunjungan, Ketua DPC Partai Gerindra itu juga mendesak Bulog lebih terbuka kepada publik terkait pengelolaan stok pangan nasional.
Ia bahkan mengusulkan masyarakat dan kelompok tani diberi akses langsung melihat isi gudang Bulog agar publik mengetahui kondisi riil cadangan beras nasional.
"Kedaulatan pangan tidak boleh hanya jadi slogan. Kami di DPR RI akan terus mengawal asta cita Presiden Prabowo Subianto agar swasembada pangan benar-benar terjaga," pungkasnya. ** (Agit)

















