- Rampas Mobil Taksi Online, Pelaku Berhasil Dibekuk Jatanras PMJ di Rangkasbitung
- Disambut Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Muzafar, Komisi I DPR RI Tegaskan Komitmen Dukung Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit.
- Kantah Kabupaten Tangerang Serahkan 8 Sertipikat Aset BMN untuk Dukung Pembangunan Jalan Tol Tangerang–Merak.
- Sinergi Koramil dan Komduk Gelar Patroli Jaga Kondusifitas Wilayah Binaan.
- Kementerian UMKM Fasilitasi 1.000 Pengusaha Mikro di Sumatera Barat
- Kodim 0506/Tgr Sosialisasikan Penerimaan Secaba dan Secata PK TNI AD Gelombang I TA 2027, Tegaskan Gratis Tanpa Biaya.
- Kantor Pertanahan Kabupaten Pandeglang Dorong Percepatan Sertipikasi Tanah, Aset Pemda, dan Tanah Wakaf.
- Sertu Suparman Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Musim Kemarau.
- Tim Wasrik Itdam V/Brawijaya Tinjau Proyek Pembangunan Jembatan Di Wilayah Kodim 0808/Blitar.
- Evaluasi Maturitas SPIP 2026, Kantah Kabupaten Tangerang Terima Kunjungan BPKP dan Biro OrtalaMR Kementerian ATR/BPN.
BP2MI Prihatin Anggaran 2025 Dipangkas, Program Kerja Pelindungan dan Penempatan PMI Dikhawatirkan Berdampak

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Kepala Karo (Karo) Hubungan Masyarakat dan Hukum Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Hadi Wahyuningrum mengaku prihatin atas pemangkasan anggaran BP2MI untuk tahun 2025. Menurutnya, pemangkasan anggaran dapat berdampak terhadap menyelarasan program kerja pelindungan dan penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) yang tengah dan sedang berjalan.
"Kami prihatin, mengapa ya (anggaran), BP2MI ini dengan kerja yang banyak tapi tidak didukung dengan proporsional terkait dengan anggaran," ucap Hadi Wahyuningrum, yang akrab juga disapa Ibu Yayuk saat acara Media Gathering dan Evaluasi Kinerja Biro Hukum dan Humas BP2MI, di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, Kamis (20/6/2024).
Kata Yayuk, penurunan anggaran ini tentunya akan berdampak bagi kegiatan maupun program yang sudah direncanakan BP2MI tidak secara optimal dapat tercapai.
Baca Lainnya :
- Diduga Adu Kekuatan Antarkelompok, 5 Orang Diamankan Polisi
- Warga Cium Bau Tak Sedap, Ustaz Latif Ditemukan Meninggal Diperkirakan Sudah 3 Hari
- 77 Ribu Aduan Bansos Menggunung, Dinsos Majalengka Disorot
- Jamaah Haji 2027 Dapat Subsidi Rp 3 Juta, Pelunasan Jadi Rp 23,24 Juta
- Jaga Jakarta On The Spot, Babinsa-Bhabinkamtibmas Bagikan Sembako kepada Warga.
"Dengan anggaran kecil dan kerja luar biasa ini di masing-masing unit kerja tidak secara optimal. Kenapa? Tahun 2025 juga ada penambahan SDM, ini tentunya harus ada dukungan anggaran. Kemudian, penambahan pelayanan di 23 provinsi. Juga terkait dengan sarana dan prasarana," ungkap Yayuk seperti dikutip Tribunnews.
Yayuk juga mengungkapkan, selain dalam hal pelindungan PMI, kerja BP2MI banyak yang terkait dengan pencegahan aksi tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Ia pun berharap anggaran BP2MI untuk tahun 2025 setidaknya dapat sama besar dengan anggaran di tahun 2024, dimana anggaran mengalami kenaikan dari tahun 2023 sebesar Rp 105 miliar.
"(Anggaran 2024) ini sebetulnya untuk mendukung kegiatan-kegiatan PMI tentunya sangat leluasa ya dengan anggaran yang cukup, proporsional, dalam hal pelindungan tentunya bisa mendukung kegiatan-kegiatan yang menjadi, baik itu prioritas nasional, maupun prioritas lembaga," paparnya.
Lebih lanjut, Yayuk menuturkan, akan ada upaya-upaya untuk tidak mengurangi kinerja BP2MI walaupun anggaran itu turun.
"Upaya-upaya yang sudah dilakukan BP2MI bisa dikolaborasi dengan kementerian/lembaga serta stakeholder terkait dalam hal bagaimana supaya kinerja BP2MI tidak berhenti hanya karena anggaran turun," cetusnya.
Seperti diketahui, pemerintah menurunkan anggaran BP2MI untuk tahun 2025. Merespon hal itu, BP2MI telah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR RI, di Senayan, Jakarta, pada Rabu (12/6/2024) lalu.

Melansir laman resmi BP2MI, Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Irma Suryani Chaniago mengaku miris dengan minimnya angka Pagu Indikatif Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Tahun Anggaran 2025.
Menurutnya, ini menunjukkan Pemerintah tidak serius menggarap sektor Pekerja Migran Indonesia.
“Jujur, saya kasihan anggarannya (BP2MI) segini. Pelindungan yang dilakukan sudah luar biasa. Pak Benny (Kepala BP2MI) sampai teriak-teriak di bandara, bahkan kalau soal pelindungan semua menunjuk hidung Benny. Tapi BP2MI tidak didukung anggaran yang cukup. Sementara itu, di sektor penempatan juga digarap oleh Kementerian lain dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan,” ujar Irma, dalam RDP.(*/Anton)





.jpg)


.jpg)







