- Sinergi Koramil dan Komduk Gelar Patroli Jaga Kondusifitas Wilayah Binaan.
- Kementerian UMKM Fasilitasi 1.000 Pengusaha Mikro di Sumatera Barat
- Kodim 0506/Tgr Sosialisasikan Penerimaan Secaba dan Secata PK TNI AD Gelombang I TA 2027, Tegaskan Gratis Tanpa Biaya.
- Kantor Pertanahan Kabupaten Pandeglang Dorong Percepatan Sertipikasi Tanah, Aset Pemda, dan Tanah Wakaf.
- Sertu Suparman Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Musim Kemarau.
- Tim Wasrik Itdam V/Brawijaya Tinjau Proyek Pembangunan Jembatan Di Wilayah Kodim 0808/Blitar.
- Evaluasi Maturitas SPIP 2026, Kantah Kabupaten Tangerang Terima Kunjungan BPKP dan Biro OrtalaMR Kementerian ATR/BPN.
- Diduga Adu Kekuatan Antarkelompok, 5 Orang Diamankan Polisi
- BNI Hadirkan Promo dan Kemudahan Transaksi di MotoGP Mandalika 2026
- Kementerian UMKM Optimalkan Klinik UMKM Bangkit Percepat Pemulihan Pascabencana di Tapanuli Tengah
Aspirasi Warga Terealisasi 2026, Jembatan Cijurey Siliwangi Dibangun Rp 19 Miliar

Keterangan Gambar : Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka, H. Iing Misbahuddin, SM, SH,
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Aspirasi masyarakat terkait pembangunan infrastruktur di wilayah selatan Kabupaten Majalengka akhirnya terealisasi pada 2026. Proyek perbaikan Jalan dan Jembatan Cijurey Siliwangi di Desa Silihwangi, Kecamatan Bantarujeg, resmi menembus anggaran hampir Rp 19 miliar melalui jalur aspirasi DPRD.
Realisasi proyek strategis ini menjadi bukti konkret bahwa usulan masyarakat yang dikawal secara berjenjang mampu diwujudkan dalam pembangunan nyata di daerah.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka, H. Iing Misbahuddin, SM, SH, menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Cijurey merupakan amanah besar dari masyarakat yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Baca Lainnya :
- Diduga Adu Kekuatan Antarkelompok, 5 Orang Diamankan Polisi
- 77 Ribu Aduan Bansos Menggunung, Dinsos Majalengka Disorot
- Jamaah Haji 2027 Dapat Subsidi Rp 3 Juta, Pelunasan Jadi Rp 23,24 Juta
- Ringankan Beban Pengemudi Lansia, 120 Becak Listrik Bantuan Prabowo Hadir di Depok
- Polisi Turun Tangan, Harga Beras di Majalengka Dipantau Ketat
"Pembangunan Jembatan Siliwangi dengan anggaran hampir Rp 19 miliar ini adalah amanah besar dari rakyat. Tugas kami di Komisi III tidak berhenti pada penganggaran, tetapi juga mengawal dan mengawasi agar pelaksanaannya tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran," ujarnya. Kamis, (02/07/2026).
Ia juga meminta Dinas PUTR, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Jawa Barat, serta pihak kontraktor pelaksana untuk bekerja secara profesional.
"Ini infrastruktur vital. Kualitas harus dipastikan prima agar mampu bertahan dalam jangka panjang demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat Bantarujeg, Lemahsugih, dan sekitarnya," tegasnya.
Dengan terealisasinya proyek tersebut, pihaknya optimistis akan terjadi peningkatan signifikan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
"Transportasi akan lebih lancar, biaya logistik menurun, serta akses pendidikan dan layanan kesehatan menjadi lebih mudah dijangkau," tambahnya.

Ia menegaskan, pembangunan Jembatan Cijurey bukanlah keputusan instan, melainkan hasil dari proses panjang aspirasi warga yang diperjuangkan secara konsisten.
"Aspirasi masyarakat tidak serta-merta langsung terealisasi. Ada tahapan yang harus dilalui, mulai dari pengusulan, verifikasi hingga penganggaran," katanya.
Aspirasi tersebut berasal dari warga Daerah Pemilihan (Dapil) 5 yang disampaikan saat Musrenbang 2025. Usulan ini kemudian dikawal oleh Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka, terutama legislator di wilayah tersebut. Diantaranya, H. Agustinus Subagja, M. Suparman (Abah Parman), Imon Hidayat, S.Ag, dan Dinar Trisnawati.
Menindaklanjuti usulan tersebut, Komisi III DPRD bersama pemerintah desa, Dinas PUTR, serta unsur Muspika melakukan serangkaian peninjauan langsung ke lokasi Jembatan Cijurey sebagai bagian dari proses verifikasi dan perencanaan teknis.
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka, H. Agustinus Subagja, turut mengimbau masyarakat agar tidak ragu dalam menyampaikan aspirasi pembangunan.

"Kami mengajak masyarakat untuk tidak sungkan menyampaikan aspirasi. Semua usulan akan kami kawal, namun tentu harus melalui tahapan dan proses yang berlaku," ujarnya.
Proses panjang tersebut juga melibatkan koordinasi lintas instansi secara intens, termasuk pengajuan berulang kepada pihak terkait seperti Bina Marga dan Tata Ruang (BMTR), hingga akhirnya anggaran dapat dialokasikan dan direalisasikan pada tahun ini.
DPRD menilai sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan lembaga legislatif menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan tersebut. Selain itu, DPRD juga menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam setiap realisasi aspirasi masyarakat.
Ke depan, berbagai program pembangunan hasil aspirasi lainnya akan dibuka secara bertahap kepada publik. Realisasi pembangunan Jembatan Cijurey Siliwangi ini menjadi penegasan bahwa partisipasi aktif masyarakat memiliki dampak nyata terhadap percepatan pembangunan daerah. ** (Agit)
















