- Kodim 0506/Tangerang Gelar Upacara Bendera Rutin, Kasdim Bacakan Amanat Panglima TNI.
- Pemkab Barito Utara Wajibkan 3.483 PPPK Ikuti Orientasi Tahun 2026
- Satgas TMMD ke-130 Kodim 0510/Tigaraksa Laksanakan Pembangunan RTLH Milik Bapak Nasir.
- Koperasi Desa Merah Putih Di Wilayah Kodim 0808/Blitar Tim Mabes TNI Siap Tinjau Lapang.
- Pemprov DKI dan TNI/Polri Sepakat Dirikan Posko Pengamanan di Manggarai Cegah Tawuran
- Kabar Duka dari Dunia Hukum, Kamaruddin Simanjuntak Meninggal pada Senin Dini Hari
- Cegah Kemacetan dan Kecelakaan, Kapolres Metro Depok Pimpin Pengaturan Lalu Lintas
- PDAM Majalengka Kerahkan 20 Truk Air Bersih, Warga 8 Kecamatan Terbantu
- Sinergi TNI-Polri, Koramil 12/Rajeg Bersama Polsek Rajeg Gelar Patroli Antisipasi Begal.
- Sinergi Babinsa dan Komduk, Patroli Malam Perketat di Titik Rawan.
Benny Rhamdani: Kompetensi dan Skill Pekerja Migran Indonesia Menentukan Harga Diri Bangsa

Keterangan Gambar : Pelepasan 175 PMI Program G to G Korea Selatan di El Hotel Kelapa Gading Jakarta Utara.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengatakan, kompetensi dan skill Pekerja Migran Indonesia (PMI) menentukan harga diri bangsa di mata dunia. Menurut Benny, faktor tersebut dilihat dari bagaimana negara hadir dalam proses penempatan PMI terlatih dan terdidik di setiap negara tujuan.
"Wajah dari negara ini dan hadirnya negara ini akan dilihat dari pekerja kita. Jadi kalau pekerja-pekerja yang kita tempatkan adalah pekerja yang memiliki skill, pekerja-pekerja yang terdidik memiliki attitude (sikap) pekerja-pekerja yang bisa mematuhi aturan perundang-undangan negara setempat pekerja-pekerja yang menunjukkan perilaku yang baik sebagai orang Indonesia beradaptasi dengan cepat dengan lingkungan mereka, tentu ini akan menjadi pertaruhan bagaimana orang luar menilai negara kita," papar Benny Rhamdani kepada wartawan saat melepas keberangkatan 175 PMI skema penempatan G to G Korea Selatan, di El Hotel Royale, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (7/11).
Benny menuturkan juga pentingnya menjaga perilaku saat bekerja di negara penempatan dan menjaga jati diri bangsa.
Baca Lainnya :
- PDAM Majalengka Kerahkan 20 Truk Air Bersih, Warga 8 Kecamatan Terbantu
- Dari Beasiswa hingga Insentif Guru Ngaji, Ini Gebrakan BAZNAS
- Maman Imanulhaq Desak Azerbaijan Cabut Larangan Jilbab Muslimah
- 2.000 Pelari Ramaikan Metland Kertajati, Hadiah Utama Apartemen
- Maraknya Panti Pijat Esek Esek di Pasar Kemis, Tindakan APH Belum Maksimal
"Tentu harapan-harapan kita adalah mereka tetap disiplin menunjukkan sebagai orang Indonesia, datang dari negara yang besar, dan yang pasti adalah apapun lingkungan mereka ataupun kultur dan budaya negara dimana mereka bekerja tetap mereka menjadi orang Indonesia," ujarnya.
Selain itu Benny berharap, PMI dapat menularkan ilmu-ilmu yang didapat dari hasil bekerja untuk masyarakat luas.
"Selain mereka bekerja dalam konteks pertarungan dan kompetisi global dengan negara-negara penempatan lain, yang kita harapkan juga transfer knowledge-nya terjadi. Mereka ambil ilmu pengetahuan teknologi di negara yang maju-maju itu (misal Korea), itulah yang bisa dibawa ke Indonesia dan itu nantinya tentu bisa ditularkan kepada anak-anak bangsa yang lain," pinta Benny.
*Pelepasan PMI*
Hingga tanggal 7 November 2022 BP2MI telah melepas ratusan ribu PMI melalui beberapa program skema penempatan.
Terhitung per 1 Januari hingga 7 November 2022, penempatan seluruh skema sudah 150.640 orang. Menurut Kepala BP2MI, jumlah ini dapat terus bertambah.
Diperkirakan, hingga akhir tahun ini, jumlah keberangkatan CPMI dapat mencapai sekitar 170.000 orang.
"Bisa tembus ke angka 170 ribuan, kalau melihat ada waktu dua bulan lagi," kata Benny Rhamdani dalam sambutannya di acara pelepasan keberangkatan 175 PMI skema G to G Korea Selatan, (7/11).
















