- DPRD Kota Bogor Raih Penghargaan Kementerian Hukum RI atas Pengharmonisasian Raperda
- H. Karnain Asyhar Dorong Tabligh Akbar Jadi Wadah Penguatan Mental Keluarga dan Rujukan Umat
- Patroli Malam, Koramil /Tangerang Sisir Sejumlah Ruas Jalan Cegah Gangguan Kamtibmas.
- Komisi II DPRD Kota Blitar Tunggu Hasil Uji Lab Material Bangunan Sebelum Rekomkan Sangsi.
- DPRD Barito Utara Siap Dukung Tambahan Anggaran Penanganan Karhutla
- Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Wirausaha Sulsel melalui Bursa Wirausaha Unggulan
- Bupati Shalahuddin Tegaskan APBD-P Harus Transparan dan Akuntabel
- Bupati Shalahuddin, APBD-P 2026 Harus Jadi Ruang Evaluasi Substantif
- Pemkab Barito Utara Petakan Pemerataan Sarana Pendidikan dan Kesehatan
- Bupati Shalahuddin Siapkan Penguatan Sektor Pariwisata Barito Utara
Ateng Sutisna Dorong Penguatan BIM demi Industri Bernilai Tinggi

Keterangan Gambar : Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, Ir. H. Ateng Sutisna, MBA
MEGAPOLITANPOS.COM BANDUNG - Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, Ir. H. Ateng Sutisna, MBA., mendorong penguatan peran Badan Industri Mineral (BIM) sebagai solusi perbaikan tata kelola sumber daya alam di Indonesia. Langkah ini dinilai penting agar hilirisasi tidak hanya berhenti di tahap produksi, melainkan mampu berkembang menjadi industri strategis bernilai tinggi.
"Pengelolaan mineral harus diarahkan tidak hanya untuk mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan stabilitas sosial, keberlanjutan lingkungan, serta nilai tambah industri dalam jangka panjang," tegas Ateng dalam keterangannya. Sabtu, (4/4/2026)
Politisi PKS ini menekankan bahwa di tengah percepatan hilirisasi, Indonesia tidak boleh terjebak pada pola ekstraktivisme atau orientasi keuntungan jangka pendek semata. Tata kelola harus berorientasi pada manfaat jangka panjang yang berkelanjutan.
Baca Lainnya :
- Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan.
- Danramil Rajeg Pimpin Baksos Dan Komsos Jaga Jakarta On The Spot .
- Turun ke Wilayah Peringati Maulid, Maryono Ajak Masyarakat Teladani Sifat-Sifat Rasulullah.
- Tim Bola Voli Merpati Blitar Raih Juara 2
- Polres Majalengka Ungkap 4 Kasus Narkoba, Sabu dan Sintetis Disita
Tantangan Komoditas Strategis dan Fragmentasi Kebijakan
Saat ini, terdapat lima komoditas strategis yang menjadi perhatian utama, yaitu batubara, nikel, timah, tembaga, dan emas. Kelima komoditas tersebut memiliki kontribusi besar, namun juga menyimpan tantangan kompleks mulai dari masalah reklamasi lahan, tekanan lingkungan, hingga dampak sosial di masyarakat.
Selain isu lingkungan, permasalahan lain yang dihadapi adalah fragmentasi kebijakan. Perbedaan pendekatan antar kementerian, sistem perizinan yang terpisah, hingga lemahnya integrasi data membuat tata kelola belum berjalan optimal.
BIM Sebagai Pengarah Terpadu
Untuk menjawab tantangan tersebut, Ateng Sutisna menekankan pentingnya penguatan BIM sebagai lembaga pengarah kebijakan yang terintegrasi dari hulu ke hilir.
"Dengan penguatan BIM, diharapkan hilirisasi dapat berjalan lebih terarah. Tujuannya agar industri dalam negeri tidak hanya mengolah bahan mentah, tetapi mampu menciptakan produk akhir yang bernilai ekonomi tinggi dan memberikan manfaat maksimal bagi negara," pungkasnya. ** (Agit)


.jpg)











