- Kementerian UMKM Buka Peluang Waralaba Lokal Masuk Pasar Modal
- HUT ke-39, BRI Life Salurkan Bantuan Sembako hingga Fasilitas Air Bersih
- Masyarakat Rentan Sosial Desa Sumberingin Bersyukur BLT-DD Sudah Cair.
- Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Gelar Hari Fraksi: Ruang Aspirasi & Suara Rakyat.
- DPMPTSP Barito Utara Perkuat Pengawasan Investasi, Pastikan Kepatuhan Pelaku Usaha
- Coretan Liar Kotori Ruang Publik, Majalengka Kirim Pesan Tegas
- 38 Ribu Pil Obat Keras Terungkap, Polisi Bongkar Jaringan Pengedar di Majalengka
- Kantah Kabupaten Tangerang Raih Predikat Informatif Capaian Nilai 98,50 .
- Wujud Sinergi TNI dan Warga Jaga Keamanan Lewat Patroli Malam.
- Kakanwil Kemenag Banten Dukung Simamat, Perkuat Transformasi Digital.
Ateng Sutisna Dorong Penguatan BIM demi Industri Bernilai Tinggi

Keterangan Gambar : Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, Ir. H. Ateng Sutisna, MBA
MEGAPOLITANPOS.COM BANDUNG - Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, Ir. H. Ateng Sutisna, MBA., mendorong penguatan peran Badan Industri Mineral (BIM) sebagai solusi perbaikan tata kelola sumber daya alam di Indonesia. Langkah ini dinilai penting agar hilirisasi tidak hanya berhenti di tahap produksi, melainkan mampu berkembang menjadi industri strategis bernilai tinggi.
"Pengelolaan mineral harus diarahkan tidak hanya untuk mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan stabilitas sosial, keberlanjutan lingkungan, serta nilai tambah industri dalam jangka panjang," tegas Ateng dalam keterangannya. Sabtu, (4/4/2026)
Politisi PKS ini menekankan bahwa di tengah percepatan hilirisasi, Indonesia tidak boleh terjebak pada pola ekstraktivisme atau orientasi keuntungan jangka pendek semata. Tata kelola harus berorientasi pada manfaat jangka panjang yang berkelanjutan.
Baca Lainnya :
- Coretan Liar Kotori Ruang Publik, Majalengka Kirim Pesan Tegas
- 38 Ribu Pil Obat Keras Terungkap, Polisi Bongkar Jaringan Pengedar di Majalengka
- Nurhadi Anggota DPR RI : Perlancar Layanyan Kesehatan Serahkan Mobil Ambulan Untuk Pemdes Bacem.
- Pasien Puskesmas Bantarujeg Viral, Bupati Majalengka Evaluasi Total
- Kapolres Majalengka Bongkar Dua Kasus Pengeroyokan, Ini Kronologinya
Tantangan Komoditas Strategis dan Fragmentasi Kebijakan
Saat ini, terdapat lima komoditas strategis yang menjadi perhatian utama, yaitu batubara, nikel, timah, tembaga, dan emas. Kelima komoditas tersebut memiliki kontribusi besar, namun juga menyimpan tantangan kompleks mulai dari masalah reklamasi lahan, tekanan lingkungan, hingga dampak sosial di masyarakat.
Selain isu lingkungan, permasalahan lain yang dihadapi adalah fragmentasi kebijakan. Perbedaan pendekatan antar kementerian, sistem perizinan yang terpisah, hingga lemahnya integrasi data membuat tata kelola belum berjalan optimal.
BIM Sebagai Pengarah Terpadu
Untuk menjawab tantangan tersebut, Ateng Sutisna menekankan pentingnya penguatan BIM sebagai lembaga pengarah kebijakan yang terintegrasi dari hulu ke hilir.
"Dengan penguatan BIM, diharapkan hilirisasi dapat berjalan lebih terarah. Tujuannya agar industri dalam negeri tidak hanya mengolah bahan mentah, tetapi mampu menciptakan produk akhir yang bernilai ekonomi tinggi dan memberikan manfaat maksimal bagi negara," pungkasnya. ** (Agit)










.jpg)





