- Tugas Nanggolo : PKDI Blitar Tolak Tawaran ADD Rp12,5 Miliar Dinilai Belum Menjawab Tuntutan
- Konsultasi Publik Pelebaran Jalan Digelar, Bupati Barito Utara Tegaskan Komitmen Pembangunan Infrastruktur
- Miss Jakarta Fair 2026 Usung Misi Pemberdayaan Perempuan, Gabriela Corrine Sugiharto Tampil sebagai Juara
- PM Singapura Lawrence Wong Disambut Presiden Prabowo, Leaders Retreat Perkuat Kemitraan Strategis
- Apel Pagi Pemkot Depok, ASN Diminta Aktif Sukseskan CKG dan Imunisasi Lengkap
- Batara Expo 2026 Resmi Ditutup, Bupati Apresiasi Partisipasi Masyarakat dan Pelaku UMKM
- Bupati Barito Utara Apresiasi Dedikasi Polri pada Syukuran Hut ke 80 Bhayangkara Tingkat Kabupaten Barito Utara
- Hadiri Syukuran Hari Bhayangkara, Nurul Anwar Apresiasi Pengabdian Polri pada Hari Bhayangkara ke-80
- Irjen Pol Wibowo Resmi Pimpin Korps Lalu Lintas Polri gantikan Irjen Agus Suryonugroho
- Hadiri Groundbreaking Lanjas, Hj Nety Herawati Harapkan Manfaat Besar bagi Warga
Andika Perkasa Berharap Aparat Negara Tetap Pegang Teguh Netralitas dalam Pemilu 2024

Keterangan Gambar : Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud, Andika Perkasa saat memberikan keterangan pers di Media Center, Cemara 19, Jakarta.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud berharap agar aparat negara serta TNI-Polri tetap profesional dan netral dalam pelaksanaan Pemilu 2024.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua TPN Ganjar-Mahfud, Andika Perkasa dalam konferensi pers di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Cemara 19, Menteng, Jakarta Pusat. Senin, (13/11/2023).
"Kami dari TPN Ganjar-Mahfud mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN), seluruh prajurit TNI-Polri yang akan kawal pemilu untuk pegang teguh sesuai perundang-undangan," kata Andika.
Baca Lainnya :
- Gerindra Majalengka Gaspol Kaderisasi, 100 Calon Kader Dilepas
- Aspirasi Warga Tak Lagi Mandek, DPRD Majalengka Kebut Proyek Miliaran
- Aspirasi Warga Terealisasi 2026, Jembatan Cijurey Siliwangi Dibangun Rp 19 Miliar
- Camat Palasah Bawa Kue ke Polsek, Momen Hangat Bhayangkara ke-80
- Modus Bantuan Masjid Tipu Warga di Majalengka, 4 Pelaku Ditangkap Kilat!
Mantan Panglima TNI periode 2021-2022 ini juga mengingatkan kepada seluruh aparat penegak hukum baik TNI, Polri, ASN, soal adanya aturan surat keputusan bersama Bawaslu, TNI, Polri dan ASN yang tegas mengatur soal netralitas aparat negara dalam Pemilu.
Lanjut Andika tak pungkiri adanya oknum-oknum aparat negara dan tekanan-tekanan dalam pelaksanaan pemilu.
"Tekanan pasti ada, oknum juga pasti ada. Tapi saya yakin mulai dari pimpinan hingga ke bawah pasti memahami bahwa aparat negara adalah milik negara, milik seluruh rakyat Indonesia dan bukan milik satu pasangan calon tertentu," tandasnya.
Singkat pengalamannya sewaktu masih jabat KSAD, Andika Perkasa mengaku pernah mendapatkan tekanan dari atas, tengah dan bawah saat Pemilu 2019.
“Saya sebagai pejabat waktu itu pun menerima tekanan. Kalau saya memilih untuk menerima tekanan itu berarti saya melanggar perundang-undangan,” lugas Andika.
Andika berharap kejadian-kejadian adanya upaya kecurangan yang melibatkan aparat negara tidak terjadi lagi dan diharapkan semua aparat negara tetap bersikap netral dalam pemilu.
Sedangkan terkait kecurangan proses pemilu yang terjadi, lanjut Andika, TPN Ganjar-Mahfud sedang menginventarisir dan akan melaporkan kecurangan itu ke pihak berwenang.
"Kami juga ikut mengawasi dan menginventarisir dan kemudian melaporkan apa yang kami duga perlu untuk dilaporkan atau tidak," imbuhnya.
"Semua masyarakat Indonesia menginginkan pemilu berlangsung lancar dan jujur,” pungkasnya. **(Anton)

















