- Politisi Muda Disabilitas Golkar Bambang Susilo Soroti \"4 Pilar\" Kebangsaan
- PRSI Babel Sukses Ramaikan Festival Semarak Ekraf Lewat Bangka Robotic Competition 2026
- Kementerian ATR/BPN Tegaskan Dukungan terhadap Proses Hukum Kasus di Kantah Kota Serang
- Serahkan Sertipikat Hak Pakai untuk Lemhannas RI, Menteri Nusron: Perkuat Kepastian Hukum Aset Negara
- Klarifikasi Terkait Viral Harga Tabung Gas 3 Kg di Koperasi Merah Putih Ciakar, Tangerang Banten
- Belum Ada Kepastian, PT Aditya Laksana Sejahtera Minta OJK Perjelas Jadwal Mediasi
- Menteri Maman: SAPA UMKM Ubah Data Statis Jadi Kebijakan Tepat Sasaran
- Pemerintah Siapkan Regulasi DHE dan Ekspor CPO Jelang Berlaku 1 Juni 2026
- UKW Angkatan ke-65 PWI Jaya Digelar di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat
- Eman Suherman Gegerkan Aula, Baznas Bangun Harapan Warga
Andika Perkasa Berharap Aparat Negara Tetap Pegang Teguh Netralitas dalam Pemilu 2024

Keterangan Gambar : Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud, Andika Perkasa saat memberikan keterangan pers di Media Center, Cemara 19, Jakarta.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud berharap agar aparat negara serta TNI-Polri tetap profesional dan netral dalam pelaksanaan Pemilu 2024.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua TPN Ganjar-Mahfud, Andika Perkasa dalam konferensi pers di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Cemara 19, Menteng, Jakarta Pusat. Senin, (13/11/2023).
"Kami dari TPN Ganjar-Mahfud mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN), seluruh prajurit TNI-Polri yang akan kawal pemilu untuk pegang teguh sesuai perundang-undangan," kata Andika.
Baca Lainnya :
- Eman Suherman Gegerkan Aula, Baznas Bangun Harapan Warga
- Gen Z Majalengka Bersuara di Senayan, Sekolah Rusak Jadi Sorotan
- Pemda DKI Diminta Turun Tangan Atasi Kisruh Gedung Pasar Baru
- YPPM Ungkap Alasan Pilih Otong Syuhada Jadi Rektor UNMA
- DPRD Majalengka Bongkar Dilema Galian C Ilegal : Lingkungan Rusak, Rakyat Terjepit
Mantan Panglima TNI periode 2021-2022 ini juga mengingatkan kepada seluruh aparat penegak hukum baik TNI, Polri, ASN, soal adanya aturan surat keputusan bersama Bawaslu, TNI, Polri dan ASN yang tegas mengatur soal netralitas aparat negara dalam Pemilu.
Lanjut Andika tak pungkiri adanya oknum-oknum aparat negara dan tekanan-tekanan dalam pelaksanaan pemilu.
"Tekanan pasti ada, oknum juga pasti ada. Tapi saya yakin mulai dari pimpinan hingga ke bawah pasti memahami bahwa aparat negara adalah milik negara, milik seluruh rakyat Indonesia dan bukan milik satu pasangan calon tertentu," tandasnya.
Singkat pengalamannya sewaktu masih jabat KSAD, Andika Perkasa mengaku pernah mendapatkan tekanan dari atas, tengah dan bawah saat Pemilu 2019.
“Saya sebagai pejabat waktu itu pun menerima tekanan. Kalau saya memilih untuk menerima tekanan itu berarti saya melanggar perundang-undangan,” lugas Andika.
Andika berharap kejadian-kejadian adanya upaya kecurangan yang melibatkan aparat negara tidak terjadi lagi dan diharapkan semua aparat negara tetap bersikap netral dalam pemilu.
Sedangkan terkait kecurangan proses pemilu yang terjadi, lanjut Andika, TPN Ganjar-Mahfud sedang menginventarisir dan akan melaporkan kecurangan itu ke pihak berwenang.
"Kami juga ikut mengawasi dan menginventarisir dan kemudian melaporkan apa yang kami duga perlu untuk dilaporkan atau tidak," imbuhnya.
"Semua masyarakat Indonesia menginginkan pemilu berlangsung lancar dan jujur,” pungkasnya. **(Anton)

.jpg)


.jpg)












