- Polri Tangkap 2 Tersangka Jaringan Internasional Penjualan Phishing Tools
- Dari Afrika hingga Amerika Latin, Perebutan Kursi Tertinggi PBB Resmi Dimulai
- Kementerian UMKM Lepas Ekspor 24 Ton Gula Kelapa Organik ke Ghana Senilai Rp1,1 Miliar
- Purbaya Dorong Peran Swasta, Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melaju Lebih Tinggi
- Pupuk Subsidi Aman, Majalengka Tancap Gas Hadapi Kemarau Panjang MT II 2026
- Ketua DPRD Supriadi Menerima Audiensi PSHT Desak Forkopimda Bertindak Tegas
- Digitalisasi ASN Dipercepat, Majalengka Terapkan E-Kinerja BKN untuk Perkuat Transparansi
- Ungkap Industri Vape Etomidate di Tangerang, Ribuan Cartridge Disita Resnarkoba PMJ
- BAZNAS: Kartini Bukan Seremoni, Tapi Gerakan Besar Pemberdayaan Perempuan
- Ketua Komisi III DPRD Majalengka : Perempuan Penopang Utama Peradaban Bangsa
Aksi Solidaritas Aktivis Tangerang Raya Hak Atas Tanah di Rempang

Keterangan Gambar : Aktivis yang tergabung dalam "Gerakan Solidaritas Masyarakat Tangerang" menggelar aksi solidaritas.
MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang - Dalam rangka mendukung perjuangan masyarakat dalam mempertahankan Tanah Adat atau Hak Atas Tanah yang ditempati di Rempang Galang Batam Kepulauan Riau. Aktivis yang tergabung dalam "Gerakan Solidaritas Masyarakat Tangerang" menggelar aksi solidaritas di Tugu Adipura dan Gedung DPRD Kota Tangerang. Rabu, (13/09/23).
Aksi solidaritas yang melibatkan puluhan masa aksi dari Aktivis, Penggiat Sosial dan Mahasiswa Kota Tangerang tersebut guna menyampaikan aspirasi dan rasa prihatin atas persoalan unjuk rasa yang berbuntut ricuh dari penolakan masyarakat terhadap pemerintah terkait rencana pengosongan lahan yang akan dijadikan kawasan Rempang Eco City sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
Salahsatu Koordinator Aksi Saipul Basri membenarkan, aksi solidaritas yang digelar sebagai bentuk kepedulian, dukungan moril dan perhatian terhadap masyarakat Rempang Galang Kota Batam.
Baca Lainnya :
- Pupuk Subsidi Aman, Majalengka Tancap Gas Hadapi Kemarau Panjang MT II 2026
- Digitalisasi ASN Dipercepat, Majalengka Terapkan E-Kinerja BKN untuk Perkuat Transparansi
- BAZNAS: Kartini Bukan Seremoni, Tapi Gerakan Besar Pemberdayaan Perempuan
- Ketua Komisi III DPRD Majalengka : Perempuan Penopang Utama Peradaban Bangsa
- Ketua DPRD Tegaskan Musrenbang RKPD 2027 Jadi Arena Uji Gagasan, Majalengka Didorong Lebih Unggul
Selanjutnya, aksi ini juga mencerminkan pandangan bahwa penderitaan yang dialami oleh masyarakat Melayu di satu daerah dapat dirasakan oleh masyarakat Melayu di daerah lainnya.
"Aksi kawan- kawan ini merupakan bentuk dukungan terhadap perjuangan masyarakat Rempang Galang dalam mempertahankan Tanah Adat dan Hak Atas Tanah yang saat ini mereka tempati," ujar Marsel sapa akrabnya.
Marcel pun menambahkan bahwa, selama aksi ada petisi yang ditandatangani sebagai bentuk dukungan kepada mereka di Rempang-Galang.
“Kita juga melakukan penandatangan dukungan dari berbagai elemen masyrarakat, bentuk dukungan saudara-saudara kita di Rempang-Galang, karena duka mereka duka kita” tukasnya.
Dalam menyuarakan aspirasi terhadap isu nasional yang terjadi di depan Gedung DPRD Kota Tangerang, masa aksi pun menyampaikan isu lokal terkait penggusuran di Cibodas Kota Tangerang yang sampai saat ini warga belum mendapatkan hunian yang layak.
Namun, dalam menyampaikan aspirasinya Anggota DPRD Kota Tangerang enggan menemui. Hal tersebut membuat masa aksi kecewa.
" Aksi petisi ini kami berharap adanya dukungan moral atau sikap wakil rakyat terhadap konflik remang galang, namun kami kecewa karena tidak ada yang berani keluar untum bertemu masa aksi," tandas Marcel. ** (Jhn)

















