- Disambut Meriah di Istana Merdeka, Presiden Steinmeier Bahas Kerja Sama Strategis dengan Prabowo
- 585 Personel Gabungan Jajaran Polda Metro Disiagakan pada Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman
- Pesan Megawati Kepada Generasi Muda Dalam Bulan Bung Karno
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Semakin Semarak dengan Pertunjukan Barongsai Berkelas Dunia
- BNI Apresiasi Prestasi Alwi Farhan di Australia Open 2026, Pembinaan PBSI Dinilai Berhasil
- Jaga Stabilitas Keamanan Koramil 06/ Cbd dan Koramil 09/Setu Patroli Malam
- Berikan Pengarahan di Kantah Kota Samarinda, Wamen Ossy: ATR/BPN Harus Jadi Solusi Atas Pembangunan di Kalimantan Timur
- Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis dalam Mendukung Asta Cita Presiden
- Sambut Kedatangan Megawati di Bulan Bung Karno Sebagai Loyalitas Kader Partai
- Ormas Laskar Blitar Serukan Rakyat Tetap Mendukung Program MBG dan KDMP
Wapres Maruf Amin Hadiri Perayaan Migrants Day 2023: Pekerja Migran; Merdeka, Berdaya dan Sejahtera

Keterangan Gambar : Wakil Presiden (Wapres) Ma
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menghadiri perayaan Hari Pekerja Migran Internasional (HPMI) atau Migrants Day 2023, di Tennis Indoor Senayan, komplek Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Senin (18/12/2023).
Perayaan HPMI atau Migrants Day 2023 digelar oleh Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Sekitar 5 ribu peserta terdiri dari pekerja migran Indonesia, Komunitas Relawan Pekerja Migran Indonesia (Kawan PMI), Perkumpulan Wirausaha Pekerja Migran Indonesia (Perwira PMI), pejabat negara di BP2MI maupun kementerian/lembaga serta tamu undangan hadir memeriahkan peringatan Migrants Day 2023.
Adapun tema Migrants Day tahun ini adalah "Pekerja Migran; Merdeka, Berdaya dan Sejahtera."
Baca Lainnya :
- Pertamax Naik, Usaha Rakyat Terpukul! Pedagang dan Ojol di Majalengka Menjerit
- Aktivis di Blitar Penuhi Panggilan Polisi Usai Orasi Antikorupsi
- Pengedar Tramadol Digerebek di Majalengka, 101 Butir Disita Polisi
- Prabowo: Obat Generik Murah dan Modernisasi Rumah Sakit Jadi Prioritas Pemerintah
- Kepala BGN Nanik Deyang Siapkan Reformasi Program MBG, Fokus Efisiensi Anggaran dan Kualitas Gizi
Dalam sambutannya, Wapres Ma'ruf Amin menginginkan para pekerja migran Indonesia (PMI) terlindungi dari sindikat penempatan ilegal dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Beliau pun meminta agar seluruh jajaran pemerintah serius menangani permasalahan itu.
"Penyiapan kompetensi ini penting untuk mewujudkan pekerja migran yang berdaya. Kita menginginkan mereka merdeka dari belenggu sindikat penempatan ilegal dan Tindak Pidana Perdagangan Orang, sehingga dapat hidup lebih sejahtera," kata Ma'ruf Amin dikutip detikcom.
"Saya minta seluruh Instansi yang berwenang untuk serius memerangi TPPO yang sejatinya bertentangan dengan Hak Asasi Manusia," tambah wapres Ma'ruf.
Lanjut Ma'ruf Amin mengajak semua elemen pemerintah dan negara mensosialisasikan bahaya TPPO. Sehingga, masyarakat Indonesia tidak berangkat bekerja ke luar negeri secara ilegal atau non prosedural.
"Sebarluaskan kepada rekan, keluarga, dan tetangga, tentang risiko pekerja ilegal dan TPPO, seperti risiko kekerasan, gaji tidak dibayarkan, eksploitasi jam kerja, dan diperjualbelikan antar majikan," imbuh Wapres Ma'ruf Amin.
"Di samping itu, pekerja migran tanpa dokumen resmi tidak bisa mendapat perlindungan dari pemerintah ataupun penyedia kerja, serta rentan akan penipuan dan eksploitasi oleh penyalur," ujarnya.
Sementara itu, Kepala BP2MI, Benny Rhamdani mengatakan, tema Migrants Day tahun ini dimaksudkan untuk menggugah semangat bersama mendukung pelindungan pekerja migran Indonesia sebagai pahlawan devisa negara.
"Pekerja Migran Indonesia memiliki keberanian untuk berjuang demi keluarga, bangsa dan negara, mereka dipersiapkan dengan pelatihan sehingga memiliki kompetensi untuk merebut peluang kerja di luar negeri. HPMI diharapkan juga menjadi semangat untuk mewujudkan pekerja migran Indonesia dan keluarganya menjadi keluarga yang sejahtera yang mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah asal dan melalui remitansi mereka, mampu memberikan sumbangan besar bagi negara," beber Benny.
"Oleh karena itu, Pekerja Migran Indonesia layak berhak mendapatkan perlakuan hormat dari negara," cetusnya. ** (Anton)




.jpg)












