- Bupati Majalengka, Eman Suherman: Raperda APBD 2025 Bukti Sinergi Pemkab dan DPRD
- Ditbinmas Polda Metro Perkuat Sinergi Jaga Jakarta Bareng Ormas
- KUMITRA Jambore 2026 Perkuat Kemitraan UMKM dan Rantai Pasok Nasional
- Lala Sunara Resmi Pimpin KONI, Target Porprov Jadi Prioritas
- PTPN III dan Baharkam Polri Resmi Kerja Sama, Pengamanan Aset Strategis Negara Diperkuat
- Pari Purna DPRD Kota Blitar Pilih Sabotase Absen, Ini Alasannya
- Bupati Eman Ajak KAHMI Bersatu, Kolaborasi Jadi Kunci Majalengka SAE
- Agung Nugroho, Direktur Jakarta Institute: Kemerdekaan Pers Indonesia Bukan Lagi Sensor Negara, Tapi Tekanan Ekonomi
- Sinergi Fiskal Moneter: Arah Baru Industri Jasa Keuangan
- Bupati Majalengka Ultimatum KONI Majalengka: Saatnya Bangkit Raih Prestasi
Wamen UMKM Tekankan Pentingnya Peran Kampus Sebagai Ruang Tumbuh Kewirausahaan

Keterangan Gambar : Wamen Helvi saat menjadi pemateri pada acara Kuliah Umum Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI)
MEGAPOLITANPOS.COM, Bandung - Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Wamen UMKM) Helvi Moraza menekankan pentingnya peran kampus sebagai ruang tumbuh kewirausahaan khususnya bagi generasi muda.
"Saat kita bicara masa depan kewirausahaan di kalangan generasi muda, tak bisa lepas dari peran kampus sebagai ruang tumbuh dan berinovasi," kata Wamen Helvi saat menjadi pemateri pada acara Kuliah Umum Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) dengan tema “Campus Startup Culture: Menciptakan Budaya Kewirausahaan di Perguruan Tinggi” di Bandung, Kamis (26/6).

Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Optimistis Petani Lebih Sejahtera Lewat KUR dan Penguatan Kelompok Tani
- Pemerintah Tetapkan Pengemudi Ojol Roda Dua sebagai UMKM
- Transformasi Digital UMKM Dipercepat, Kementerian UMKM Integrasikan Layanan Lewat SAPA UMKM
- Kementerian UMKM Perkuat Promosi Wastra Kalimantan Timur
- Menteri UMKM Apresiasi KURDA Bunga 0 Persen untuk Pengusaha UMKM Sragen
Menurutnya, hal ini sejalan dengan misi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mencetak wirausahawan baru yang tidak hanya kompeten, tetapi juga relevan dengan tantangan zaman.
Campus Startup Culture, kata Wamen Helvi, bukan sekadar istilah tetapi semangat menanamkan budaya kewirausahaan sebagai bagian dari kehidupan kampus yang menyatu dalam proses belajar.
"Rasio kewirausahaan Indonesia saat ini berada di angka 3,08%, dan pemerintah menargetkan peningkatan menjadi 3,6% pada tahun 2029. Sehingga kita butuh lebih banyak wirausahawan muda, dan kampus adalah tempat yang tepat dan potensial untuk mencetaknya," ujarnya.
Wamen Helvi menyatakan, Kementerian UMKM mencatat bahwa hingga pertengahan 2025, terdapat 690 lembaga inkubator yang telah terdaftar secara nasional, dan lebih dari sepertiganya berbasis di perguruan tinggi.
Perguruan tinggi, kata Wamen Helvi, adalah ruang tumbuh para intelektual muda, tempat riset bertemu realitas, dan tempat idealisme diuji oleh kebutuhan masyarakat.
"Ini menunjukkan bahwa kampus bukan hanya pusat pembelajaran, tetapi telah menjadi ruang tumbuh yang nyata bagi wirausaha muda yang peka terhadap persoalan sosial, teknologi, perempuan, hingga pedesaan," katanya.
Wamen Helvi juga mengingatkan kepada peserta bahwa UMKM bukan semata soal skala usaha kecil, tetapi tentang keberanian masyarakat untuk mandiri, menggerakkan ekonomi keluarga, dan menjaga denyut perekonomian nasional dari lapisan paling bawah.
Maka, ia menambahkan, memberdayakan UMKM sesungguhnya adalah memperkuat fondasi ekonomi bangsa secara menyeluruh. Karena ketika UMKM tumbuh, perekonomian bangsa ini akan bergerak lebih stabil, inklusif, dan berdaulat.
Saat ini, Wamen Helvi melanjutkan, pemerintah menargetkan 30 juta UMKM onboarding digital. Karena di tengah perubahan zaman, transformasi UMKM ke arah digital menjadi keniscayaan.
"Namun lebih dari sekadar hadir di platform e-commerce, yang kami dorong adalah perubahan pola pikir, adaptasi teknologi, dan penguatan model bisnis yang relevan dengan kebutuhan pasar masa kini," tuturnya.
Wamen Helvi menekankan, Kementerian UMKM siap mendampingi, memfasilitasi, memberi pelatihan, hingga menfasilitasi jejaring kemitraan agar program ini memberikan dampak positif yang nyata.
"Mahasiswa sekalian, hari ini menjadi wirausaha bukan lagi alternatif, melainkan jalan utama menuju kemandirian dan kemajuan. Kalian bukan hanya calon pekerja, tetapi pencipta pekerjaan. Jangan takut memulai, jangan malu gagal. Yang terpenting, berani mencoba, terus belajar, dan memberikan makna atas apa yang kalian bangun," katanya.
















