- Maraknya Panti Pijat Esek Esek di Pasar Kemis, Tindakan APH Belum Maksimal
- Polres Barito Utara Gelar Subuh Keliling, Serap Aspirasi Jemaah Masjid Darul Aman
- Safari Jumat di Montallat, Shalahuddin Tinjau Infrastruktur dan Salurkan Bantuan Pendidikan
- Pastikan Wilayah Aman, Babinsa Dan Komduk Aktif Laksanakan Patroli Malam.
- PELATARAN Jadi Solusi Warga Urus Layanan Pertanahan di Akhir Pekan.
- Pastikan Infrastruktur Berkualitas, Bupati Shalahuddin Turun Langsung Tinjau Jalan Panglima Batur
- Program Asri DPC Gerindra Kabupaten Blitar Gelar Bersih Pantai Tambakrejo.
- Satgas TMMD ke-130 Kodim 0510/Tigaraksa Pastikan Pengeboran Sarana Air Bersih Berfungsi dengan Baik.
- Proses Pembangunan Program RTLH dalam TMMD ke-130 Kodim 0510/Tigaraksa.
- Kementerian UMKM Terapkan Program Pemulihan Terintegrasi bagi UMKM Terdampak Bencana di Sumatera
Wakil Ketua DPRD Mendukung Kegiatan Deklarasi Pelajar Anti Tawuran

Keterangan Gambar : Turidi Susanto wakil ketua DPRD kota Tangerang
MEGAPOLITANPOS.COM, KOTA TANGERANG — Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Turidi Susanto menyatakan dukungannya terhadap kegiatan Deklarasi Pelajar Anti Tawuran yang kembali digelar pada 2025 dan diikuti sekitar 1.000 pelajar se-Kota Tangerang. Ia menegaskan bahwa deklarasi ini merupakan upaya berkelanjutan untuk menekan kasus tawuran pelajar di wilayah tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini bukan hal baru. Deklarasi anti tawuran pertama kali digelar pada 2018 di GOR Tangerang melalui swadaya sejumlah pihak. Upaya itu terus dilanjutkan hingga sekarang.
“Alhamdulillah hari ini kegiatan ini bisa kembali kita laksanakan. Deklarasi pertama digelar pada 2018 di GOR atas swadaya teman-teman, dan hari ini merupakan deklarasi yang kelima sejak periode itu,” ujarnya.
Baca Lainnya :
- Maraknya Panti Pijat Esek Esek di Pasar Kemis, Tindakan APH Belum Maksimal
- Kwarcab Pramuka Majalengka Libatkan 808 Peserta dalam JOTA-JOTI 2026
- DPRD Kota Bogor Tinjau Trase Baru Batutulis, Progres Pembangunan Capai 84 Persen
- Kapolres Majalengka Ungkap Tiga Kasus Kriminal, Dugaan Kekerasan Seksual Anak Disorot
- PN Tak Berwenang Adili Sengketa Internal, PDIP Majalengka Tancap Gas Hadapi Pileg 2029
Ia menjelaskan, inisiatif deklarasi tersebut tak lepas dari maraknya aksi tawuran pelajar, termasuk insiden yang sempat terjadi di kawasan Cikokol beberapa tahun lalu. Sejak itu, kegiatan pencegahan terus dilakukan, meski sempat tertunda pada 2019 akibat pandemi Covid-19.
“Kejadian tawuran yang dulu terjadi di Cikokol menjadi perhatian serius, sehingga kegiatan ini terus kami dorong. Sempat tertunda saat pandemi, dan akhirnya bisa digelar lagi secara penuh pada 2025,” katanya.
Wakil Ketua DPRD menegaskan bahwa tujuan utama deklarasi ini adalah membangun kesadaran pelajar agar menjauhi tawuran, kekerasan, perilaku menyimpang, hingga penyalahgunaan narkoba.
“Harapan kami jelas, tawuran pelajar, akhlak susila yang menyimpang, dan narkoba bisa berkurang bahkan hilang dari Kota Tangerang,” tegasnya.
Ia berharap gerakan ini dapat menjadi budaya positif di lingkungan pelajar dan didukung semua pihak, mulai dari sekolah, orang tua, hingga pemerintah daerah.
Selain deklarasi, kegiatan tersebut juga diisi dengan pembinaan dan edukasi mengenai karakter pelajar, pencegahan perilaku negatif, hingga penguatan nilai Pancasila. Turidi menilai pendekatan edukatif seperti ini penting agar pelajar tidak hanya sekadar menandatangani komitmen, tetapi memahami risiko serta dampak dari aksi kekerasan antarpelajar.
Ia juga meminta sekolah-sekolah untuk meningkatkan pengawasan dan komunikasi dengan orang tua. Menurutnya, pola kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan keluarga adalah kunci untuk memutus mata rantai tawuran.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Sekolah, orang tua, dan pemerintah harus bersinergi. Anak-anak ini generasi kita, dan tugas kita bersama untuk menjaga mereka,” jelasnya.
DPRD Kota Tangerang, lanjutnya, akan terus mendorong program-program pembinaan kepemudaan dan penguatan karakter pelajar agar kasus kekerasan di lingkungan pendidikan dapat diminimalisir.
Ia berharap deklarasi anti tawuran ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi menjadi gerakan nyata di lapangan. “Kami ingin hasilnya betul-betul terasa. Pelajar di Kota Tangerang harus tumbuh dalam lingkungan yang aman, positif, dan bebas dari tindakan yang merugikan masa depan mereka,” tutupnya.(**)

.jpg)

.jpg)







.jpg)




